SC.app
Competitions

Medan Speedcube Challenge 2023

Sign in to follow
Results
July 1, 2023 – July 2, 2023[Centre Point Mall](https://centrepoint.co.id/) · Medan, North Sumatra, ID35 people12 events

3x3x3 Cube podium

Gold
6.68 avg · 6.02 single
Silver
7.12 avg · 6.35 single
Bronze
7.62 avg · 6.86 single

Photos, videos & posts from Medan Speedcube Challenge 2023

Competition recap

A written summary of Medan Speedcube Challenge 2023, generated from the official results on this page.

Medan Speedcube Challenge 2023 Delivers Blistering Clashes and Epic Duels in North SumatraEnglish

A razor-thin margin of just 0.56 seconds decided the ultimate outcome on the largest stage at Centre Point Mall, setting the tone for a remarkably intense weekend. When the dust settled in the 7x7x7 Cube final, Lim Hung (林弘) took first place with an average of 2:01.99, barely edging out Anyu Zhang (张安宇), who registered a 2:02.55 average. Daryl Tan Hong An secured third place with a time of 2:17.44. That dramatic duel captured the electric spirit of the Medan Speedcube Challenge 2023, where 35 competitors gathered across July 1 and July 2 to contest 12 events and 22 rounds.

The 3x3x3 Cube tournament delivered high drama across three competitive rounds for 34 entrants. Daryl Tan Hong An took top honors on the main stage, capturing first place with a blistering 6.68 winning average and a best single time of 6.02. Tee Kai Yang kept the pressure on throughout the final round, taking second place with an average of 7.12. Firstian Fushada (符逢城) locked down third place on the podium with an average of 7.62. These exceptional 3x3 results highlighted the caliber of solving on display in Medan, North Sumatra, Indonesia.

Firstian Fushada (符逢城) mounted an unforgettable campaign across multiple disciplines throughout the cubing competition. In the 2x2x2 Cube, Firstian Fushada took first place with an average of 1.88, while Farrel Enzo Tanaputra took second in 2.27 and Daryl Tan Hong An finished third in 2.61. In the 4x4x4 Cube, Firstian Fushada earned another gold with a 24.72 average, outpacing Daryl Tan Hong An at 26.53 and Tee Kai Yang at 29.66. Firstian Fushada also took the top spot in 5x5x5 Cube with a 44.16 average ahead of Anyu Zhang at 49.96 and Lim Hung at 50.37.

The multi-event mastery from Firstian Fushada continued through the complex, non-traditional shapes and larger layers. In the 6x6x6 Cube, Firstian Fushada achieved a winning average of 1:23.39, holding off Daryl Tan Hong An at 1:29.23 and Lim Hung at 1:29.38. Firstian Fushada also secured victory in the Megaminx with a 36.60 average and captured the Square-1 crown with a 7.16 average. In the Clock event, Michael (謝富亦) proved unbeatable, securing first place with a 6.43 average over Firstian Fushada with 6.80 and Lim Hung with 8.90.

Specialized puzzles provided plenty of thrills for the speed cubing fans in attendance. Daryl Tan Hong An captured the Pyraminx title with a quick 4.12 average, logging a best single of 3.12. In 3x3x3 One-Handed solving, Tee Kai Yang walked away with first place with an average of 11.96, besting Daryl Tan Hong An at 12.23 and Firstian Fushada at 14.15. Meanwhile, Lim Hung claimed the Skewb title courtesy of a 3.69 winning average, rounding out an expansive schedule that tested every facet of handling the classic Rubik's Cube mechanism and modern variants.

Beyond the championship podiums, the official WCA competition was packed with personal breakthroughs. Vanderrich Orlando Cendana tackled eight events, trimming his Pyraminx single to 5.83, which was 48.3 percent faster than his previous mark of 11.27, while also notching an 11.86 in the 3x3x3 Cube and a 28.90 in One-Handed. Sutrisno completed an ambitious 11-event slate, dropping his Skewb time by 48.2 percent to 16.81, alongside a 46.13 in the 4x4x4 Cube and a 1:34.65 in 5x5x5. Ghaisan Rivaldo Altamis posted a 21.60 in the 3x3x3 Cube, improving by 42.3 percent, and cut his 2x2x2 Cube time to 6.59.

