SC.app
Competitions

3x3x3 Cube podium

Gold
7.97 avg · 7.19 single
Silver
8.93 avg · 7.99 single
Bronze
9.39 avg · 8.60 single

Photos, videos & posts from Kolektif Jogja Open 2024

Competition recap

A written summary of Kolektif Jogja Open 2024, generated from the official results on this page.

Kolektif Jogja Open 2024 Brings Fast Times and Fresh Milestones to SlemanEnglish

Steve Jourdane Saputra delivered the defining performance of the Kolektif Jogja Open 2024 on July 13, 2024, claiming the premier 3x3x3 Cube title with a 7.97 winning average and a best single solve of 7.19. Inside the lively halls of Kolektif Collaboration Space in Ngaglik, the venue proved to be an ideal stage for top-tier speedcubing. The energetic gathering brought together 47 competitors in Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia, creating an intense atmosphere across every round. Speed cubing enthusiasts filled the space to watch the country's sharpest talents test their reaction speed and spatial mastery across nine packed rounds of head-to-head action in 2024.

The main event served as a major focal point during this WCA competition, with 47 solvers pushing through three rigorous stages of classic Rubik's Cube solving. Behind Saputra, Krisna Arya Satria secured second place with an 8.93 average, while Winda Wardani rounded out the podium with a 9.39 mark. The final 3x3 results highlighted the extraordinary depth of talent in the local community, as Indonesian competitors swept all three top spots in a contest where mere tenths of a second decided podium positions.

Saputra doubled his gold tally in the big cubes, dominating the 4x4x4 Cube competition with a winning average of 32.26 and a rapid best single of 26.03 among 36 entrants. Muhammad Zhafran Al-Allam followed in second place with a 36.18 average, while Megaminx champion Nathaniel Lisandro Archie finished third with 37.00. Archie had earlier claimed his own victory in the twelve-sided Megaminx event, clocking an impressive 51.88 average with a best single of 48.75 across a field of 19 competitors, finishing ahead of Wardani and Benjamin Wirahpati.

The Kolektif Jogja Open 2024 also saw exceptional short-format solving, led by Satria who secured the 2x2x2 Cube title with a 2.85 winning average and a 1.80 single. Hiroshi Yumeda took runner-up honours with a 3.23 average, and Wirahpati placed third with 3.64. Yumeda found his own victory in Pyraminx, taking top honours with a 3.72 average and a 2.80 single against 33 competitors, narrowly outpacing Zaky Kurnia Falah at 4.04 and Hopi Fattan Prabasukma at 4.32 in a fiercely contested bracket.

Fauzan Rafi Amrullah proved unstoppable in the alternate puzzle categories, capturing a dual victory in both Skewb and Square-1. In Skewb, Amrullah recorded a 3.36 average and a 1.98 single solve to lead 28 competitors, besting Falah at 3.60 and Wardani at 3.69. Amrullah then carried that sharp momentum into Square-1, topping the 17-person field with a 13.84 average and a 10.73 single, finishing ahead of Wirahpati who took second in 14.15 and Vie'an Huzair Majalawa in third with 17.68.

Behind the headline silverware, the Kolektif Jogja Open 2024 provided a platform for remarkable individual breakthroughs and career-best milestones across the roster. Jaisyu Muhammad Latief made a massive leap in the 4x4x4 Cube, posting a personal best of 1:35.12 that shaved 35 percent off his previous record of 2:26.25, while also recording his first official attempts in Skewb with a 23.89 and Pyraminx with a 10.73. Khalifa Putra Veinardi tackled all seven events, cutting 31.5 percent off his Square-1 best with a 32.10, improving his Megaminx mark to 2:02.28, and taking 11th place in Skewb with a 6.12 personal best.

The spirit of progress continued as Maqshum took on all seven disciplines, setting a Skewb personal best of 5.79 that was 16 percent faster than his previous mark, logging a sixth-place finish in Pyraminx, and registering initial competition attempts in Square-1 at 1:04.71 and Megaminx at 2:10.46. Bagus Galang Pratama entered seven events as well, setting an 8th-place Square-1 finish, lowering his 2x2x2 Cube time by 13.2 percent to 3.23, and improving his Skewb best by 14.1 percent to 9.34. Raziq Naufal Al Farisi entered five events, placing 13th in Pyraminx with an initial 5.05 solve while also recording first-time marks of 9.09 in Skewb and 1:06.60 in 4x4x4 Cube.

