SC.app
Competitions

Rapid Academy Indonesian Championship 2025

Sign in to follow
Results
December 19, 2025 – December 21, 2025Sleman City hall · Sleman Regency, Yogyakarta Special Region, ID111 people16 events

3x3x3 Cube podium

Gold
6.75 avg · 6.20 single
Silver
6.92 avg · 6.44 single
Bronze
6.98 avg · 5.82 single

Photos, videos & posts from Rapid Academy Indonesian Championship 2025

Competition recap

A written summary of Rapid Academy Indonesian Championship 2025, generated from the official results on this page.

Big Cubes Define the Grind at Rapid Academy Indonesian Championship 2025English

One hundred and eleven competitors took to the tables at Sleman City hall across three demanding days of speedcubing action. The Rapid Academy Indonesian Championship 2025, held from December 19 to December 21 in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region, Indonesia, delivered 31 rounds of intense play across 16 different events. Above all else, the 2025 gathering served as a pure showcase of physical and mental endurance, with the large mechanical puzzles pushing the top solvers to their physical limits across multiple rounds of high-pressure turning.

The big-cube events demand a rare blend of forearm stamina, pattern recognition, and absolute focus over long solves. Lim Hung of Malaysia produced a masterclass across the heavier categories, capturing the 5x5x5 Cube, 6x6x6 Cube, and 7x7x7 Cube titles. In the 5x5x5 final, Lim posted a winning average of 44.23 seconds to edge out Indonesia's Leon Marcell Alamanda at 44.74 and Firstian Fushada at 44.93. Lim also set the single standard on the 5x5x5 at 35.97 seconds, proving unstoppable as puzzle layers multiplied.

Lim continued his dominance on the largest standard puzzles on the schedule, taking the 6x6x6 Cube crown with an average of 1:14.94 and a single of 1:11.20, once again holding off Firstian Fushada with 1:21.32 and Leon Marcell Alamanda with 1:28.47. In the massive 7x7x7 Cube final, Lim closed the triple sweep with a 1:47.33 winning average and a single of 1:40.09. Firstian Fushada took second place with 1:58.51, while Alamanda secured third in 2:06.00, completing a gruelling stretch of long-format speed cubing at the highest regional level.

Beyond the big cubes, Firstian Fushada put together an astonishing multi-event campaign at the Rapid Academy Indonesian Championship 2025. Fushada topped the podium in six separate disciplines, including 2x2x2 Cube with a 1.75 average, Skewb with 2.29, Megaminx with 37.97, and Square-1 with 9.16. Demonstrating remarkable blindfolded mastery, Fushada also won 4x4x4 Blindfolded with a 3:52.06 single and dominated the 3x3x3 Multi-Blind event, successfully solving 21 out of 23 cubes in a time of 54 minutes and 54 seconds.

The spotlight at this WCA competition extended far beyond the podium finishers, capturing remarkable breakthroughs from emerging competitors across the floor. Mark Jurgen Steinly tackled eight events during the weekend, delivering a massive personal best in Skewb of 10.28 seconds, which was 59.4 percent faster than his prior mark of 25.32, alongside a 9.6 percent improvement in Pyraminx to 6.56 and a first official attempt at Square-1 of 33.39. Evan Hutama Santoso took on six disciplines, cutting his Skewb personal best down by 55.1 percent from 24.36 to 10.93 seconds, while also logging his first official attempts in 3x3x3 One-Handed at 1:11.92 and Clock at 21.25. Bimantyo Cesa Afandi entered eight categories, trimming his Skewb best by 50.2 percent from 6.56 to 3.27 seconds, alongside debut runs in 3x3x3 One-Handed at 14.31 and Clock at 16.14.

Progress continued across the field as competitors expanded into demanding new formats. Refi Mulia took on seven events and earned a 14th-place finish in Skewb, while slashing his 4x4x4 Cube personal best by 31 percent down to 58.67 seconds from 1:24.99, alongside first official attempts in Square-1 at 33.19 and 3x3x3 One-Handed at 42.41. Raffa Shalqie stepped up for four events, establishing first-ever marks in 4x4x4 Cube with 1:34.60, Pyraminx with 16.08, and 2x2x2 Cube with 6.45. Harun Hafizh Pratama took on a broad slate of seven events, recording inaugural official times in Square-1 at 1:01.89, Clock at 14.10, and the 4x4x4 Cube at 1:56.65.