That same drive was evident across new challenges throughout the roster. Sausan Talita Raif entered five events, cutting her 3x3x3 One-Handed personal best to 50.03 for a 31.9 percent improvement, setting a 6.87 mark in Pyraminx, and making a first official attempt at 2x2x2 Cube with a time of 5.34. Louise Derizhy took on six events, achieving a best finish of 7th in Skewb, recording a first attempt of 5.98 in Skewb and 11.03 in Pyraminx, and improving his 2x2x2 Cube best to 3.70, which was 24.2 percent faster. Kayden Tan Jue Kai tackled seven events, logging a first Pyraminx attempt of 9.68 and setting personal bests of 1:07.64 in 4x4x4 Cube and 2:30.78 in Megaminx. Nelson Deva Lim made first attempts of 6.83 in Pyraminx and 1:08.04 in 4x4x4 Cube while improving his 3x3x3 Cube to 14.06. Felix Louis Hartalie registered a 17th-place finish in One-Handed with a first attempt of 36.62 and made his first 4x4x4 Cube attempt in 1:23.22.

National representation at the top of the standings remained widespread across Southeast Asia and beyond during the 2023 tournament. Host nation Indonesia accumulated 14 total podium finishes, while Malaysian competitors earned 11, Singapore collected 8, and China secured 3. From the tight fraction-of-a-second margins to major milestone breakthroughs, the Medan Speedcube Challenge 2023 closed out an exceptional showcase of speedcubing excellence that leaves every competitor ready to chase faster times when the community meets again next season.

Persaingan Ketat dan Dominasi Penuh di Medan Speedcube Challenge 2023Bahasa Indonesia

Daryl Tan Hong An mengamankan gelar paling bergengsi pada kategori 3x3x3 Cube dengan catatan rata-rata 6.68 detik setelah menorehkan single terbaik 6.02 detik. Capaian impresif perwakilan Singapura tersebut menjadi sorotan utama dalam akhir pekan penuh aksi di Centre Point Mall. Turnamen bertajuk Medan Speedcube Challenge 2023 yang berlangsung pada 1 hingga 2 Juli 2023 di Medan, North Sumatra, Indonesia ini menghadirkan pertarungan sengit di berbagai nomor dari kubus klasik hingga teka-teki mekanik berkecepatan tinggi.

Kompetisi resmi WCA competition ini menghadirkan total 12 cabang lomba dengan 22 babak yang diikuti oleh 35 peserta dari berbagai negara. Berbeda dengan ketenangan analisa langkah demi langkah di atas kertas tanpa batas waktu sepersekian detik, atmosfer cubing competition di arena ini menuntut reaksi jari yang sangat cepat. Ketangkasan para peserta diuji secara maksimal di setiap putaran untuk membuktikan efisiensi serta akurasi susunan putaran kubus Rubik di hadapan para juri.

Bintang tuan rumah Firstian Fushada (符逢城) tampil luar biasa dominan sepanjang gelaran Medan Speedcube Challenge 2023 dengan memborong enam kemenangan cabang sekaligus. Firstian Fushada (符逢城) merebut posisi puncak pada kategori 2x2x2 Cube dengan rata-rata 1.88 detik, 4x4x4 Cube dengan 24.72 detik, 5x5x5 Cube dengan 44.16 detik, 6x6x6 Cube dengan 1:23.39, Megaminx dengan catatan 36.60 detik, serta Square-1 dengan catatan rata-rata 7.16 detik. Penampilan impresif ini mengukuhkan dominasi Indonesia di klasemen podium.

