SC.app
Competitions

Semarang Speedcubing 2024

Sign in to follow

3x3x3 Cube podium

Gold
8.35 avg · 6.10 single
Silver
9.52 avg · 8.96 single
Bronze
9.86 avg · 9.25 single

Photos, videos & posts from Semarang Speedcubing 2024

Competition recap

A written summary of Semarang Speedcubing 2024, generated from the official results on this page.

Fahmi Aulia Rachman Dominates Semarang Speedcubing 2024 Across Multiple EventsEnglish

An 11.09 average in the 3x3x3 One-Handed final set the tone for an extraordinary display of manual dexterity and turning efficiency. Solving a standard Rubik's Cube with a single hand demands exceptional finger mechanics, precise table control, and deep lookahead under constraints that quickly expose any hesitation. At this official WCA competition, competitors were tested across two demanding rounds of one-handed solving, where every fingertip push and rotation had to be measured with absolute precision.

The single-handed discipline served as the centerpiece showcase at Semarang Speedcubing 2024, held on March 2, 2024, at BBPMP Provinsi Jawa Tengah in Semarang, Central Java, Indonesia. Across nineteen entrants in the one-handed event, Fahmi Aulia Rachman emerged on top, registering an impressive single of 8.06 alongside his winning 11.09 average. Cendy Cahyo Rahmat secured the second spot with an 18.31 average, while Fayad Hafiz Attaqi claimed third with an 18.34 mark.

Beyond his single-handed triumph, Fahmi Aulia Rachman constructed a dominant campaign throughout the entire speedcubing schedule. In the main 3x3x3 Cube event, which gathered twenty-six competitors across two rounds, he captured the title with a tournament-winning average of 8.35 and an event-best single of 6.10. Denzel A. J. Wahyudi followed in second place with a 9.52 average, and Muhammad Zhafran Al-Allam locked in third place with a 9.86 mark to finalize the official 3x3 results.

Fahmi Aulia Rachman continued his winning run into the larger puzzles and specialty disciplines. In the 4x4x4 Cube, contested over a single round among nineteen participants, he took first place with a 33.26 average and a 31.49 single, finishing ahead of Muhammad Zhafran Al-Allam at 38.88 and Fayad Hafiz Attaqi at 40.74. He then added a fourth victory in the 3x3x3 Blindfolded event, conquering the memory challenge with a winning single of 1:04.98 to lead Cendy Cahyo Rahmat and Hopi Fattan Prabasukma.

The single-day cubing competition featured significant breakthroughs among competitors tackling new challenges and cutting down previous career benchmarks. Maqshum entered all seven events on the schedule, achieving a fifth-place finish in Skewb while posting a Pyraminx personal best of 3.82, which was 47.5 percent faster than before, and a 4x4x4 Cube personal best of 42.24. Raynard Josiah Setiadi tackled five events, securing fourteenth in Skewb, setting a 3x3x3 Cube best of 12.59 that improved on his prior mark by 43.8 percent, and recording his first official attempts in 3x3x3 One-Handed with 26.70 and Skewb with 13.67.

Progress was evident throughout the lineup as competitors tested their limits across multiple categories. Rafa Nizar Ideawan took on five events, achieving fifteenth in Skewb while registering first-time marks of 7.64 in Pyraminx and 13.64 in Skewb. Muhammad Imron Hanafi entered six events, finishing fourteenth in 4x4x4 Cube, dropping his 3x3x3 Cube best to 11.59 by 24.8 percent, improving his 4x4x4 Cube time to 1:04.68 by 16.1 percent, and trimming his 3x3x3 One-Handed best to 35.83. Rafel Widi Lazuardi earned fourth place in Skewb across five events, lowering his 2x2x2 Cube best to 3.18 by 26.4 percent and Pyraminx to 6.62.

