PSKG Premiere Cubing 2025
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeMuhammad Faeyza Koda7.40
- 2x2x2 CubeMuhammad Faeyza Koda1.80
- 4x4x4 CubePing-Yueh Huang (黃品越)27.96
- 5x5x5 CubePing-Yueh Huang (黃品越)49.90
- 3x3x3 BlindfoldedPing-Yueh Huang (黃品越)31.15
- 3x3x3 One-HandedLeon Marcell Alamanda10.58
- ClockLeon Marcell Alamanda4.90
- PyraminxDavelno Danish Raziq3.55
- SkewbLeon Marcell Alamanda3.73
- 3x3x3 Multi-BlindDeri Nata Wijaya13/13 in 52:02
Photos, videos & posts from PSKG Premiere Cubing 2025
Competition recap
A written summary of PSKG Premiere Cubing 2025, generated from the official results on this page.
Community Spirit and Blistering Speed Define PSKG Premiere Cubing 2025 in JakartaEnglish
A razor-thin margin of two hundredths of a second decided the premier 3x3x3 Cube final at Penabur Secondary Kelapa Gading, where Muhammad Faeyza Koda edged out Leon Marcell Alamanda with a 7.40 winning average against Alamanda's 7.42. The electric finish capped off an expansive weekend of action at PSKG Premiere Cubing 2025, held across February 15 and February 16 in Jakarta, Indonesia. Beyond the fierce race on the main stage, the gathering served as a lively festival of speedcubing camaraderie, drawing 113 competitors to the capital for two days of shared passion, mutual encouragement, and intense multi-round drama across ten distinct events.
The energy across the venue floor reflected the thriving grassroots culture of Indonesian speed cubing. Between high-stakes stages, competitors shared algorithms, inspected hardware, and supported peers across 15 total rounds. While Muhammad Faeyza Koda secured a double crown by capturing the 2x2x2 Cube title with an average of 1.80 alongside his 3x3x3 triumph, the podiums highlighted deep international and regional friendships. Taiwan's Ping-Yueh Huang joined the celebration, taking third in both the 2x2x2 and 3x3x3 events, finishing just behind runner-up Azaeel Benaya Putra in the short format and Alamanda in the flagship showcase.
Specialist and side events added rich texture to this WCA competition, giving fans and competitors plenty to cheer throughout both days. Leon Marcell Alamanda turned in a phenomenal performance across diverse disciplines, earning gold in 3x3x3 One-Handed with a 10.58 average ahead of Muhammad Faeyza Koda, taking first in Clock with a 4.90 average, and claiming the Skewb title averaging 3.73. Alamanda also added runner-up finishes in 4x4x4 Cube and 5x5x5 Cube, demonstrating exceptional versatility across radically different mechanisms.
The big-cube and blindfolded categories showcased the remarkable technical range present at PSKG Premiere Cubing 2025. Ping-Yueh Huang claimed a pair of dominant victories on the larger puzzles, topping the 4x4x4 Cube with a 27.96 average and taking the 5x5x5 Cube title in 49.90, with Steve Jourdane Saputra securing third in both events. Huang then displayed extraordinary memory skills by winning the 3x3x3 Blindfolded event in 31.15, finishing ahead of Tristan Setiawan and Deri Nata Wijaya. In the demanding 3x3x3 Multi-Blind, Deri Nata Wijaya triumphed with a flawless 13 out of 13 cubes solved in 52:02, leading Huang and Cendy Cahyo Rahmat.
Beyond the trophies and podium honors, the heartbeat of the cubing competition was found in the personal milestones achieved across the full field of solvers. Nirvaan Khamesra took on three events and delivered a massive leap forward in the Rubik's Cube, recording a personal best of 50.45 that was 34.4 percent faster than their previous mark of 1:16.90, alongside first attempts in Pyraminx with a 16.31 single and 2x2x2 Cube with 14.99. Chloe Rachelle Chan also made substantial strides, shaving 25.8 percent off their 2x2x2 Cube personal best with a 7.89 single, finishing fifth in Clock, and logging initial attempts at Skewb in 11.35 and Pyraminx in 15.90.