Cabang 3x3x3 One-Handed menyajikan pertarungan teknis satu tangan yang dimenangkan oleh delegasi Malaysia, Tee Kai Yang, dengan raihan rata-rata 11.96 detik dan single terbaik 10.62 detik. Pada nomor Skewb, Lim Hung (林弘) sukses meraih posisi pertama dengan rata-rata 3.69 detik. Daryl Tan Hong An kembali merebut gelar juara pada nomor Pyraminx lewat rata-rata 4.12 detik, sedangkan Michael (謝富亦) keluar sebagai yang tercepat pada nomor Clock dengan rata-rata 6.43 detik setelah mencatat single 4.64 detik.

Kategori kubus berukuran besar 7x7x7 Cube menyajikan aksi ketahanan konsentrasi tingkat tinggi yang akhirnya dimenangkan oleh Lim Hung (林弘) berkat rata-rata 2:01.99 dan single terbaik 1:49.18. Keberhasilan para pemenang di setiap meja perlombaan Medan Speedcube Challenge 2023 mencerminkan ketatnya persaingan antarbangsa, di mana Indonesia berhasil mengumpulkan 14 podium, disusul Malaysia dengan 11 podium, Singapura dengan 8 podium, dan China dengan 3 podium secara keseluruhan.

Di luar daftar peraih podium, tabel hasil perlombaan menyimpan banyak kisah perkembangan individu yang luar biasa dari para peserta. Zhafran Shahzada tampil impresif di 5 kategori dengan finis terbaik posisi ke-4 pada 3x3x3 Cube, mempertajam rekor pribadinya menjadi 6.59 detik atau 14.5% lebih cepat, mencatat rekor pribadi 4x4x4 Cube 31.07 detik yang 18.2% lebih cepat, serta mencoba 5x5x5 Cube untuk pertama kali dengan waktu 1:24.76. Azzam Pratama Handana turun di 3 nomor, mencatat rekor pribadi 3x3x3 Cube 30.98 detik atau 11.3% lebih cepat, dan membukukan waktu 10.24 detik pada penampilan perdananya di Pyraminx. Xuanzheng Lin (林轩正) tampil di 4 nomor dan mempertajam rekor pribadinya di Skewb menjadi 8.85 detik yang 21.6% lebih cepat, di samping rekor pribadi Pyraminx 12.41 detik. Zahra Khairina yang berlaga di 5 nomor membukukan rekor pribadi 2x2x2 Cube 3.57 detik yang 16.4% lebih cepat serta catatan personal 1:21.10 pada 4x4x4 Cube.

Panggung kompetisi ini juga menyambut para peserta baru yang mengawali langkah resmi mereka di arena speedcubing. Fernando Carlos Wijaya (黄奕超) menjalani debutnya dengan mengikuti 6 kategori, finis di peringkat ke-5 Square-1, serta mencatat hasil perdana 2.45 detik pada 2x2x2 Cube, 54.76 detik pada 4x4x4 Cube, dan 34.27 detik pada 3x3x3 One-Handed. Ernest Loui Mok menyelesaikan 3 cabang pada penampilan debutnya dengan finis terbaik ke-15 di Skewb, menorehkan waktu perdana 13.10 detik di Pyraminx, 28.28 detik di 3x3x3 Cube, dan 10.32 detik di Skewb. Shane Arden Yang mengukir catatan resmi pertamanya di 2 nomor dengan 10.55 detik pada 2x2x2 Cube dan 35.21 detik pada 3x3x3 Cube, sementara Rayhan Al-Fatih mencatat 16.44 detik di 3x3x3 Cube dan 1:17.48 di 4x4x4 Cube pada 2 nomor yang diikutinya.

Perhelatan Medan Speedcube Challenge 2023 di Kota Medan tahun 2023 ini resmi ditutup dengan catatan manis bagi seluruh peserta dan pemenang. Dengan terselesaikannya seluruh rangkaian 22 babak dalam dua hari penyelenggaraan, ajang ini membuktikan tingginya antusiasme serta standar kompetitif di kawasan regional. Para pegiat dan atlet kini membawa pulang catatan waktu baru untuk dipersiapkan menuju musim perlombaan berikutnya.