SC.app
Competitions

Solo Lur 2026

Sign in to follow
Results
May 30, 2026 – May 31, 2026OCBC NISP Surakarta Slamet Riyadi · Surakarta, Central Java, ID47 people10 events

3x3x3 Cube podium

Gold
6.63 avg · 5.43 single
Silver
8.15 avg · 7.20 single
Bronze
8.21 avg · 7.41 single

Photos, videos & posts from Solo Lur 2026

Competition recap

A written summary of Solo Lur 2026, generated from the official results on this page.

Fresh Talent Meets Record Times at Solo Lur 2026 in Central JavaEnglish

Forty-seven competitors gathered across fifteen scheduled rounds at the OCBC NISP Surakarta Slamet Riyadi, establishing a lively atmosphere from the opening turns to the closing ceremonies. Staged across May 30 and May 31, the tournament served as an open gateway for newer participants entering the structured world of official speedcubing in Surakarta, Central Java, Indonesia. With ten varied disciplines on offer, this WCA competition balanced developmental opportunities for emerging solvers with top-tier speed across standard and specialized twisting puzzles alike.

The 2026 meeting saw Muhammad Faeyza Koda put together an astonishing run of dominance, collecting five separate event titles. In the premier 3x3x3 Cube, the 3x3 results were highlighted by his blistering finals winning average of 6.63 seconds, supported by a 5.43 best single in the final stage. Earlier in the weekend, he lowered the bar for the entire nation, delivering an Indonesian national record single of 4.34 seconds alongside a national record average of 5.93. Kentaro Sasaki secured second place in the main event with an 8.15 average, while Denzel A. J. Wahyudi took third at 8.21.

Beyond the standard Rubik's Cube, Faeyza Koda showcased his range across diverse hardware formats. He claimed the 2x2x2 Cube title with an average of 2.18 seconds, finishing ahead of Denzel A. J. Wahyudi, who marked a 2.69 average, and third-place Muhammad Aldrian Altansyah at 3.48. Moving onto larger puzzles, Faeyza Koda won the 4x4x4 Cube averaging 28.28 seconds, with Wilson Alvis taking silver at 33.73 and Nathaniel Lisandro Archie earning bronze at 35.11. In the 5x5x5 Cube, Faeyza Koda led the field with a 59.05 average, again trailed by Wilson Alvis at 1:06.13 and Nathaniel Lisandro Archie at 1:07.34.

Single-handed solving provided another showcase as Muhammad Faeyza Koda topped 3x3x3 One-Handed with an average of 9.23 seconds and a sharp 8.06 single. Denzel A. J. Wahyudi followed in second place with a 14.70 mark, while Wilson Alvis recorded 16.99 for third. Away from the classic cubes, Hopi Fattan Prabasukma delivered the winning 3.35 average in Pyraminx to edge out Mark Louis Tan at 3.69 and Faeyza Koda at 5.53. In Clock, Glenn Kendrew posted a 4.91 winning average over Rudi Aditya at 5.33 and Nuriel Widyamurti at 6.58.

Away from the top of the podiums, the event floor was shaped by remarkable developmental leaps and athletes expanding their competitive repertoires. Raffa Shalqie delivered one of the weekend's largest improvements, slashing his Clock personal best by 56 percent down to 10.08 seconds, while also trimming his 3x3x3 Cube mark to 14.77. Mas Isa Eliamasih registered a 47.6 percent drop in 3x3x3 One-Handed to set a new personal record of 13.82 seconds, finishing sixth, and tackled his first official Clock attempt in 16.50 seconds. Muhammad Nashrullah took on five disciplines, achieving a 37 percent cut to his 4x4x4 Cube mark at 41.74 seconds, a 32.4 percent gain in 5x5x5 Cube at 1:22.40, and logged his first official one-handed solve in 27.30 seconds.

