SC.app
Competitions

Rapid Academy Indonesian Championship 2024

Sign in to follow
Results
December 20, 2024 – December 22, 2024Glodok Plaza · Jakarta, ID137 people16 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.39 avg · 5.40 single
Silver
7.84 avg · 7.15 single
Bronze
7.88 avg · 6.76 single

Photos, videos & posts from Rapid Academy Indonesian Championship 2024

Competition recap

A written summary of Rapid Academy Indonesian Championship 2024, generated from the official results on this page.

Rapid Academy Indonesian Championship 2024 Brings Elite Action to JakartaEnglish

Thirty-three rounds across sixteen distinct disciplines demanded flawless timing and relentless stamina at Glodok Plaza. Running a WCA competition of this scale requires tremendous coordination from organizers, delegates, and station runners. Across December 20 to December 22, the crew guided 137 competitors through a demanding schedule in Jakarta, Indonesia. Every group changeover, judging table, and scrambling table operated in lockstep to keep the tournament moving on time. The smooth execution allowed solvers to focus entirely on turning at maximum speed throughout the 2024 event, making the weekend a logistical triumph.

The Rapid Academy Indonesian Championship 2024 served as a major showcase for regional speedcubing talent. Indonesia accounted for 35 podium places over the weekend, while traveling solvers from Malaysia took seven, Thailand took six, and Singapore claimed three. Behind that international balance stood a volunteer workforce that kept the competition floor running without interruption. Competitors moved seamlessly from registration to warm-up zones and onto the competition stage, giving the tournament a structured, professional atmosphere across all three days of high-intensity play.

Classic Rubik's Cube solving took center stage in the main event, where 129 entrants battled through three intense stages. The final 3x3 results saw Muhammad Faeyza Koda secure first place for Indonesia with a winning average of 7.39 seconds, backed by a best single of 5.40. Leon Marcell Alamanda claimed second place with a 7.84 average, while Kentaro Sasaki took third in 7.88. The standard of speed cubing at the top of the bracket remained fiercely competitive right down to the final solves.

Short-format puzzles delivered rapid turnarounds and sharp finishes throughout the schedule. In 2x2x2 Cube, Singapore's Jovan Susanto took the title with a 1.79 average after logging a 1.51 best single, finishing ahead of Alamanda in second at 2.22 and Thailand's Asia Konvittayayotin in third at 2.61. Bryan Frank topped Pyraminx with a 2.53 average, while Luis Tan Hong Yi captured Skewb in 2.24. In 3x3x3 One-Handed, Fahmi Aulia Rachman took first with an average of 10.34, and Abraham Joachim Hadiwijaya won Clock with a 5.22 average.

Beyond the podium battles, several competitors achieved remarkable milestones away from the spotlight. Clayton Alexander Sutanto tackled eight events, logging his first ever attempt at 5x5x5 Cube in 2:03.47 and Square-1 in 27.02, while slashing his 2x2x2 Cube personal best by 54.7 percent down to 1.69 seconds. Syota Satria Yabuki entered nine events, trying Megaminx for the first time with a 2:18.29 solve, while cutting his Square-1 personal best by 53.3 percent to 24.05 and dropping his Clock mark by 27.5 percent to 7.46. Mikael Lerins Christian registered his first attempts at 2x2x2 Cube with 7.15 and One-Handed with 45.16, alongside improving his 3x3x3 Cube personal best by 48.3 percent down to 21.33.

The breadth of participation continued with Floyd Lim, who entered nine events and recorded first-time competition marks in Pyraminx at 5.43, 4x4x4 Cube at 48.21, and 5x5x5 Cube at 1:36.77, finishing 13th in Square-1. Joshua Norren Chandra took on eight events, securing his first attempts in One-Handed at 25.52, Square-1 at 34.23, and 5x5x5 Cube at 1:43.63, with a weekend best finish of 17th in 2x2x2 Cube. Rudi Aditya contested seven disciplines, posting his first attempts in One-Handed at 50.81, Pyraminx at 9.84, and 4x4x4 Cube at 1:26.71.

