Taman Anggrek Speedcubing 2023
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeMuhammad Faeyza Koda6.81
- 2x2x2 CubeLeon Marcell Alamanda1.79
- 4x4x4 CubeMax Siauw24.57
- 5x5x5 CubeLeon Marcell Alamanda50.58
- 6x6x6 CubeMax Siauw1:27.36
- 7x7x7 CubeMax Siauw2:14.96
- 3x3x3 BlindfoldedPhillip Maxwell22.50
- 3x3x3 One-HandedFahmi Aulia Rachman10.04
- ClockJervis Yeo6.36
- PyraminxDavelno Danish Raziq2.15
- SkewbLeon Marcell Alamanda3.19
Photos, videos & posts from Taman Anggrek Speedcubing 2023
Competition recap
A written summary of Taman Anggrek Speedcubing 2023, generated from the official results on this page.
Rising Stars and Fierce Showdowns Define Taman Anggrek Speedcubing 2023English
A total of 148 competitors gathered on August 19 to 20, 2023, turning Mall Taman Anggrek into a lively arena of rapid turns and intense focus. The venue hosted Taman Anggrek Speedcubing 2023 in Jakarta, Indonesia, offering an action-packed weekend across 11 events and 14 rounds. A massive wave of young talent and rapidly improving solvers took center stage, pushing their personal boundaries while chasing top honors in front of an enthusiastic gathering of cube enthusiasts.
The premier 3x3x3 Cube event drew a massive field of 145 competitors through three grueling rounds of solves. When the final round concluded, Muhammad Faeyza Koda of Indonesia stood at the top of the podium with a dazzling winning average of 6.81 seconds, also clocking a best single of 5.96 seconds. Max Siauw from the USA took second place with an average of 6.95 seconds, while Leon Marcell Alamanda finished third with a 7.63 average, cementing an extraordinary display of speed cubing at the highest standard.
Leon Marcell Alamanda enjoyed a sensational weekend overall, collecting three separate event victories. In the 2x2x2 Cube, which featured two rounds among 115 competitors, Alamanda clinched first place with an impressive 1.79 winning average, followed by Muhammad Faeyza Koda with 2.03 and Max Siauw with 2.09. Alamanda also captured the top spot in Skewb with an average of 3.19 seconds and secured the 5x5x5 Cube title with an average of 50.58 seconds, narrowly edging out Siauw who finished in 51.44 seconds.
Max Siauw was equally dominant in the big cubes, claiming three first-place finishes during the cubing competition. Siauw swept the 4x4x4 Cube with a winning average of 24.57 seconds, ahead of Alamanda and Vincent Hartanto Utomo. In the 6x6x6 Cube, Siauw took victory in 1:27.36, and he wrapped up his treble by winning the 7x7x7 Cube with a 2:14.96 average. The international podium distribution reflected fierce competition, with Indonesia taking 22 podium places, the USA earning 10, and Singapore claiming 1.
Beyond the championship podiums, the heart of the weekend lived within the rapid improvements achieved by dedicated participants across the tournament floor. Matthew Raphael Edison delivered one of the weekend highlights by slashing his 3x3x3 Cube personal best down to 12.04 seconds, which was 56.5 percent faster than his previous mark of 27.69 seconds, while also making his first ever attempts in 4x4x4 Cube with 1:03.84 and 5x5x5 Cube with 1:38.06. Muhammad Aulia Prathista made huge strides as well, dropping his 3x3x3 Cube best to 16.64 seconds, a 49.7 percent improvement, while logging his first official attempts in 2x2x2 Cube with 12.86 and 3x3x3 One-Handed with 52.76.