The progress continued through the ranks as Geoffrey Kenneth Prasetya improved his 2x2x2 Cube personal record by 51.5 percent to 5.89 seconds, alongside a 34.8 percent reduction on the 3x3x3 Cube to 30.39. Eugene Jedzekiel Lim achieved a 34.4 percent improvement in 2x2x2 Cube with a 4.03 result, while shaving time in 3x3x3 Cube to 19.56. Benedict Jeevanzhi Gunawan contested three events, logging a 5.2 percent improvement in 3x3x3 Cube at 13.50 seconds alongside his first official appearances in 2x2x2 Cube at 4.55 and Pyraminx at 8.26. Alvin Wongsosaputro claimed fourth place in 3x3x3 Cube, improved his 2x2x2 mark by 27.3 percent to 2.88, and logged an initial Clock mark of 15.59. Ghulam Ruchdin tackled six categories, reaching fourth in 3x3x3 Blindfolded on his first attempt of 3:42.89, and improved his 5x5x5 Cube best by 11 percent to 1:13.77.

In the specialty side disciplines at Solo Lur 2026, Fayad Hafiz Attaqi prevailed in Skewb with a 3.92 average and a round-best 2.26 single. Nuriel Widyamurti conquered Square-1, recording a 12.60 average and a quick 10.02 single solve. The intense focus demanded by 3x3x3 Blindfolded, which requires memorizing the piece permutations entirely before solving behind a blindfold, went to China's Zaya Qiaolong with a single of 44.77 seconds. Compatriot Ge Shi placed second with 1:11.84, followed by Indonesia's Mark Louis Tan who completed a successful solve in 1:59.06.

Altogether, Indonesian solvers collected 28 podium finishes across the weekend, with competitors from China securing two. The collective enthusiasm for speed cubing was evident across every bracket, establishing fresh benchmarks and granting newer competitors invaluable match experience under standard tournament conditions. As the equipment was packed away at Solo Lur 2026, the community left Surakarta with national records in the books and a broad wave of personal milestones ready to drive the next phase of the circuit.

Dominasi Faeyza Koda Warnai Gelaran Solo Lur 2026 di SurakartaBahasa Indonesia

Sebanyak 47 peserta berkumpul di OCBC NISP Surakarta Slamet Riyadi untuk menunjukkan keahlian menyelesaikan teka-teki mekanik dalam ajang Solo Lur 2026. Berlangsung pada 30 hingga 31 Mei 2026 di Surakarta, Central Java, Indonesia, tempat pertandingan ini menjadi pusat ketegangan dan fokus tinggi saat para peserta bertarung melintasi 10 cabang perlombaan dan total 15 babak. Atmosfer kompetisi terpacu sejak putaran awal ketika deretan meja tanding dipenuhi pergerakan tangan yang luar biasa cepat di hadapan para juri dan penonton.

Bintang utama dalam gelaran speedcubing ini adalah Muhammad Faeyza Koda yang tampil sangat dominan di berbagai kategori. Prestasi paling mencolok terjadi pada nomor bergengsi Rubik 3x3x3 Cube yang diikuti oleh 42 peserta dalam tiga babak ketat. Di cabang utama ini, Faeyza Koda sukses memecahkan rekor nasional Indonesia ganda, mencatatkan national record single fantastis 4.34 detik serta national record average 5.93 detik. Ia mengunci gelar juara final dengan rata-rata 6.63 detik, unggul atas Kentaro Sasaki yang meraih posisi kedua dengan 8.15 detik dan Denzel A. J. Wahyudi di posisi ketiga dengan 8.21 detik.

Keperkasaan Faeyza Koda terus berlanjut di cabang kubus lainnya sepanjang turnamen. Pada 2x2x2 Cube, ia keluar sebagai juara dengan rata-rata 2.18 detik, mengungguli Denzel A. J. Wahyudi yang mencetak 2.69 detik dan Muhammad Aldrian Altansyah dengan 3.48 detik. Di nomor 3x3x3 One-Handed, Faeyza Koda kembali menempati puncak podium dengan torehan rata-rata 9.23 detik, disusul Denzel A. J. Wahyudi di peringkat kedua dengan 14.70 detik dan Wilson Alvis di peringkat ketiga dengan 16.99 detik.

Kategori kubus besar juga menjadi panggung pembuktian lanjutan bagi Faeyza Koda. Pada nomor 4x4x4 Cube, ia membukukan rata-rata 28.28 detik untuk merebut posisi pertama, finis di depan Wilson Alvis yang mencatat 33.73 detik dan Nathaniel Lisandro Archie dengan 35.11 detik. Sementara itu di final 5x5x5 Cube, Faeyza Koda mengamankan kemenangan lewat rata-rata 59.05 detik, kembali menempatkan Wilson Alvis di peringkat kedua dengan 1:06.13 dan Nathaniel Lisandro Archie di posisi ketiga dengan 1:07.34.