That same drive extended across the full roster of seven events at Semarang Speedcubing 2024. Bagus Galang Pratama entered all seven events, placing sixth in 3x3x3 Blindfolded, logging a 46.13 in 4x4x4 Cube, and cutting his 3x3x3 One-Handed mark to 32.26 by 13.3 percent. Muhammad Ghufron Faqih took on all seven disciplines, placing sixth in 3x3x3 Cube with a 10.85 personal best improved by 7.3 percent alongside a 20.30 one-handed single that was 11.8 percent faster. Andreas Parulian also contested seven events, securing fourth place in 4x4x4 Cube and lowering his 3x3x3 Blindfolded best to 4:10.24, an improvement of 12 percent.

The remaining podium battles delivered intense finishes across the puzzle formats. In the 2x2x2 Cube final, Denzel A. J. Wahyudi took victory with an average of 3.20, edging out Fayad Hafiz Attaqi who also averaged 3.20, while Fahmi Aulia Rachman placed third at 3.22. Skewb saw Fayad Hafiz Attaqi claim first place with a 3.61 average, beating Muhammad Fahri Rahman at 3.93 and Akmal Isyam Huda at 5.95. In Pyraminx, Hopi Fattan Prabasukma captured the crown with a 3.08 average over Nauval Al Ghifari and Akmal Isyam Huda.

With twenty-six competitors and eleven total rounds completed across seven events, this gathering in Central Java highlighted the rich breadth of modern speed cubing. From the delicate, measured finger turns of the one-handed event to the rapid rotations of the side events, the single-day tournament demonstrated the depth of talent present in the regional community as participants look ahead to the next phase of the competitive season.

Dominasi Konsistensi Fahmi Aulia Rachman di Semarang Speedcubing 2024Bahasa Indonesia

Sebanyak 26 peserta berkumpul di gedung BBPMP Provinsi Jawa Tengah untuk menguji ketangkasan menyusun kubus dalam ajang Semarang Speedcubing 2024. Bertempat di Semarang, Central Java, Indonesia, kompetisi satu hari yang digelar pada 2 Maret 2024 ini membuktikan bahwa stabilitas performa di setiap putaran jauh lebih berharga daripada sekadar satu putaran keberuntungan. Persaingan ketat berlangsung di sepanjang 11 babak dari 7 cabang yang dipertandingkan, menuntut fokus tinggi dari setiap atlet yang tampil di atas panggung meja perlombaan.

Fahmi Aulia Rachman tampil gemilang sebagai sosok paling dominan sepanjang akhir pekan. Pada nomor utama Rubik's Cube 3x3x3 yang diikuti seluruh 26 peserta dalam 2 putaran, Fahmi Aulia Rachman mengamankan posisi puncak lewat rata-rata kemenangan 8.35 detik serta catatan tunggal terbaik 6.10 detik. Denzel A. J. Wahyudi finis di posisi kedua dengan rata-rata 9.52 detik, disusul oleh Muhammad Zhafran Al-Allam di peringkat ketiga dengan torehan 9.86 detik.

Konsistensi tangan dingin Fahmi Aulia Rachman berlanjut ke cabang 3x3x3 One-Handed. Menghadapi 19 peserta dalam 2 putaran, ia mengunci medali emas dengan rata-rata luar biasa 11.09 detik dan single 8.06 detik, unggul jauh atas Cendy Cahyo Rahmat yang mencatatkan rata-rata 18.31 detik di tempat kedua serta Fayad Hafiz Attaqi yang membukukan 18.34 detik di tempat ketiga. Ketahanan stamina dan eksekusi algoritma satu tangan yang rapi membuktikan keunggulan tekniknya.

Pada kategori kubus besar 4x4x4 Cube yang dimainkan dalam 1 putaran penuh, Fahmi Aulia Rachman kembali menguasai podium teratas dengan rata-rata 33.26 detik dan catatan tunggal 31.49 detik. Muhammad Zhafran Al-Allam mengamankan posisi kedua dengan rata-rata 38.88 detik, sementara Fayad Hafiz Attaqi membawa pulang medali perunggu berkat torehan 40.74 detik di antara 19 peserta yang berlaga.