Several more competitors made lasting impressions during their weekend campaigns at the venue. Bimantyo Cesa Afandi finished 10th in 2x2x2 Cube with a first-time 3.54 effort while logging debut times of 8.62 in Skewb and 7.65 in Pyraminx. Akasyah Kynan Andano improved his 3x3x3 Cube best by 9.2 percent down to 23.09 alongside debut marks of 11.91 in Pyraminx and 2:00.16 in 4x4x4 Cube, while Bagas Zala Pamungkas reduced his 3x3x3 Cube personal best by 10.4 percent to 19.80, adding first attempts in Pyraminx with 12.10 and Skewb with 26.99.

With 21 podium places earned entirely by Indonesian competitors across seven diverse puzzle categories, the Kolektif Jogja Open 2024 concluded as a brilliant showcase of national cubing talent. The collaborative atmosphere inside the Ngaglik venue fostered sharp competition, deep sportsmanship, and countless individual milestones. As the cubing competition wrapped up in Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia, the community celebrated a complete day of racing that set an elevated benchmark for the remainder of the season.

Kolektif Jogja Open 2024: Ajang Debut dan Prestasi Speedcubing di SlemanBahasa Indonesia

Ruang kompetisi di Kolektif Collaboration Space, Ngaglik, tampak hidup pada 13 Juli 2024 ketika para peserta mulai memutar kubus pemanasan mereka di meja persiapan. Meja penyelesaian resmi tertata rapi di bawah sorotan lampu ruangan, siap mencatat setiap pergerakan tangan para peserta. Sebanyak 47 peserta berkumpul untuk saling menguji ketangkasan dalam menyelesaikan teka-teki mekanik. Turnamen speedcubing ini menghadirkan atmosfer kompetitif yang hangat, mempertemukan wajah-wajah baru dengan para pemain berpengalaman dari berbagai daerah di tanah air. Seluruh rangkaian 7 cabang lomba yang terbagi ke dalam 9 babak berlangsung intens sepanjang hari di wilayah Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia.

Bagi sejumlah peserta, melangkah ke meja giliran resmi pada kompetisi WCA perdana mereka menghadirkan pengalaman yang sangat berkesan. Menatap perangkat pengukur waktu Stackmat dan menunggu aba-aba juri menjadi tantangan tersendiri yang menguji ketenangan mental. Kejuaraan Kolektif Jogja Open 2024 menjadi panggung pertama bagi deretan pendatang baru untuk mencatatkan nama mereka di panggung resmi rubik. Semangat pembuktian terlihat jelas di setiap sudut arena, mulai dari kategori utama hingga teka-teki sampingan yang menuntut variasi teknik penyelesaian berbeda. Penampilan para debutan ini memberi warna istimewa bagi jalannya kejuaraan speedcubing di kota gudeg pada tahun 2024.

Sorotan tertuju pada deretan nama yang berhasil menorehkan lompatan prestasi mengesankan sepanjang kompetisi. Oswald Tobias Wahyu turun pada 2 nomor perlombaan dan menorehkan hasil terbaik peringkat 5 di nomor 2x2x2 Cube, memecahkan rekor personal menjadi 2.85 dari capaian sebelumnya 4.17 yang berarti 31.7 persen lebih cepat. Arthur Satwika mengikuti 4 nomor lomba dan mencatat peringkat 22 di nomor Pyraminx, memperbaiki rekor personal 2x2x2 Cube menjadi 4.58 atau 26.2 persen lebih cepat dari 6.21, nomor 3x3x3 Cube menjadi 11.80 atau 17.1 persen lebih cepat dari 14.23, serta 4x4x4 Cube menjadi 1:21.94 atau 10.5 persen lebih cepat dari 1:31.58. Muhammad Ghufron Faqih bersaing di 6 nomor dengan finis terbaik posisi 10 pada Square-1, menajamkan rekor 4x4x4 Cube menjadi 51.09 dari 1:07.08 yang 23.8 persen lebih cepat, 3x3x3 Cube menjadi 9.18 dari 10.85 yang 15.4 persen lebih cepat, dan Pyraminx menjadi 8.86 dari 10.05 yang 11.8 persen lebih cepat. Sementara itu Selma Wirahpati mencatatkan debut di nomor 4x4x4 Cube dengan catatan waktu 2:32.01 dan finis di posisi 36 pada nomor tersebut setelah turun di 3 cabang lomba.