Cabang teka-teki lainnya menghadirkan variasi juara yang merata di podium. Hopi Fattan Prabasukma memenangi Pyraminx dengan rata-rata 3.35 detik, mengatasi Mark Louis Tan dengan 3.69 detik dan Faeyza Koda dengan 5.53 detik. Glenn Kendrew memuncaki Clock lewat rata-rata 4.91 detik, mengalahkan Rudi Aditya dengan 5.33 detik dan Nuriel Widyamurti dengan 6.58 detik. Nuriel Widyamurti sendiri menjuarai Square-1 dengan rata-rata 12.60 detik, sedangkan Fayad Hafiz Attaqi meraih kemenangan Skewb lewat rata-rata 3.92 detik. Pada cabang 3x3x3 Blindfolded yang mengandalkan daya ingat penuh, delegasi asal China mendominasi lewat kemenangan Zaya Qiaolong dengan catatan single 44.77 detik, diikuti Ge Shi dengan 1:11.84, dan Mark Louis Tan di tempat ketiga dengan 1:59.06.

Di balik perburuan gelar juara, kompetisi resmi WCA competition ini menjadi arena pembuktian berharga bagi para peserta yang mencatat lompatan catatan waktu signifikan. Fidelis Rama Aristo Dandy menorehkan rekor pribadi baru di nomor 3x3x3 Cube dengan 37.12 detik, melonjak 18.4 persen lebih cepat dari catatan terbaik sebelumnya 45.49 detik. Di kategori yang sama, Indra Kumala mempertajam rekor pribadinya menjadi 16.41 detik, membaik 14.8 persen dari torehan lama 19.26 detik. Haris Ahmad Satrio tampil tangguh di 5 cabang dan mempertajam rekor pribadi di tiga nomor berbeda, yakni 4x4x4 Cube menjadi 1:03.19 yang 9.2 persen lebih cepat, 2x2x2 Cube menjadi 4.07 detik yang naik 7.7 persen, serta 3x3x3 Cube menjadi 9.42 detik, dengan capaian terbaik peringkat ke-13 di Square-1. Selain itu, Melisa Tristie Angelina menyelesaikan 3 cabang dan menandai penampilan perdananya di 5x5x5 Cube dengan catatan 1:43.66 serta finis ke-11 di Square-1.

Semangat yang sama ditunjukkan oleh para pendatang baru yang melakoni debut turnamen resmi mereka di kejuaraan ini. Jehezkiel Hagai Immanuel Sitindaon berkompetisi di 4 cabang, langsung membukukan waktu resmi pertamanya di 3x3x3 Cube dengan 14.67 detik, 2x2x2 Cube 6.38 detik, serta Pyraminx 11.72 detik dengan finis terbaik posisi ke-16. Naufal Zaki Muzaffar juga menjajal 4 cabang untuk pertama kalinya, mencatat waktu 19.87 detik di Pyraminx, 44.29 detik di 3x3x3 One-Handed, dan 7.88 detik di 2x2x2 Cube. Dominic Gabriel Gunawan menjalani debut di 4 cabang dengan mencatatkan 15.96 detik di 3x3x3 Cube, 4.88 detik di 2x2x2 Cube, 1:37.43 di 4x4x4 Cube, serta menempati posisi ke-14 di 5x5x5 Cube. Nolan Ottesyaf turut melengkapi debutnya di 3 cabang dengan waktu perdana 16.91 detik di 3x3x3 Cube, 1:34.68 di 4x4x4 Cube, dan 18.32 detik di Pyraminx dengan finis terbaik urutan ke-19.

Perhelatan Solo Lur 2026 membuktikan kematangan penyelenggaraan cubing competition di tanah air dengan total 28 podium diraih oleh peserta Indonesia dan 2 podium oleh perwakilan China. Suasana kompetitif yang tercipta di dalam venue OCBC NISP Surakarta Slamet Riyadi memperlihatkan dedikasi para atlet rubik dalam mengejar kecepatan dan ketepatan tangan. Rangkaian rekor nasional serta peningkatan waktu individu di berbagai cabang puzzle menandai kesuksesan agenda kejuaraan akhir pekan tersebut.