SC.app
Competitions

Jogjakarta Speedcubing Masters 2024

Sign in to follow
Results
November 16, 2024 – November 17, 2024Pakuwon Mall Jogja, Depok, Sleman, DIY · Sleman, Yogyakarta Special Region, ID45 people10 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.10 avg · 6.55 single
Silver
7.20 avg · 7.08 single
Bronze
7.22 avg · 4.98 single

Photos, videos & posts from Jogjakarta Speedcubing Masters 2024

Competition recap

A written summary of Jogjakarta Speedcubing Masters 2024, generated from the official results on this page.

Sprint Specialists Deliver Blistering Times at Jogjakarta Speedcubing Masters 2024English

The competition floor inside Pakuwon Mall Jogja in Depok, Sleman, buzzed with continuous motion across two packed days of solving. Timers flashed green, plastic clicked rhythmically across rows of tables, and judges reset stopmats as 45 competitors from across the region gathered for a high-intensity weekend. Taking place in Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia on November 16 and 17, 2024, the gathering brought together specialists across ten official disciplines spanning short sprints to extended marathon events.

The 3x3x3 Cube, the centerpiece of any speedcubing meet, delivered a photo-finish battle in the final round. Taiwan's Yi-Fan Wu (吳亦凡) captured top honors with a winning average of 7.10 seconds, anchored by a best single of 6.55. Indonesian challenger Steve Jourdane Saputra pushed the pace all the way to the finish, securing second place with an average of 7.20. Right behind him, Leon Marcell Alamanda finished in third place at 7.22. These razor-thin margins defined the 3x3 results in an event featuring 44 competitors over three intense rounds.

The sprint dynamic carried over into the 2x2x2 Cube, where Leon Marcell Alamanda took control of the podium with a blistering 1.83-second average and a single of 1.23. Lintang Mohenjodaro Chevalier claimed the runner-up spot with an average of 2.78, while Denzel A. J. Wahyudi secured third at 2.99. In this rapid-fire test of pure turning speed, Leon Marcell Alamanda led a deeply competitive field of 43 solvers across three rounds of play.

Beyond the traditional Rubik's Cube variants, the sprint events featured equally dramatic contests on alternative hardware. In the Pyraminx, Hopi Fattan Prabasukma claimed victory with a 3.44-second average and a single of 2.99, topping Vincent Hartanto Utomo at 3.94 and Zaky Kurnia Falah at 4.33 across two rounds. Leon Marcell Alamanda added another title to his tally in Skewb, taking first place with an average of 3.51 and a best single of 2.68 across a 30-competitor field.

The middle of the pack provided just as much energy as the championship table, showcasing significant leaps across personal records. Nauval Al Ghifari took on eight events, securing fifth place in Pyraminx while slicing his Square-1 personal best down to 38.99 seconds, a 33.4 percent improvement from his prior 58.52 mark, alongside trimming his 5x5x5 Cube best to 1:41.93 and 4x4x4 Cube to 46.20. Harun Hafizh Pratama entered four events, cutting his 2x2x2 Cube mark by 25.5 percent to 6.88 seconds, his Skewb to 11.36, and his 3x3x3 Cube to 26.97. Bimantyo Cesa Afandi entered six events, lowering his 4x4x4 Cube best to 34.60 seconds, which was 24 percent faster than before, while improving his Skewb best to 7.33 and completing a first ever attempt at 5x5x5 Cube in 1:25.07.

Other solvers expanded their repertoires with daring new disciplines. Angelo Angkasa Adiningrat posted a 24.5 percent improvement in the 3x3x3 Cube to 14.77 seconds and logged a first ever attempt at the 2x2x2 Cube in 6.49. Kenneth Nursalim entered six events, finishing tenth in 3x3x3 Cube, posting a 19.5 percent drop in 5x5x5 Cube to 1:43.43, and executing first attempts at Megaminx in 2:18.76 and Square-1 in 1:18.31. Yoga Indra Wijaya dropped his 3x3x3 Cube time by 14.1 percent to 23.22 seconds and made a first 2x2x2 Cube attempt of 7.28. Ghulam Ruchdin entered seven disciplines, finishing seventh in 7x7x7 Cube with a first attempt of 4:27.16 alongside debut efforts in 6x6x6 Cube at 2:38.80 and Megaminx at 1:13.68. Frederick Rahmanto completed all ten events on the schedule, achieving a 7.49 single in 3x3x3 Cube, a 4:30.54 in 6x6x6 Cube, and a first attempt at Square-1 in 39.41.