That same adventurous drive was on full display as other dedicated solvers expanded their repertoires at PSKG Premiere Cubing 2025. Stanley Jovian Chang Fushi entered seven events, securing 14th place in Skewb and posting first official marks in 4x4x4 Cube at 1:27.72, Skewb at 6.25, and Pyraminx at 10.29. Tiffany Li tackled six events, achieving a weekend-best 24th in 5x5x5 Cube while logging debut solves in 3x3x3 One-Handed at 35.97, 5x5x5 Cube at 2:36.13, and Pyraminx at 8.61. Aldrich Jacob Nicodemus placed eighth in Pyraminx while making maiden appearances in Clock at 20.14, One-Handed at 21.12, and Skewb at 4.60, while Matthew Silaen took on four events, setting debut marks in 4x4x4 Cube at 4:02.27, 2x2x2 Cube at 9.03, and 3x3x3 Cube at 35.23.
The Pyraminx bracket provided another thrilling highlight during the weekend schedule, as Davelno Danish Raziq navigated two rounds to secure the title with an impressive winning average of 3.55 and a best single solve of 2.28. In the Clock event, podium finishers Abraham Joachim Hadiwijaya with a 5.86 average and Gerson Natanael with a 7.75 average joined Alamanda in celebrating precision performances on the iconic dial puzzle, underscoring the deep talent pool present across every category.
As the final awards concluded, the official 3x3 results and podium tallies celebrated an outstanding weekend for the region, with host nation Indonesia collecting 24 podium placements alongside six for Taiwan. The success of PSKG Premiere Cubing 2025 in Jakarta, Indonesia reflected not only high-level athletic execution on the timers, but also a welcoming community environment where newcomers and seasoned competitors pushed each other to new personal records and shared memories that will fuel the community heading into the next competitive season.
Persaingan Ketat dan Catatan Waktu Kilat di PSKG Premiere Cubing 2025Bahasa Indonesia
Pertarungan kecepatan di nomor 3x3x3 Cube berakhir dengan selisih yang sangat tipis ketika Muhammad Faeyza Koda mengamankan podium teratas melalui raihan rata-rata 7.40 detik, mengungguli Leon Marcell Alamanda yang menempel ketat dengan catatan rata-rata 7.42 detik. Ketegangan di partai puncak nomor utama tersebut menjadi puncak dari kemeriahan kompetisi speedcubing yang mempertemukan sebanyak 113 peserta. Digelar pada tanggal 15 hingga 16 Februari 2025 di Penabur Secondary Kelapa Gading, ajang PSKG Premiere Cubing 2025 sukses menyajikan aksi adu cepat puzzle kelas atas di Jakarta, Indonesia.
Kemenangan di nomor utama Rubik Cube tersebut sekaligus melengkapi akhir pekan gemilang bagi Muhammad Faeyza Koda. Sebelumnya, ia juga tampil dominan dalam nomor 2x2x2 Cube dengan membukukan rata-rata kemenangan 1.80 detik dan single terbaik 1.75 detik dari total dua putaran yang diikuti 80 peserta. Dominasi di dua nomor kecepatan paling mendasar ini menegaskan ketangguhan wakil Indonesia tersebut, sementara Azaeel Benaya Putra finis di tempat kedua dengan rata-rata 2.76 detik dan wakil Taiwan Ping-Yueh Huang melengkapi podium di tempat ketiga dengan 2.85 detik.
Leon Marcell Alamanda yang nyaris memuncaki kategori 3x3x3 Cube tidak pulang dengan tangan hampa. Ia mendominasi sejumlah kategori spesialisasi dengan mengamankan tiga gelar juara sekaligus di PSKG Premiere Cubing 2025. Di nomor 3x3x3 One-Handed, Leon mencatatkan rata-rata kemenangan 10.58 detik untuk mengungguli Muhammad Faeyza Koda di peringkat kedua dengan 11.86 detik dan Nathan Aristotle Fan di posisi ketiga dengan 13.53 detik. Ia juga meraih kemenangan di nomor Skewb lewat torehan rata-rata 3.73 detik serta Clock dengan catatan rata-rata 4.90 detik.