Big cube events highlighted the technical mastery of Malaysia's Lim Hung, who assembled an extraordinary run of victories. Lim won 5x5x5 Cube with a 46.55 average, 6x6x6 Cube with 1:15.34, and 7x7x7 Cube with 1:54.03, while also topping Megaminx in 48.55 and Square-1 in 9.64. In 4x4x4 Cube, Konvittayayotin earned the title with a 25.90 average. The sustained pace required across these complex disciplines tested both hardware and endurance at the Rapid Academy Indonesian Championship 2024.

Memory disciplines demanded quiet focus on the stage, where Phillip Maxwell led the way with a winning 3x3x3 Blindfolded average of 20.92 seconds and a perfect 11 for 11 in 3x3x3 Multi-Blind in 37:41. Lim Hung added the 4x4x4 Blindfolded title with a single of 4:30.33, while Vincent Hartanto Utomo secured 5x5x5 Blindfolded with a 14:59.00 single. The successful delivery of such a varied schedule reflected the dedication of the organizers, concluding the Rapid Academy Indonesian Championship 2024 as a standout cubing competition for the region.

Dominasi Gelar dan Persaingan Ketat di Glodok Plaza JakartaBahasa Indonesia

Sebanyak 137 peserta berkumpul memadati Glodok Plaza untuk bertarung dalam perburuan gelar bergengsi di ajang Rapid Academy Indonesian Championship 2024. Digelar selama tiga hari penuh dari tanggal 20 hingga 22 Desember 2024 di Jakarta, Indonesia, kejuaraan ini menyajikan panggung tingkat tinggi dengan 16 cabang resmi dan 33 babak kompetisi. Skala persaingan yang begitu masif menuntut konsistensi serta ketahanan mental baja dari setiap atlet speedcubing yang berlaga di lantai pertandingan.

Sorotan utama tertuju pada nomor bergengsi kubus 3x3x3 yang diikuti oleh 129 peserta melewati tiga putaran yang menegangkan. Muhammad Faeyza Koda membuktikan ketangguhannya dengan merebut posisi juara lewat raihan rata-rata 7.39 detik di babak final, disusul catatan tunggal terbaik 5.40 detik. Di podium utama kubus Rubik tersebut, Leon Marcell Alamanda merebut posisi kedua dengan rata-rata 7.84 detik, sementara Kentaro Sasaki menempati tempat ketiga melalui torehan 7.88 detik.

Panggung kompetisi di Jakarta tahun 2024 ini juga menjadi saksi performa impresif dari wakil Malaysia, Lim Hung (林弘), yang merajai berbagai nomor papan atas. Lim Hung sukses memboyong serangkaian kemenangan prestisius, mencakup cabang 5x5x5 Cube dengan rata-rata 46.55 detik, 6x6x6 Cube lewat waktu 1:15.34, 7x7x7 Cube dengan catatan 1:54.03, Megaminx lewat torehan 48.55 detik, serta Square-1 dengan rata-rata 9.64 detik. Di kategori blindfolded 4x4x4, ia mengunci kemenangan dengan torehan single terbaik 4:30.33.

Persaingan kategori kecepatan lainnya menyajikan duel waktu yang luar biasa cepat di berbagai meja final. Jovan Susanto dari Singapura berhasil memuncaki podium kubus 2x2x2 dengan catatan rata-rata 1.79 detik, mengungguli Leon Marcell Alamanda yang mencatatkan 2.22 detik dan Asia Konvittayayotin (เอเชีย กรวิทยโยธิน) dengan 2.61 detik. Sementara itu pada nomor 3x3x3 One-Handed, Fahmi Aulia Rachman tampil dominan dan merebut gelar juara berkat rata-rata 10.34 detik setelah menyisihkan 82 pesaing tangguh.