The big cube division saw Yi-Fan Wu and Leon Marcell Alamanda exchange podium spots throughout the weekend. In the 4x4x4 Cube, Yi-Fan Wu claimed first place with a 25.99 average and a 25.17 single, ahead of Leon Marcell Alamanda at 28.13 and Vincent Hartanto Utomo at 28.68. The tables turned in the 5x5x5 Cube, where Leon Marcell Alamanda won with a 47.43 average over Vincent Hartanto Utomo at 48.68 and Yi-Fan Wu at 48.71.

Leon Marcell Alamanda dominated the remaining endurance and specialty categories across the program. He won the 6x6x6 Cube with a 1:28.52 average, besting Yi-Fan Wu at 1:32.12 and Vincent Hartanto Utomo at 1:35.18, and captured the 7x7x7 Cube in 2:14.82 ahead of Yi-Fan Wu at 2:30.68 and Vincent Hartanto Utomo at 2:38.02. Leon Marcell Alamanda also prevailed in Megaminx with a 49.55 average, followed by Vincent Hartanto Utomo at 59.67 and Yi-Fan Wu at 1:04.43, and secured the Square-1 victory with a 10.81 average.

Over 20 rounds of high-tempo speed cubing, the Jogjakarta Speedcubing Masters 2024 served as a showcase for established title contenders and rising talents alike. Competitors from Indonesia captured 24 podium positions, while Taiwan collected six. As the timers were packed away and this sanctioned WCA competition concluded, the diverse field of solvers left Sleman having established new personal bests and set a high bar for the upcoming season of regional cubing competition.

Persaingan Ketat dan Kedalaman Bakat di Jogjakarta Speedcubing Masters 2024Bahasa Indonesia

Atrium Pakuwon Mall Jogja di Depok, Sleman, DIY dipadati peserta dan penonton saat meja-meja turnamen dipenuhi tumpukan teka-teki mekanik dari berbagai kategori. Selama dua hari penuh, lantai kompetisi menjadi pusat konsentrasi tinggi tempat setiap putaran menuntut fokus tanpa celah. Dengan kehadiran 45 peserta yang bertarung melintasi 10 cabang dan 20 babak, jalan menuju babak final terbukti sangat terjal. Setiap babak penyisihan memangkas peserta secara ketat demi memperebutkan tempat di panggung utama kompetisi rubik bergengsi ini.

Perhelatan Jogjakarta Speedcubing Masters 2024 yang berlangsung pada November 16–2024 (day: 17) di Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia ini menghadirkan pertarungan sengit di setiap nomor. Di nomor utama 3x3x3 Cube yang diikuti 44 peserta melewati 3 babak, persaingan menuju podium berlangsung luar biasa tipis. Yi-Fan Wu (吳亦凡) dari Taiwan merebut gelar juara dengan rata-rata 7.10 dan catatan tunggal terbaik 6.55, dibuntuti sangat ketat oleh Steve Jourdane Saputra dengan rata-rata 7.20 dan Leon Marcell Alamanda dengan rata-rata 7.22.

Leon Marcell Alamanda menjadi figur paling dominan sepanjang akhir pekan di Sleman, Yogyakarta Special Region, Indonesia dengan mengoleksi total tujuh kemenangan cabang. Di nomor 2x2x2 Cube yang melibatkan 43 peserta dalam 3 ronde, ia mengamankan posisi pertama lewat rata-rata 1.83 serta single 1.23, mengungguli Lintang Mohenjodaro Chevalier di posisi kedua dengan rata-rata 2.78 dan Denzel A. J. Wahyudi di posisi ketiga dengan rata-rata 2.99. Performa konsisten Leon berlanjut di cabang Skewb dengan raihan rata-rata kemenangan 3.51 dari 30 peserta.