The classic Rubik's Cube brought the largest field of the weekend, with 105 competitors contesting the flagship event. Muhammad Faeyza Koda prevailed in the 3x3x3 Cube final, producing a winning average of 6.75 seconds and a best single of 6.20 across three rounds. Koda added another victory in 3x3x3 One-Handed, claiming the title with an average of 9.33 seconds. The 3x3 results capped a high-energy schedule that tested both pure speed and specialized turning techniques across multiple rounds of elimination.

Specialized puzzles generated sharp finishes throughout the weekend in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region, Indonesia. Luis Tan Hong Yi secured the Pyraminx title with a 2.45 average, while Kingston Dylan Karianto won Clock with a 4.48 mark. In 3x3x3 Blindfolded, Phillip Maxwell took first with an 18.69 single ahead of Firstian Fushada at 22.79 and Galih Arya Santosa at 25.67. Vincent Hartanto Utomo conquered the marathon 5x5x5 Blindfolded event, winning with a single of 15:35.00 ahead of Jiayu Wang at 19:14.00 and Maxwell at 20:34.00.

Overall podium tallies reflected strong international and domestic representation, with Indonesian competitors claiming 35 podium places, Malaysia taking seven, China earning four, and Singapore securing two. The Rapid Academy Indonesian Championship 2025 concluded as a comprehensive test of puzzle-solving stamina, leaving the community with new benchmarks as competitors look ahead to the next season of cubing competition.

Rapid Academy Indonesian Championship 2025 Hadirkan Rekor Pribadi dan Persaingan KetatBahasa Indonesia

Sebanyak 111 peserta memadati Sleman City hall untuk membuktikan hasil latihan mereka di atas panggung kompetisi. Gelaran Rapid Academy Indonesian Championship 2025 yang berlangsung di Sleman Regency, Yogyakarta Special Region, Indonesia menyuguhkan atmosfer olahraga asah otak yang sarat determinasi. Sepanjang 19 hingga 21 Desember 2025, para pegiat Rubik's Cube dari berbagai penjuru berkumpul guna menguji kecepatan jari dan ketajaman strategi dalam agenda resmi tingkat nasional ini.

Kompetisi ini menggelar 16 nomor perlombaan dengan total 31 babak yang berlangsung selama tiga hari penuh. Di kategori utama 3x3x3 Cube, Muhammad Faeyza Koda berhasil mengamankan gelar juara setelah membukukan rata-rata waktu 6.75 di babak final, disusul catatan single terbaik 6.20 dari total 105 peserta. Muhammad Faeyza Koda juga menunjukkan dominasi solid pada nomor 3x3x3 One-Handed dengan raihan rata-rata 9.33 dan single 8.96 dari 62 peserta.

Firstian Fushada (符逢城) menjadi salah satu sosok paling mencolok di Rapid Academy Indonesian Championship 2025 dengan merebut sederet gelar juara. Firstian Fushada (符逢城) memenangi 2x2x2 Cube dengan rata-rata 1.75, Skewb dengan rata-rata 2.29, Megaminx lewat torehan 37.97, serta Square-1 dengan catatan 9.16. Kehebatannya berlanjut di nomor ingatan dengan mengunci kemenangan pada 3x3x3 Multi-Blind melalui perolehan 21/23 dalam waktu 54:54 dan 4x4x4 Blindfolded dengan single terbaik 3:52.06.

Di kategori kubus besar, delegasi Malaysia Lim Hung (林弘) tampil mendominasi tanpa celah di hadapan puluhan peserta tangguh. Lim Hung (林弘) sukses mengamankan kemenangan pada nomor 4x4x4 Cube dengan rata-rata 24.09, 5x5x5 Cube lewat catatan 44.23, 6x6x6 Cube dengan torehan 1:14.94, serta 7x7x7 Cube dengan waktu 1:47.33. Sementara itu, Luis Tan Hong Yi (陈宏溢) menguasai Pyraminx dengan rata-rata 2.45 dan Kingston Dylan Karianto menjadi yang tercepat di nomor Clock melalui rata-rata 4.48.

