SC.app
Competitions

Silentia 1 - FMC 2023

Sign in to follow
Results
May 13, 2023Scientia Residences · Tangerang Regency, Banten, ID8 people1 events

3x3x3 Fewest Moves podium

Gold
24.67 avg · 21 single
Silver
31.33 avg · 26 single
Bronze
32.00 avg · 28 single

Photos, videos & posts from Silentia 1 - FMC 2023

Competition recap

A written summary of Silentia 1 - FMC 2023, generated from the official results on this page.

Wong Chong Wen Dominates FMC Field at Silentia 1 - FMC 2023English

Wong Chong Wen delivered a masterclass in efficiency at Scientia Residences, securing the 3x3x3 Fewest Moves title with an exceptional winning average of 24.67 and a tournament-best single of 21. The Singaporean standout showed his seasoned class across both rounds of competition, setting the benchmark early and remaining untouchable at the top of the standings. His dominant showing provided the defining statement of the one-day gathering, outpacing the entire field across each scheduled attempt.

Held on May 13, 2023, the cubing competition brought together eight dedicated specialists in Tangerang Regency, Banten, Indonesia for Silentia 1 - FMC 2023. Unlike traditional speedcubing events where raw turning velocity dictates the outcome, this dedicated meeting focused exclusively on finding the shortest possible solution for the standard Rubik's Cube. Across two rounds of calculated maneuvering, competitors analyzed scrambled puzzles meticulously, writing out precise turn sequences under strict sixty-minute time limits.

The 3x3 results in the opening phase established a high standard as Wong set an average of 24.00 alongside a single of 22 to lead the pack into the decisive final round. Several Indonesian contenders kept the pressure on during the preliminary phase. Muhammad Faeyza Koda posted a solid 32.00 average with a best single of 29, while Vincent Hartanto Utomo followed closely behind with an average of 32.33 and a single of 28.

The final round demanded sustained focus, and Wong rose to the occasion once again by logging the decisive 24.67 mean alongside his standout 21-move single. His consistency across multiple attempts cemented his victory, outperforming a field of experienced rivals seeking to challenge his lead. The performance demonstrated how seasoned veterans rely on deep analytical experience when the format removes the frantic pace of regular speed cubing.

Leon Marcell Alamanda secured the runner-up position on the podium for Indonesia, rebounding from a DNF average in the first round to deliver a 31.33 average in the finals. Alamanda backed up his silver medal with a strong 26 single in the final stage after finding a 25-move sequence earlier in the day. His composed recovery under competitive pressure highlighted the resilience necessary to navigate the highs and lows of the Fewest Moves discipline.

Hafizh Dary Faridhan Hudoyo earned third place overall with a final average of 32.00, completing the podium positions. After recording a single of 32 during the opening round, Hudoyo maintained steady execution in the concluding phase to earn the bronze. Indonesia secured two podium places at the meet, while Singapore took the top honor through Wong's winning performance.

Away from the top steps of the podium, other competitors made significant personal strides throughout the WCA competition. Kiagus Ahmad Haikal Hafif Hamidy delivered an impressive breakthrough, shaving six moves off his personal best with a single of 33, an improvement of 15.4 percent over his previous mark of 39. Muhammad Faeyza Koda took on his first ever attempt at 3x3x3 Fewest Moves, recording a 26-move effort and ultimately claiming a 4th-place finish.

Other notable efforts across the day included Wilson Alvis, who found a 29-move solution during the preliminary round, and Cendy Cahyo Rahmat, who logged a single of 38. With two rounds completed in Tangerang Regency, Banten, Indonesia, the competition highlighted the unique mental rigors of tactical solving. Silentia 1 - FMC 2023 concluded as a showcase of patience, technique, and strategic mastery.

As the 2023 calendar progresses, the results from Tangerang Regency set a clear benchmark for specialized puzzle disciplines. The tight margins and deep analysis on display proved that tactical problem-solving remains one of the most compelling tests on the tournament circuit, leaving competitors eager to refine their sequences for the next season.