The progress continued across various disciplines as competitors embraced brand new challenges at this WCA competition. Farrel Kiano Andryan tackled five events, cutting his 2x2x2 Cube mark by 37 percent down to 5.03 seconds and completing his first attempts in 4x4x4 Cube with 1:36.16 and 3x3x3 One-Handed with 58.24. Kenneth Nursalim contested nine different events, registering first attempts in Clock with 39.93, 5x5x5 Cube with 2:08.54, and Pyraminx with 45.81, alongside a sixth-place finish in blindfolded solving. Fathirrahmad Adinata Djohan recorded first attempts in 3x3x3 One-Handed with 35.19, Clock with 33.79, and 2x2x2 Cube with 4.05 across seven events, while El Shaka Kasabian Aryasa entered five events, logging first attempts in Pyraminx with 20.75, 2x2x2 Cube with 5.84, and 3x3x3 One-Handed with 1:17.02.
Specialty disciplines provided plenty of excitement across the schedule. Davelno Danish Raziq won the Pyraminx title with an average of 2.15 seconds over 74 competitors, leading Bryan Frank and Max Siauw. In 3x3x3 One-Handed, Fahmi Aulia Rachman emerged victorious from a field of 66 competitors with an average of 10.04 seconds and a single solve of 8.91 seconds. Clock saw Jervis Yeo capture first place with an average of 6.36 seconds, besting 31 participants.
The blindfolded contest highlighted pure concentration and memorisation, where Phillip Maxwell earned the 3x3x3 Blindfolded crown with a winning average of 22.50 seconds and a single of 19.61 seconds among 17 competitors, topping Leonardo Pranadyar and Vincent Hartanto Utomo. Across the classic Rubik's Cube and varied twisty puzzles, the event showcased remarkable skill and progress.
As the final timers stopped, the 3x3 results and broader achievements confirmed a successful showing for the regional speedcubing community. Taman Anggrek Speedcubing 2023 highlighted how rapidly solvers are developing their craft, establishing a benchmark of speed, dedication, and sportsmanship that sets a promising foundation for future competitive seasons.
Aksi Lintas Negara Menghiasi Gelaran Taman Anggrek Speedcubing 2023 di JakartaBahasa Indonesia
Lantai Mall Taman Anggrek dipenuhi susunan meja pertandingan dan barisan timer digital saat ratusan peserta berkumpul untuk memulai rangkaian lomba. Suasana pusat perbelanjaan di Jakarta, Indonesia tersebut berubah menjadi arena adu ketangkasan kubus Rubik resmi dari World Cube Association pada tanggal 2023-08-19 to 2023-08-20. Atlet-atlet speedcubing menempuh perjalanan dari berbagai penjuru tanah air hingga lintas benua demi menguji batas kemampuan masing-masing di panggung terbuka yang disaksikan langsung oleh pengunjung umum.
Ajang bertajuk Taman Anggrek Speedcubing 2023 ini menghadirkan kompetisi skala besar dengan total 148 peserta yang bersaing dalam 11 cabang dan 14 babak. Jarak ribuan kilometer yang ditempuh peserta internasional terbayar tuntas lewat persaingan sengit melawan talenta tuan rumah di setiap nomor. Sepanjang akhir pekan kompetisi kubus ini, perolehan medali menunjukkan dominasi Indonesia dengan 22 podium, disusul delegasi USA dengan 10 podium, serta wakil Singapore yang mengamankan 1 podium bergengsi.
Nomor utama 3x3x3 Cube menjadi puncak ketegangan setelah melewati tiga babak penuh determinasi di hadapan 145 penantang. Muhammad Faeyza Koda asal Indonesia tampil sebagai kampiun nomor puncak ini dengan mencatatkan rata-rata 6.81 detik serta single terbaik 5.96 detik di babak final. Max Siauw dari USA menempel ketat di peringkat kedua dengan rata-rata 6.95 detik, sementara Leon Marcell Alamanda merebut posisi ketiga lewat rata-rata 7.63 detik.
