Jawa Timur Open 2026
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeMuhammad Faeyza Koda6.25
- 2x2x2 CubeMuhammad Faeyza Koda2.06
- 4x4x4 CubeMuhammad Faeyza Koda32.93
- 5x5x5 CubeMuhammad Faeyza Koda57.50
- 3x3x3 BlindfoldedZaya Qiaolong (俏龙扎雅)40.79
- 3x3x3 One-HandedMuhammad Faeyza Koda11.05
- ClockNuriel Widyamurti5.55
- PyraminxMark Louis Tan (陈小龙)2.68
- SkewbMuhammad Aldrian Altansyah3.48
- Square-1Muhammad Farhan Ardiapratama11.81
Photos, videos & posts from Jawa Timur Open 2026
Competition recap
A written summary of Jawa Timur Open 2026, generated from the official results on this page.
Muhammad Faeyza Koda Sweeps Five Titles as Personal Bests Drop at Jawa Timur Open 2026English
The lively halls of Pasar Atom Mall hummed with intense focus and the steady clack of plastic as eighty solvers gathered in Surabaya, East Java, Indonesia. Running from June 20 to June 21, the tournament floor became a showcase of relentless technical growth. Solvers across ten distinct disciplines took their places on the staging mats, each looking to chip seconds away from their personal records under the tournament lights. Over two full days of action across fourteen competitive rounds, the atmosphere in the retail complex reflected a community pushing its boundaries at every station.
While the top steps of the podiums saw fierce battles, the true heartbeat of the gathering lay in the dramatic drops in personal records. Across the field, competitors shaved massive percentages off their career marks, proving that long practice hours away from the spotlight yielded immediate dividends. From opening rounds to final showdowns, the cubing competition delivered sharp progress across both traditional twisty puzzles and complex side events.
Among the most striking personal leaps of the weekend, Aflah Zio Vano delivered a breakthrough run across four events, taking 7th place in the 2x2x2 Cube while cutting his Skewb personal best down to 13.52 seconds, an improvement of 44.6 percent. He also lowered his 3x3x3 Cube mark by 16.7 percent to 8.76 seconds and logged a first ever attempt at Square-1 with a time of 46.80 seconds. Ivander Christiano Kurniawan similarly posted remarkable growth across six events, claiming 5th place in Skewb with a personal best of 5.69 seconds, improving by 22.7 percent, while slashing his 3x3x3 Cube best by 37.2 percent down to 8.71 seconds and recording his first ever attempt at the 5x5x5 Cube in 2:40.92. Deo Aryasatya Widyatmaja improved his 3x3x3 One-Handed mark by 35.8 percent to 22.98 seconds, dropped his Pyraminx best by 22.8 percent to 4.63 seconds for a 9th-place finish, and completed his first official Clock attempt in 16.63 seconds. Richard Ongkomihardjo took on six disciplines, securing 4th place in Pyraminx with a personal best of 4.10 seconds that was 28.1 percent faster, alongside a 30.8 percent drop in Clock to 9.72 seconds and a 23.6 percent improvement on the 3x3x3 Cube to 10.80 seconds.
The momentum continued as Eric Harianto tackled four disciplines, recording his first ever attempt at 3x3x3 One-Handed in 24.36 seconds, lowering his 2x2x2 Cube best by 19.7 percent to 3.96 seconds, and securing 19th in the 4x4x4 Cube with a personal best of 59.88 seconds, which was 24.3 percent faster than his prior standard. Dominic Gabriel Gunawan entered five disciplines, securing 11th place in Clock with an initial attempt of 14.94 seconds, logging a first try at 3x3x3 One-Handed in 29.62 seconds, and improving his 3x3x3 Cube best by 12.1 percent to 14.03 seconds. Christabelle Nathania Koentjoro took on six events to place 13th in Skewb, establishing inaugural marks with a 7.63 on Skewb, 6.04 on Pyraminx, and 24.43 in 3x3x3 One-Handed. Rafello Azril Abidin balanced a busy seven-event schedule, taking 11th in Square-1 while notching first-time marks of 7.83 on Pyraminx, 8.00 on Skewb, and 37.18 on Square-1.