Persaingan puzzle dimensi besar didominasi oleh Ping-Yueh Huang asal Taiwan yang tampil sangat konsisten di setiap babak. Pada nomor 4x4x4 Cube, Ping-Yueh Huang membukukan rata-rata kemenangan 27.96 detik, unggul atas Leon Marcell Alamanda yang mencatatkan 28.40 detik dan Steve Jourdane Saputra di tempat ketiga dengan 29.13 detik. Di kategori 5x5x5 Cube, Huang kembali memimpin dengan catatan rata-rata 49.90 detik, diikuti kembali oleh Leon Marcell Alamanda di peringkat kedua dengan 53.07 detik dan Steve Jourdane Saputra di posisi ketiga lewat rata-rata 1:05.86.
Tidak hanya unggul pada kubus besar, Ping-Yueh Huang juga menunjukkan keahlian memorisasinya dengan merebut kemenangan pada nomor 3x3x3 Blindfolded melalui raihan rata-rata 31.15 detik, mengungguli Tristan Setiawan yang mencatat 53.29 detik dan Deri Nata Wijaya dengan 1:33.96. Namun pada nomor 3x3x3 Multi-Blind, Deri Nata Wijaya berhasil tampil sempurna untuk mengunci posisi pertama setelah menyelesaikan 13 dari 13 kubus dalam tempo 52:02, sementara Huang berada di posisi kedua dengan 18 dari 25 kubus dalam waktu 53:52 dan Cendy Cahyo Rahmat di peringkat ketiga dengan 3 dari 4 kubus.
Di balik persaingan memperebutkan medali, kejuaraan ini menyuguhkan banyak kisah kemajuan individual yang mengesankan dari para peserta. Erick William Liem yang turun pada dua nomor mencatatkan debut perdananya di nomor 2x2x2 Cube dengan hasil 7.33 detik serta mempertajam catatan personal terbaiknya di nomor 3x3x3 Cube menjadi 21.38 detik atau 51.6 persen lebih cepat dari rekor sebelumnya. Dirga Pramudya Susanto yang berpartisipasi di empat nomor mencatatkan debut di nomor Skewb dengan 18.79 detik, memangkas waktu 3x3x3 Cube menjadi 17.15 detik yang 45.8 persen lebih cepat, serta memperbaiki torehan Pyraminx menjadi 5.76 detik.
Kemajuan yang nyata juga diperlihatkan oleh Rafael Koroh yang mengikuti empat nomor dan finis terbaik di peringkat ke-13 Pyraminx, melakukan percobaan resmi pertamanya di 4x4x4 Cube dengan waktu 48.71 detik, mempercepat torehan Pyraminx menjadi 5.95 detik, serta mencatatkan rekor pribadi 3x3x3 One-Handed di angka 22.11 detik. Sementara itu, Theodore Hugo Abadi menyelesaikan debut pertamanya di nomor Skewb dengan 13.67 detik dan memperbaiki rekor 3x3x3 Cube menjadi 28.88 detik. Ryan Rafael turun di empat nomor dengan hasil terbaik finis ke-6 di 5x5x5 Cube, menyelesaikan debut 5x5x5 Cube dengan waktu 1:12.10 dan debut 2x2x2 Cube dengan 3.71 detik, serta Ephraim Caleb Hadiwijaya yang melakoni debut 3x3x3 Cube dengan 41.09 detik dan mempertajam rekor 2x2x2 Cube miliknya menjadi 10.51 detik.
Kategori Pyraminx menghadirkan gelar juara bagi Davelno Danish Raziq yang membukukan rata-rata 3.55 detik dari dua putaran ketat, mengungguli puluhan peserta lainnya. Gelaran kompetisi resmi PSKG Premiere Cubing 2025 ini secara keseluruhan mempertandingkan 10 nomor dengan 15 babak perlombaan. Keberhasilan para pemenang dan pencapaian waktu terbaik dari para peserta membuktikan tingginya antusiasme komunitas dalam ajang resmi WCA competition yang berlangsung meriah sepanjang dua hari perlombaan di Jakarta tersebut.
Dominasi tuan rumah terlihat jelas dalam tabel perolehan podium dengan Indonesia mengumpulkan 24 posisi podium dan Taiwan membawa pulang 6 posisi podium. Berbagai pertarungan sengit di atas meja lomba membuktikan betapa dinamisnya peta persaingan speedcubing saat ini. Ditutup dengan sukses di Penabur Secondary Kelapa Gading, perhelatan cubing competition PSKG Premiere Cubing 2025 memberikan tolok ukur baru bagi para peraih medali maupun peserta yang sukses memecahkan rekor personal mereka menuju musim kompetisi berikutnya.