Max Siauw yang menempuh perjalanan jauh dari Amerika Serikat membuktikan kelasnya pada kategori kubus besar dengan memborong tiga gelar juara sekaligus. Dirinya memenangi nomor 4x4x4 Cube dengan rata-rata 24.57 detik di atas Leon Marcell Alamanda yang mencatat 30.28 detik dan Vincent Hartanto Utomo dengan 30.44 detik. Dominasi tersebut berlanjut di nomor 6x6x6 Cube lewat raihan rata-rata 1:27.36 dan nomor 7x7x7 Cube dengan rata-rata 2:14.96 yang membawanya memuncaki klasemen puzzle besar.
Leon Marcell Alamanda turut menjadi bintang lapangan dengan merebut tiga kemenangan individual untuk kontingen Indonesia. Pada nomor 2x2x2 Cube, ia meraih kemenangan dengan rata-rata 1.79 detik, unggul atas Muhammad Faeyza Koda dan Max Siauw. Ia juga mengamankan posisi teratas di kategori 5x5x5 Cube dengan rata-rata 50.58 detik mengungguli Max Siauw serta nomor Skewb lewat rata-rata 3.19 detik di babak pamungkas.
Di luar perebutan trofi utama pada perhelatan Taman Anggrek Speedcubing 2023, deretan rekor pribadi bermunculan dari para peserta yang terus memperluas repertoar tanding mereka. Nicholas Vigo Wardhana yang turun di sembilan nomor mencatatkan debut 6x6x6 Cube dengan waktu 3:39.19 serta memangkas catatan 2x2x2 Cube miliknya hingga 50.2 persen lebih cepat menjadi 1.35 detik. Sementara itu, Rafa Maheswara Putra Rukmanto melakoni penampilan perdana di nomor 7x7x7 Cube dengan 4:02.51, menajamkan rekor Pyraminx miliknya sebesar 40.8 persen menjadi 6.29 detik, dan finis di posisi ketujuh 3x3x3 One-Handed.
Langkah serupa ditunjukkan Benaya Nusantara Edgardo yang menyelesaikan percobaan pertamanya di 6x6x6 Cube dengan 2:41.89 dan memangkas waktu 7x7x7 Cube miliknya sebesar 24.8 persen menjadi 3:57.25 untuk finis ketujuh. Glenn Nathanael Heryawan mencatatkan waktu 33.87 pada Clock dan 23.91 pada Skewb untuk debut pertamanya, serta memperbaiki waktu 2x2x2 Cube menjadi 4.82 detik. Mohammad Iqbal mencatat waktu 10.40 pada debut Clock dan finis ketujuh, sementara Jordy Nathanael Hotmauliate Simanjuntak membukukan 25.63 detik pada 3x3x3 Cube yang 31.3 persen lebih cepat dibanding rekor sebelumnya.
Persaingan cabang spesialis lainnya tetap menyuguhkan standar tinggi di setiap putaran penyelesaian. Davelno Danish Raziq menguasai kategori Pyraminx dengan raihan rata-rata 2.15 detik, mengungguli Bryan Frank dan Max Siauw. Pada nomor satu tangan atau 3x3x3 One-Handed, Fahmi Aulia Rachman keluar sebagai yang terbaik berkat rata-rata 10.04 detik setelah menyisihkan puluhan rival.
Nomor tanpa melihat atau 3x3x3 Blindfolded menampilkan aksi memorisasi presisi yang dimenangi Phillip Maxwell dengan rata-rata 22.50 detik dan single 19.61 detik, disusul Leonardo Pranadyar dan Vincent Hartanto Utomo. Dari meja Clock, wakil internasional Jervis Yeo mengamankan gelar juara dengan catatan rata-rata 6.36 detik.
Perhelatan akbar Taman Anggrek Speedcubing 2023 di Jakarta membuktikan daya tarik kompetisi kubus kecepatan yang mempertemukan talenta lokal dan mancanegara dalam semangat sportivitas tinggi. Setiap detik perjuangan di atas meja timer merekam dedikasi latihan intensif para peserta dari berbagai daerah. Gelaran ini pun menutup musim kompetisi dengan standar prestasi membanggakan yang siap diuji kembali pada kompetisi-kompetisi mendatang.