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh para pemain yang menjalani kompetisi WCA perdana mereka di arena ini. Keenan Arshaka Firmansyah berpartisipasi dalam 4 nomor dan mencatat hasil terbaik posisi 28 di nomor Skewb, sembari menuntaskan percobaan resmi pertamanya di 3x3x3 Cube dengan waktu 40.33, Pyraminx dengan 22.98, serta 2x2x2 Cube dengan 7.61. Andreas Kasusanto Pribadi turun di 3 nomor dan finis terbaik urutan 31 pada nomor 4x4x4 Cube, membukukan catatan debut 13.59 di 3x3x3 Cube, 1:26.01 di 4x4x4 Cube, dan 6.74 di 2x2x2 Cube. Michael Aryaputra Bagaskara mencatatkan posisi 35 di nomor 2x2x2 Cube dari 2 nomor yang diikuti, menorehkan waktu perdana 17.41 pada 3x3x3 Cube dan 5.15 pada 2x2x2 Cube. Nathanael Cristian juga menyelesaikan kompetisi pertamanya di 2 nomor dengan hasil terbaik peringkat 37 di 2x2x2 Cube lewat catatan 4.68 serta menorehkan waktu 23.14 pada penampilan perdananya di nomor 3x3x3 Cube.

Persaingan di nomor utama 3x3x3 Cube berlangsung sangat ketat melalui tiga babak eliminasi dengan melibatkan 47 peserta. Steve Jourdane Saputra tampil konsisten hingga partai puncak dan mengamankan gelar juara setelah mencatatkan rata-rata 7.97 serta single tercepat 7.19 di babak final. Krisna Arya Satria mengamankan podium kedua dengan catatan rata-rata 8.93, disusul oleh Winda Wardani di peringkat ketiga dengan raihan rata-rata 9.39. Kemenangan pada nomor Rubik 3x3 ini menegaskan dominasi Steve Jourdane Saputra dalam mengendalikan rotasi kubus di bawah tekanan kompetisi resmi.

Keberhasilan Steve Jourdane Saputra berlanjut pada nomor 4x4x4 Cube yang mempertemukan 36 peserta dalam satu babak penentuan. Steve membukukan rata-rata kemenangan 32.26 dengan torehan single terbaik 26.03 untuk merebut medali emas keduanya di ajang Kolektif Jogja Open 2024. Posisi kedua diraih oleh Muhammad Zhafran Al-Allam dengan catatan rata-rata 36.18, sementara Nathaniel Lisandro Archie melengkapi podium di peringkat ketiga lewat torehan 37.00. Nomor kubus empat lapis ini menuntut efisiensi tinggi dalam penyusunan center dan pairing edge, yang berhasil dieksekusi dengan sangat rapi oleh sang pemenang.

Pada nomor 2x2x2 Cube yang diikuti 43 peserta, Krisna Arya Satria tampil luar biasa dan merebut posisi pertama dengan rata-rata 2.85 serta single terbaik 1.80. Hiroshi Yumeda (陆天龙) menyusul di peringkat kedua dengan rata-rata 3.23 dan single 2.63, sedangkan Benjamin Wirahpati menempati podium ketiga dengan rata-rata 3.64 dan single 2.22. Perebutan juara di nomor teka-teki bentuk piramida atau Pyraminx yang diikuti 33 peserta dimenangkan oleh Hiroshi Yumeda (陆天龙) berkat rata-rata 3.72 dan single 2.80. Zaky Kurnia Falah finis di posisi kedua dengan rata-rata 4.04, diikuti Hopi Fattan Prabasukma di posisi ketiga dengan catatan 4.32.

Nomor-nomor non-WCA reguler lainnya turut menyajikan tontonan menarik bagi komunitas cubing competition di Yogyakarta. Fauzan Rafi Amrullah berhasil mengawinkan dua gelar juara sekaligus, yaitu pada cabang Skewb dengan rata-rata 3.36 di depan Zaky Kurnia Falah dan Winda Wardani, serta nomor Square-1 dengan rata-rata 13.84 mengungguli Benjamin Wirahpati dan Vie'an Huzair Majalawa. Pada nomor Megaminx yang menantang dengan 12 sisi, Nathaniel Lisandro Archie keluar sebagai juara berkat catatan rata-rata 51.88, menungguli Winda Wardani dan Benjamin Wirahpati. Gelaran Kolektif Jogja Open 2024 sukses membuktikan tingginya antusiasme serta perkembangan kemampuan para atlet rubik di Indonesia.