At the sharp end of the results table, Muhammad Faeyza Koda put together an astonishing run of dominance. In the main classic Rubik's Cube category, which featured 74 competitors through three tense stages, Koda secured the title with a winning average of 6.25 seconds, backed by a tournament best single of 5.19 seconds. The official 3x3 results placed Ruben Jeremy Alamsjah in second with an 8.21 average, while Frederick Rahmanto completed the podium with an 8.99 average.
Koda extended his command across several other formats throughout the WCA competition. In the 2x2x2 Cube final, he clinched first place with a 2.06-second average, finishing ahead of Denzel A. J. Wahyudi at 2.87 seconds and Pedro Leonard Benedict at 2.97 seconds. Koda also captured the 3x3x3 One-Handed crown with an 11.05-second average, leading Darren Johan at 14.18 seconds and Sadriansyah at 14.48 seconds in a display of single-handed speed cubing precision.
The big cube events saw Koda continue his winning form. He claimed the 4x4x4 Cube victory with a 32.93 average and a single of 24.95 seconds, outpacing Mark Louis Tan at 35.09 seconds and Sadriansyah at 38.30 seconds. Koda followed with top honours in the 5x5x5 Cube, recording a winning average of 57.50 seconds and a best single of 51.48 seconds, with Tan taking second in 1:03.24 and Wahyudi finishing third in 1:13.18.
Specialist events delivered their own dramatic finishes throughout the weekend. Mark Louis Tan topped the Pyraminx standings with a winning average of 2.68 seconds, leading Hopi Fattan Prabasukma at 3.40 seconds and Elliott Yahya Sugondo at 3.74 seconds. In Skewb, Muhammad Aldrian Altansyah won with an average of 3.48 seconds, while Nuriel Widyamurti took the Clock victory in 5.55 seconds, edging Muhammad Hanif Nazmi Oktana who averaged 5.57 seconds. Muhammad Farhan Ardiapratama won Square-1 with an 11.81-second average.
In the 3x3x3 Blindfolded event, which requires total memorisation before solving without sight, Zaya Qiaolong earned first place with a single of 40.79 seconds, ahead of Koda at 1:02.11 and Ge Shi at 1:04.67. With 28 podium finishes secured by Indonesian competitors and two by Chinese solvers, the Jawa Timur Open 2026 concluded its successful run in 2026, leaving the local speedcubing community energised by widespread personal progression.
Dominasi Kubus Besar dan Ketahanan Menandai Jawa Timur Open 2026 di SurabayaBahasa Indonesia
Lantai Pasar Atom Mall dipenuhi ketegangan dan konsentrasi saat para peserta dari berbagai daerah berkumpul mengelilingi meja tanding. Di pusat perbelanjaan ternama di Surabaya, East Java, Indonesia tersebut, ratusan putaran kubus bergesekan secara ritmis di bawah sorotan lampu aula. Sebanyak 80 peserta bersaing dalam 14 babak yang mencakup 10 cabang perlombaan sepanjang 20 hingga 21 Juni 2026. Ajang bergengsi Jawa Timur Open 2026 ini menghadirkan panggung uji ketahanan mental dan kecepatan jari yang sesungguhnya bagi komunitas speedcubing.
Kategori kubus besar menuntut stamina luar biasa dan fokus mendalam tanpa jeda, terutama pada nomor 5x5x5 Cube yang menjadi sorotan utama. Menyelesaikan kubus berlapis tebal memerlukan perencanaan matang serta kalkulasi puluhan langkah lanjutan di setiap gerakan. Dalam babak tunggal penentuan di kategori ini, Muhammad Faeyza Koda membuktikan daya tahan superiornya dengan membukukan rata-rata kemenangan 57.50 dan catatan tunggal tercepat 51.48. Posisi kedua direbut Mark Louis Tan dengan rata-rata 1:03.24, disusul Denzel A. J. Wahyudi di peringkat ketiga lewat torehan 1:13.18.
Ujian ketangkasan berlanjut ke nomor 4x4x4 Cube yang mempertemukan 27 peserta dalam persaingan ketat. Muhammad Faeyza Koda kembali tampil tak tertandingi untuk mengamankan podium teratas berkat catatan rata-rata 32.93 dan single impresif 24.95. Mark Louis Tan menempati urutan kedua dengan catatan waktu 35.09, sementara Sadriansyah melengkapi podium di tempat ketiga dengan rata-rata 38.30. Konsistensi dalam menjaga ritme di nomor kubus besar menjadi pembeda nyata di papan klasemen.