Di luar perebutan podium kejuaraan, Rapid Academy Indonesian Championship 2024 mencatat banyak lompatan capaian pribadi yang mengagumkan dari para peserta. Ishaan Dev Kharbanda tampil luar biasa dengan memangkas catatan 2x2x2 Cube miliknya hingga 53.2 persen menjadi 3.78 detik dari sebelumnya 8.07 detik, seraya mencatat rekor pribadi Pyraminx 9.16 detik dan menjalani percobaan resmi pertamanya di nomor Skewb dengan waktu 15.54 detik. Tyler Jordannio Krisanto memanfaatkan enam cabang yang diikutinya untuk menembus peringkat ke-13 Megaminx lewat percobaan debut 54.77 detik, mempertajam waktu 2x2x2 Cube sebesar 46.2 persen menjadi 1.68 detik, serta mencatat rekor pribadi 12.93 detik di nomor 3x3x3 One-Handed.

Kemajuan pesat juga ditunjukkan oleh Edric Sun yang mempertajam rekor 2x2x2 Cube miliknya sebesar 45.3 persen menjadi 4.41 detik dan memangkas waktu 3x3x3 Cube sebesar 43 persen menjadi 12.60 detik, di samping melakoni debut nomor 3x3x3 One-Handed dengan 34.67 detik. Eldino Lesmana yang turun di 11 cabang sukses meraih finis ke-11 di Skewb berbekal rekor pribadi 2.10 detik yang 49.2 persen lebih cepat, mempertajam waktu 6x6x6 Cube sebesar 42.8 persen menjadi 4:28.58, serta mencatatkan debut Megaminx 2:08.97. Nico Jeremiah Tjahjadi mempertajam catatan 2x2x2 miliknya sebesar 39.8 persen menjadi 2.93 detik dan menyelesaikan debut 5x5x5 Cube dalam 2:52.83, sementara Giovinco Wilson Xie mengukir rekor pribadi Pyraminx 8.35 detik yang 37.2 persen lebih cepat di samping menjalani percobaan perdana 2x2x2 Cube dengan hasil 6.43 detik.

Nomor-nomor tanpa melihat atau blindfolded turut menghadirkan drama konsentrasi penuh di panggung WCA competition akhir pekan ini. Phillip Maxwell mendominasi kategori ingatan dengan menjuarai nomor 3x3x3 Blindfolded lewat rata-rata 20.92 detik, sekaligus memuncaki nomor 3x3x3 Multi-Blind berkat perolehan sempurna 11 dari 11 kubus dalam durasi 37:41. Untuk cabang ekstrem 5x5x5 Blindfolded, Vincent Hartanto Utomo keluar sebagai juara tunggal berkat keberhasilan menyelesaikan kubus dalam waktu 14:59.00.

Kelengkapan nomor pada perhelatan akbar ini dipungkasi oleh kemenangan Bryan Frank di Pyraminx dengan rata-rata 2.53 detik, Luis Tan Hong Yi (陈宏溢) yang merebut emas Skewb dengan catatan 2.24 detik, Abraham Joachim Hadiwijaya di nomor Clock dengan rata-rata 5.22 detik, serta Asia Konvittayayotin (เอเชีย กรวิทยโยธิน) yang mengamankan gelar 4x4x4 Cube dengan rata-rata 25.90 detik. Dari total perolehan podium, tuan rumah Indonesia mengoleksi 35 posisi, disusul Malaysia dengan 7 podium, Thailand dengan 6 podium, dan Singapura dengan 3 podium.

Tuntasnya seluruh babak di Glodok Plaza menegaskan kesuksesan gelaran Rapid Academy Indonesian Championship 2024 sebagai salah satu tolok ukur tertinggi ajang cubing competition tanah air. Seluruh nomor yang tuntas dipertandingkan meninggalkan catatan waktu tajam serta standar kompetisi yang kian meningkat bagi para atlet menjelang musim pertandingan berikutnya.