Kemenangan Gemilang Wong Chong Wen di Silentia 1 - FMC 2023Bahasa Indonesia

Satu catatan impresif single 21 gerakan dan rata-rata 24.67 menjadi torehan paling mencolok yang diraih Wong Chong Wen (黄崇文) asal Singapura dalam gelaran Silentia 1 - FMC 2023. Capaian tersebut mengukuhkan dominasinya sepanjang akhir pekan di kategori khusus yang membutuhkan efisiensi pemecahan kubus rubik tertinggi. Melalui konsistensi dari babak pertama hingga babak penentuan, kejuaraan ini menyajikan pertarungan teknis yang sangat ketat di antara para peserta yang berfokus penuh pada cabang langkah tersedikit.

Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini berakar langsung pada komitmen panitia pelaksana, delegasi resmi WCA, dan para sukarelawan yang mendedikasikan waktu mereka di Scientia Residences. Mengelola kompetisi spesialis dengan format waktu panjang membutuhkan ketelitian tinggi serta manajemen logistik yang rapi. Kerja keras seluruh tim di balik layar memastikan seluruh sesi berjalan sesuai regulasi resmi, memberikan wadah yang tenang dan kondusif bagi setiap peserta untuk menganalisis setiap putaran kubus tanpa gangguan.

Berlangsung di Tangerang Regency, Banten, Indonesia pada 13 Mei 2023, ajang speedcubing ini menjadi panggung adu kemampuan bagi total 8 peserta. Format turnamen yang terfokus pada satu cabang lomba 3x3x3 Fewest Moves memberikan tantangan analitis yang mendalam. Para atlet dituntut memaksimalkan setiap jam percobaan dalam dua babak yang dijadwalkan secara terstruktur, menciptakan suasana kompetisi kubing yang penuh konsentrasi tinggi sejak lembar acakan pertama dibagikan.

Pada putaran awal, kompetisi langsung memanas saat para peserta berusaha membukukan catatan terbaik mereka untuk melaju ke peringkat atas. Wong Chong Wen (黄崇文) tampil sangat konsisten dengan torehan single 22 dan rata-rata 24.00 di babak pertama. Sementara itu, sejumlah delegasi tuan rumah Indonesia juga unjuk kebolehan, termasuk Muhammad Faeyza Koda yang membukukan single 29 dan rata-rata 32.00, serta Vincent Hartanto Utomo yang mencetak single 28 dan rata-rata 32.33.

Sorotan khusus juga layak diberikan kepada peserta berpengalaman yang terus menunjukkan dedikasi tanpa henti di kancah resmi. Wilson Alvis (陈智胜), yang telah melakoni 159 kompetisi sepanjang kariernya, membuktikan ketekunannya dengan turun di cabang tunggal ini dan berhasil mengamankan peringkat ke-6. Sementara itu, Vincent Hartanto Utomo yang mencatat 98 kompetisi dalam kariernya memaksimalkan penampilannya dengan finis di peringkat ke-5 pada nomor 3x3x3 Fewest Moves. Cerita perjuangan keduanya memperkaya dinamika di luar perburuan posisi podium utama.

Memasuki babak kedua atau babak final di Silentia 1 - FMC 2023, Wong Chong Wen (黄崇文) semakin mempertajam efisiensi solusinya. Catatan single 21 gerakan yang brilian membawa sang delegasi Singapura tersebut meraih kemenangan mutlak dengan rata-rata 24.67. Performa ini tidak terkejar oleh para pesaing lainnya dan memastikan gelar juara utama jatuh ke tangannya dengan dominasi penuh di papan klasemen akhir.

Persaingan untuk memperebutkan sisa podium berlangsung sengit di antara para atlet tuan rumah. Leon Marcell Alamanda sukses merebut posisi kedua setelah membukukan single 26 dan rata-rata akhir 31.33 di babak penentuan. Mengikuti tepat di belakangnya, Hafizh Dary Faridhan Hudoyo menempati peringkat ketiga podium berkat catatan rata-rata 32.00. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang dua medali podium dari kejuaraan tersebut.

Secara keseluruhan, Silentia 1 - FMC 2023 menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi apik panitia dan fokus tinggi para atlet mampu menghasilkan kompetisi berkualitas. Dua babak penyisihan dan final di Scientia Residences menutup rangkaian kompetisi dengan pembagian 2 podium untuk Indonesia dan 1 untuk Singapura. Standar kompetitif yang ditunjukkan menjadi modal berharga bagi perkembangan disiplin langkah tersedikit dalam menyongsong musim-musim kompetisi mendatang.