Dominasi Muhammad Faeyza Koda berlanjut di nomor utama 3x3x3 Cube yang diikuti 74 peserta melintasi tiga babak penyisihan hingga final. Pada babak puncak, catatan rata-rata 6.25 dan single terbaik 5.19 memastikan medali emas berada di tangannya, unggul atas Ruben Jeremy Alamsjah dengan rata-rata 8.21 dan Frederick Rahmanto dengan rata-rata 8.99. Faeyza Koda juga menyapu bersih gelar di nomor 2x2x2 Cube lewat rata-rata 2.06, serta nomor 3x3x3 One-Handed dengan raihan 11.05 mengungguli Darren Johan dan Sadriansyah.
Di balik persaingan perebutan gelar juara, kompetisi resmi WCA competition ini memunculkan beragam kisah perkembangan personal yang luar biasa. Alvin Wongsosaputro menunjukkan lonjakan performa signifikan dengan mencatat rekor pribadi Clock 10.57 yang 32.2 persen lebih cepat dari catatan sebelumnya, serta finis keempat di nomor 3x3x3 Cube. Jaka Nur Fuad mempertajam catatan pribadinya di nomor 4x4x4 Cube menjadi 51.08 atau 31.2 persen lebih cepat, sekaligus menempati posisi kelima pada nomor 3x3x3 One-Handed. Arthur Satwika mencatatkan rekor terbaik 10.40 pada 3x3x3 Cube yang 11.9 persen lebih cepat, sementara Rafael Koroh memangkas waktu 2x2x2 Cube menjadi 2.64 atau 13.2 persen lebih cepat.
Semangat berlaga juga ditunjukkan oleh para pendatang baru yang memanfaatkan panggung akhir pekan ini untuk mencatatkan langkah perdana mereka. Bisma Gadhing Diwangkara tampil dalam 6 nomor sekaligus pada debutnya, menuntaskan upaya resmi pertama di 4x4x4 Cube dengan 1:57.73 dan finis terbaik ke-16 di nomor 5x5x5 Cube. Kenichi Judah Robynael menyelesaikan penampilan perdananya di nomor Skewb dengan torehan 21.43 serta mengukir 5.96 pada 2x2x2 Cube. Jafin Wafiy mencatatkan upaya pertamanya di Clock lewat waktu 20.83, sementara Maria Angela Vincentia Soebagio menandai debutnya dengan finis ke-17 di Pyraminx setelah menuntaskan catatan single 8.08.
Kategori non-kubus dan variasi khusus menyuguhkan kejutan kompetitif tersendiri bagi para penonton di arena mall. Mark Louis Tan menjadi yang tercepat di nomor Pyraminx dengan rata-rata 2.68, mengatasi perlawanan Hopi Fattan Prabasukma dan Elliott Yahya Sugondo. Pada nomor Clock yang berlangsung sangat sengit, Nuriel Widyamurti mengamankan kemenangan tipis lewat rata-rata 5.55, hanya unggul 0.02 detik atas Muhammad Hanif Nazmi Oktana dengan 5.57. Di nomor Skewb, Muhammad Aldrian Altansyah merebut juara lewat rata-rata 3.48, dan Muhammad Farhan Ardiapratama memimpin Square-1 dengan rata-rata 11.81.
Kejuaraan ditutup dengan ketegangan tinggi pada nomor 3x3x3 Blindfolded yang menuntut kekuatan memori dan orientasi spasial tanpa penglihatan. Perwakilan China, Zaya Qiaolong, sukses meraih kemenangan dengan catatan waktu terbaik 40.79 detik, disusul Muhammad Faeyza Koda di urutan kedua dengan 1:02.11 dan Ge Shi di peringkat ketiga dengan 1:04.67. Dari perolehan podium keseluruhan, Indonesia mengamankan 28 posisi sementara China meraih 2 posisi, menandai akhir sukses gelaran Jawa Timur Open 2026 di Surabaya.
Pertemuan akbar ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap latihan jangka panjang selalu membuahkan hasil nyata di meja pertandingan. Baik juara bertahan maupun penantang baru telah menunjukkan ketangguhan terbaik mereka dalam menyelesaikan teka-teki Rubiks Cube di hadapan para juri dan penonton. Pengalaman serta capaian waktu yang diukir di Surabaya menjadi modal berharga bagi setiap peserta dalam menatap musim kompetisi berikutnya.