SC.app
Competitions

3x3x3 Cube podium

Gold
7.46 avg · 6.71 single
Silver
8.13 avg · 6.34 single
Bronze
8.38 avg · 7.93 single

Photos, videos & posts from Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023

Competition recap

A written summary of Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023, generated from the official results on this page.

Leon Marcell Alamanda Triumphs on Home Soil at Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023English

Leon Marcell Alamanda delivered a masterclass on home soil, securing victory with a decisive 7.46 winning average and a best single of 6.71 at the top of the podium. The gathering brought together 73 competitors from across the region to Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia on June 24, 2023. Staged at Old Shanghai Sedayu City, Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 offered an intense single-discipline showdown that kept the focus squarely on the classic puzzle. Over two closely contested rounds, local solvers pushed their boundaries in pursuit of regional prestige and personal milestones.

The one-day WCA competition celebrated the pure art of the Rubik's Cube, stripping away secondary events to highlight standard speedcubing fundamentals. As the host nation swept the podium spots, the home crowd witnessed an impressive display of precision and rapid turning across both stages of the bracket. Alamanda led the charge into the final round, maintaining his composure as the cutoffs narrowed and the pressure mounted with every turn.

Erick Ethan Mula took second place in the final standings, earning the silver medal with a solid 8.13 average mark. Mula had earlier set benchmarks of his own, recording a 7.08 single alongside an 8.96 average during the tournament. Right behind him, Azaeel Benaya Putra claimed the third-place podium finish with an 8.38 average, punctuated by an explosive 5.67 single solve that stood as the quickest individual attempt recorded in the entire tournament.

Beyond the top three, the depth of talent throughout the 3x3 results was evident across every heat. Muhammad Faeyza Koda turned heads by logging a rapid 5.83 single and a 7.30 average, demonstrating top-tier execution. Steve Jourdane Saputra registered an 8.47 single and an 8.87 average, while Winda Wardani turned in an impressive 6.89 single and a 9.32 average. Josephine Angelina posted a 7.89 single and a 9.33 average, showing consistent speed under tournament conditions.

Further down the scoresheet, other competitors capitalized on the focused schedule to leave their mark on the event. Kenneth Nursalim delivered an 8.59 single and a 9.37 average, while Allan Tabriez Rosyada recorded a 7.92 single alongside a 9.40 average. Wilson Alvis concluded his tournament run by registering a 7.59 single and a 9.66 average. The concentration of talent in this speed cubing showcase made every advancement between rounds a hard-earned achievement for the Indonesian field.

The true heart of the tournament emerged in the substantial leaps forward achieved by competitors working far from the medal standings. James Lauw authored one of the most remarkable breakthroughs of the day, entering his single event and surging to a fifth-place overall finish behind a personal best average of 7.46, which was 66.8 percent faster than his prior mark of 22.47. Agus Qomara Baihaqi Rachman also made immense progress in his sole event, taking down his previous best with a new 17.93 personal best that was 48.4 percent faster than his old 34.74 mark.

That drive continued through the rest of the roster, where seasoned attendees and newer solvers alike found extra gear. Fathirrahmad Adinata Djohan, competing in his seventeenth tournament, improved his personal best to 15.19, an 18.2 percent drop from his earlier 18.58 benchmark. Haziqri Waluyo lowered his standard to an 8.44 personal best, cutting 17.7 percent from his prior 10.25 time. Ryuga Athar Raihan notched an 18.33 personal best, improving 15.5 percent from 21.70. Karsten Nicklaus Cen set a 13.24 personal best that was 13.1 percent faster than 15.24, Felix Marcellino dropped 12.6 percent to reach a 12.95 personal best from 14.82, and Rajata Danureja reduced his mark by 9.9 percent to finish with an 18.15 personal best down from 20.15.

The single-day format provided a clear view of how competitive regional turning has become in 2023. With all 73 competitors engaged in the same discipline, Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 captured the intensity and community spirit of local cubing. The weekend concluded with Indonesia claiming every podium spot, cementing a memorable chapter for speedcubing in DKI Jakarta as competitors look ahead to the next stage of the competitive season.