Fahmi Aulia Rachman juga menunjukkan konsentrasi mental luar biasa pada cabang 3x3x3 Blindfolded, sebuah nomor yang menuntut daya ingat spasial tinggi sebelum mata ditutup rapat. Ia mencatat waktu tunggal terbaik 1:04.98 untuk memastikan kemenangan di antara 10 peserta. Cendy Cahyo Rahmat menguntit di tempat kedua dengan catatan 1:39.08, dan Hopi Fattan Prabasukma menempati posisi ketiga dengan torehan waktu 2:35.54.

Di balik persaingan podium utama, panggung speedcubing ini menghadirkan beragam pencapaian personal yang mengesankan dari para peserta. Frederick Rahmanto menorehkan rekor pribadi baru pada 4x4x4 Cube dengan waktu 1:19.36 yang 5.4 persen lebih cepat dari catatan sebelumnya, serta meraih posisi terbaik ke-6 di 2x2x2 Cube. Lintang Mohenjodaro Chevalier memangkas waktu 2x2x2 Cube miliknya menjadi 1.81 detik atau 7.7 persen lebih cepat, sekaligus memperbaiki rekor 4x4x4 Cube menjadi 49.98 detik. Vie'an Huzair Majalawa bertanding di seluruh 7 cabang dan mencetak rekor pribadi 3x3x3 One-Handed 27.68 detik. Arthur Satwika menjalani debut WCA competition perdananya dengan menyelesaikan 4 cabang, mencatatkan waktu 2:23.49 pada 4x4x4 Cube, 8.72 detik pada Pyraminx, dan 38.76 detik pada 3x3x3 One-Handed.

Deretan debutan lainnya turut memberikan warna tersendiri dalam kejuaraan cubing competition ini. Melisa Tristie Angelina menyelesaikan kompetisi pertamanya dengan finis terbaik di peringkat ke-9 pada 4x4x4 Cube lewat catatan 48.55 detik, serta membukukan 16.06 detik pada 3x3x3 Cube dan 3.44 detik pada 2x2x2 Cube. Akbar Yunus Yahya memulai perjalanan resminya dengan torehan 15.76 detik pada 3x3x3 Cube, 8.08 detik pada Pyraminx, dan 5.86 detik pada 2x2x2 Cube. Bagas Zala Pamungkas mencatatkan 4.13 detik pada 2x2x2 Cube, 2:02.63 pada 4x4x4 Cube, dan 22.11 detik pada 3x3x3 Cube. Benjamin Ethan Anggara menandai penampilan perdananya dengan mencatat 5.74 detik pada 2x2x2 Cube dan 26.55 detik pada 3x3x3 Cube.

Pertarungan paling menegangkan terjadi pada final 2x2x2 Cube, di mana Denzel A. J. Wahyudi keluar sebagai juara dengan rata-rata 3.20 detik dan single 1.77 detik. Fayad Hafiz Attaqi meraih posisi kedua dengan rata-rata yang sama persis yaitu 3.20 detik, sedangkan Fahmi Aulia Rachman menempel ketat di urutan ketiga dengan rata-rata 3.22 detik di tengah 25 peserta yang bertanding dalam 2 putaran.

Nomor puzzle bentuk lainnya turut menyuguhkan aksi memukau dari para spesialisasi alat putar cepat. Hopi Fattan Prabasukma memenangkan kategori Pyraminx melalui catatan rata-rata 3.08 detik dan single 2.24 detik, mengungguli Nauval Al Ghifari dengan rata-rata 5.20 detik dan Akmal Isyam Huda dengan 5.91 detik. Di nomor Skewb, Fayad Hafiz Attaqi menjadi kampiun dengan rata-rata 3.61 detik, disusul Muhammad Fahri Rahman dengan 3.93 detik dan Akmal Isyam Huda dengan 5.95 detik.

Seluruh 21 posisi podium yang tersedia berhasil diamankan oleh para atlet tuan rumah Indonesia. Penyelenggaraan Semarang Speedcubing 2024 di kota Semarang pada tahun 2024 ini menegaskan pentingnya konsistensi rata-rata waktu dalam menentukan juara sejati, sekaligus menjadi tolak ukur perkembangan kemampuan para peserta menyambut musim kompetisi berikutnya.