Persaingan nomor tanpa melihat juga memberikan ujian konsentrasi tingkat tinggi yang menuntut hafalan presisi dari setiap peserta. Phillip Maxwell mengamankan podium tertinggi pada 3x3x3 Blindfolded dengan catatan single 18.69 di hadapan Firstian Fushada (符逢城) dan Galih Arya Santosa. Pada nomor 5x5x5 Blindfolded, Vincent Hartanto Utomo berhasil keluar sebagai pemenang tunggal setelah menuntaskan putaran dengan single 15:35.00, mengungguli Jiayu Wang (王佳宇) dan Phillip Maxwell.

Di luar daftar juara, panggung WCA competition ini menjadi arena pembuktian lonjakan performa dan rekor pribadi bagi banyak peserta. Richard Ongkomihardjo yang turun di 6 nomor sukses mencatatkan percobaan perdana Clock dengan hasil 14.04, memangkas waktu Pyraminx sebesar 58 persen menjadi 5.70, serta menajamkan catatan 3x3x3 One-Handed menjadi 26.41. El Shaka Kasabian Aryasa mengikuti 8 nomor, menjalani debut 5x5x5 Cube dengan waktu 3:29.50, sekaligus memperbaiki catatan Skewb sebesar 46.7 persen menjadi 3.46 dan Clock menjadi 16.18. Mas Isa Eliamasih yang berkompetisi di 4 nomor berhasil melakukan percobaan perdana 4x4x4 Cube dengan torehan 1:00.89, memangkas catatan 3x3x3 One-Handed sebesar 43.9 persen menjadi 26.38, dan mempertajam rekor 2x2x2 Cube menjadi 1.53.

Semangat perkembangan individu terus berlanjut lewat performa impresif peserta lainnya di arena pertandingan. Jaisyu Muhammad Latief yang turun pada 7 nomor mencatat debut Clock dengan hasil 21.38, memangkas waktu 3x3x3 One-Handed sebesar 35.3 persen menjadi 42.75, serta memperbaiki Skewb menjadi 9.05. Syota Satria Yabuki tampil dalam 8 nomor dengan capaian terbaik peringkat ke-12 di Clock, mempertajam rekor Square-1 sebesar 46 persen menjadi 12.99, memangkas waktu 5x5x5 Cube sebesar 39.4 persen menjadi 1:28.32, dan mencatat waktu Clock 5.42. Nathan Chislon Alexander menuntaskan 3 nomor dengan mencatat percobaan perdana di 2x2x2 Cube berwaktu 7.75, debut 4x4x4 Cube 1:20.53, serta memperbaiki rekor 3x3x3 Cube sebesar 15.2 persen menjadi 16.68.

Secara keseluruhan, kontingen tuan rumah Indonesia mendominasi perolehan podium dengan total 35 tempat, didampingi Malaysia dengan 7 tempat podium, China dengan 4 tempat, dan Singapura dengan 2 tempat. Rangkaian pertandingan yang berjalan rapi membuktikan kualitas komunitas speedcubing di tanah air yang kian matang secara teknis. Semangat sportivitas dan dorongan untuk melampaui batas kemampuan diri menjadi warna utama sepanjang kejuaraan.

Keberhasilan penyelenggaraan Rapid Academy Indonesian Championship 2025 menjadi bukti nyata tumbuhnya standar kompetitif cubing competition di Indonesia. Dari ketenangan kategori blindfolded hingga kecepatan tangan di nomor standar, seluruh rangkaian nomor telah menghadirkan tontonan olahraga yang berbobot. Dengan banyaknya rekor pribadi baru yang tercipta, para peserta kini menatap agenda musim kompetisi berikutnya dengan modal kepercayaan diri yang lebih tinggi.