Dominasi Leon berlanjut ke puzzle berdimensi lebih besar di ajang Jogjakarta Speedcubing Masters 2024. Pada kategori 5x5x5 Cube, Leon memimpin dengan catatan rata-rata 47.43, menaklukkan Vincent Hartanto Utomo yang mencatat rata-rata 48.68 serta Yi-Fan Wu (吳亦凡) dengan rata-rata 48.71. Leon juga menjuarai 6x6x6 Cube lewat rata-rata 1:28.52 dan 7x7x7 Cube dengan rata-rata 2:14.82, menyisihkan Yi-Fan Wu (吳亦凡) di posisi kedua pada kedua nomor tersebut, serta melengkapi rentetan gelarnya dengan kemenangan di Square-1 lewat rata-rata 10.81.

Di cabang Megaminx, Leon kembali naik ke puncak tertinggi dengan membukukan rata-rata 49.55, disusul Vincent Hartanto Utomo dengan catatan 59.67 dan Yi-Fan Wu (吳亦凡) dengan 1:04.43. Sementara itu, nomor 4x4x4 Cube menjadi panggung pembuktian bagi Yi-Fan Wu (吳亦凡) yang keluar sebagai juara dengan catatan rata-rata 25.99 dan single terbaik 25.17, menahan laju Leon Marcell Alamanda di peringkat kedua dengan rata-rata 28.13 dan Vincent Hartanto Utomo di peringkat ketiga dengan 28.68.

Nomor Pyraminx melahirkan juara tersendiri setelah Hopi Fattan Prabasukma memuncaki babak final lewat rata-rata 3.44 dan catatan single terbaik 2.99 dari 32 peserta yang berkompetisi dalam 2 ronde. Vincent Hartanto Utomo menempati posisi kedua dengan rata-rata 3.94, diikuti Zaky Kurnia Falah di peringkat ketiga dengan torehan 4.33. Secara keseluruhan, perolehan podium kompetisi rubik ini didominasi oleh wakil Indonesia dengan 24 podium dan Taiwan mengamankan 6 posisi podium.

Di balik persaingan perebutan gelar, Jogjakarta Speedcubing Masters 2024 menjadi saksi perkembangan pesat catatan waktu para peserta. Pedro Leonard Benedict mempertajam rekor pribadinya di nomor 2x2x2 Cube menjadi 1.04 dari sebelumnya 2.20 atau meningkat 52.7 persen lebih cepat, sekaligus finis di urutan ke-6. Vie'an Huzair Majalawa turun di 10 cabang, mencatat waktu 4:44.47 pada percobaan perdananya di 6x6x6 Cube, memangkas rekor pribadi Square-1 sebesar 19 persen menjadi 11.67 untuk finis ke-6, serta memperbaiki rekor pribadi 5x5x5 Cube sebesar 5.5 persen menjadi 2:10.85. Marcellino Aditya Mahendra membukukan rekor pribadi 3.72 di 2x2x2 Cube dan 10.02 di 3x3x3 Cube, sementara Akmal Isyam Huda bertanding di 6 cabang dengan hasil terbaik posisi ke-9 pada nomor Skewb.

Lantai kompetisi juga menyambut deretan debutan yang mengukir langkah awal mereka di WCA competition resmi. Lalu Zharif Ramada turun di 6 cabang pada kompetisi perdananya, mencatatkan percobaan resmi pertama di 4x4x4 Cube dengan 1:58.36, Megaminx dengan 2:30.83, dan Pyraminx dengan 8.88. Given Lo menjalani turnamen pertamanya di 3 cabang dengan hasil 2:41.63 pada 4x4x4 Cube, 6.81 pada 2x2x2 Cube, dan 41.95 pada 3x3x3 Cube. Collin Peterson Ng menyelesaikan percobaan perdananya di Pyraminx dengan 17.18, 3x3x3 Cube dengan 26.06, dan 2x2x2 Cube dengan 10.03, sementara Efraim de Graaf dari Belanda membukukan percobaan pertama di Pyraminx dengan 21.60, 3x3x3 Cube dengan 21.86, dan 2x2x2 Cube dengan 9.44.

Akhir pekan di Sleman pada tahun 2024 ini menegaskan kembali tingginya standar speedcubing nasional dan regional. Ketatnya persaingan di Jogjakarta Speedcubing Masters 2024 membuktikan bahwa setiap tiket final harus diraih lewat konsistensi tingkat tinggi di setiap putaran. Keberhasilan para juara serta kemajuan signifikan para peserta pendatang baru menjadi penanda kuat bagi perkembangan komunitas speedcubing menjelang musim-musim kompetisi berikutnya.