Leon Marcell Alamanda Juara di Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023Bahasa Indonesia

Sebanyak 73 peserta berkumpul untuk meramaikan kompetisi speedcubing yang berlangsung di Old Shanghai Sedayu City, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 24 Juni 2023, ajang Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 menghadirkan persaingan murni satu cabang utama yang memikat perhatian para peminat Rubik's Cube dari berbagai penjuru. Interaksi yang hangat antarpeserta di area pemanasan serta kebersamaan yang terjalin erat di sela-sela babak menjadi potret nyata dari kekompakan komunitas ini.

Kompetisi ini sepenuhnya berfokus pada cabang 3x3x3 Cube yang diselenggarakan dalam dua babak penyisihan dan final yang ketat. Meskipun hanya memperlombakan satu kategori spesifik, antusiasme para peserta tidak surut sedikit pun sejak awal dimulainya turnamen. Ajang cubing competition ini menjadi ruang temu bagi para pemutar kubus untuk saling bertukar pengalaman teknis, mencoba kubus baru milik rekan sesama delegasi, dan saling menyemangati sebelum nama mereka dipanggil ke meja tanding resmi.

Leon Marcell Alamanda sukses merebut posisi pertama setelah mencatatkan rata-rata waktu terbaik 7.46 detik di babak final. Penampilan gemilang tersebut dipadukan dengan raihan single tercepatnya yang berada di angka 6.71 detik. Mengamankan medali emas di gelaran Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 membuktikan ketenangan sang juara dalam mengendalikan rotasi jari di bawah tekanan panggung, didampingi dukungan hangat dari para peserta lain yang menonton jalannya pertandingan penentuan.

Posisi kedua ditempati oleh Erick Ethan Mula yang berhasil mencatatkan rata-rata 8.13 detik setelah menyelesaikan seluruh putaran finalnya. Di posisi ketiga, Azaeel Benaya Putra melengkapi podium all-Indonesia dengan perolehan rata-rata waktu 8.38 detik. Persaingan di babak puncak berlangsung sangat dinamis, di mana selisih pecahan detik menjadi penentu utama perolehan medali dalam kejuaraan yang berlangsung selama satu hari penuh di Jakarta Timur ini.

Perjalanan setiap peserta dalam turnamen ini menghadirkan beragam pencapaian penting yang tidak selalu terlihat di deretan papan atas klasemen akhir. Alexander Bernando Limarwan tampil sangat mengesankan di kompetisi karier ketujuhnya dengan menorehkan rekor personal terbaik 3x3x3 Cube sebesar 9.66 detik, meningkat 11.9% lebih cepat dibandingkan catatan sebelumnya 10.96 detik. Martinus Edward Clay Untung yang mencatatkan penampilan ke-23 berhasil memangkas waktunya 7.4% menjadi 17.06 detik dari sebelumnya 18.42 detik. Muhammad Natsir membukukan waktu 13.54 detik yang 6.9% lebih cepat dari rekor 14.55 detik miliknya, sementara Atariq Dipa Nalanda mempertajam rekor pribadinya sebesar 5.7% menjadi 16.67 detik dari torehan lama 17.68 detik.

Kehangatan komunitas di ajang Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 juga menjadi panggung berharga bagi para pendatang baru yang melakoni debut turnamen mereka. Joshua Norren Chandra mencatatkan percobaan resmi pertamanya di kategori 3x3x3 Cube dengan hasil solid 18.96 detik. El Shaka Kasabian Aryasa membukukan waktu perdana 27.58 detik, disusul oleh Timothy Calvin Yang yang mencatatkan percobaan pertamanya pada waktu 30.37 detik. Naura Sachi Annisa juga berhasil menyelesaikan percobaan debut resminya dengan catatan 31.10 detik di meja pertandingan WCA competition ini.

Panggung kompetisi resmi ini memberikan ruang pembuktian yang adil bagi setiap peserta, mulai dari mereka yang mengejar waktu sub-sepuluh detik hingga mereka yang baru pertama kali merasakan getaran timer kompetisi resmi. Di luar meja perlombaan, obrolan santai, tawa, dan sesi latihan bersama terus berlangsung hingga acara resmi ditutup, memperkuat ikatan persahabatan di antara sesama komunitas peminat teka-teki mekanik di tanah air.

Ajang Just 3x3: Old Shanghai Edition 2023 berakhir dengan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh atlet yang berpartisipasi sepanjang tahun 2023. Format perlombaan yang sederhana namun berbobot ini menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan konsistensi latihan selalu menjadi inti utama dari setiap gelaran kejuaraan kubus putar di berbagai daerah di Indonesia.