SC.app
Competitions

Jawa Timur Open 2025

Sign in to follow
Results
July 5, 2025 – July 6, 2025[Pasar Atom Mall](https://pasaratom.com/) · Surabaya, East Java, ID68 people11 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.22 avg · 5.99 single
Silver
7.48 avg · 6.81 single
Bronze
8.06 avg · 7.58 single

Photos, videos & posts from Jawa Timur Open 2025

Competition recap

A written summary of Jawa Timur Open 2025, generated from the official results on this page.

Community and Competition Thrive Side by Side at Jawa Timur Open 2025English

Inside the bustling corridors of Pasar Atom Mall, tables were packed with timers, mats, and turning puzzles across July 5 and July 6. Competitors gathered to trade solving techniques, inspect hardware, and catch up with familiar faces between rounds. The gathering highlighted the enduring social energy of speedcubing as 68 competitors assembled in Surabaya, East Java, Indonesia, creating an environment where camaraderie shared equal billing with high-level performance across 14 packed rounds in 2025.

The shared dedication was clear across every corner of the floor as participants moved between main-stage fixtures and varied side disciplines. Jawa Timur Open 2025 offered a robust schedule of 11 distinct events, giving the cubing competition a dynamic flow from morning to evening. Whether tackling twisty puzzles with one hand, navigating clock faces, or solving without sight, competitors supported one another through every solve, turning the WCA competition into a celebration of versatility and community spirit.

Behind the top tier of the standings, the weekend was defined by substantial individual milestones and newcomers taking on fresh challenges. Jolyne Alexa Tanudjaya took on six events, securing a 17th-place finish in Pyraminx while logging first career attempts in the 4x4x4 Cube in 1:24.91 and 3x3x3 One-Handed in 46.04, alongside a 2x2x2 Cube personal best of 4.91 that shaved 63.2 percent off her prior mark. Billy Kurniawan Halim focused entirely on Clock, finishing 16th with a massive personal best of 11.57, which was 58.8 percent faster than his earlier benchmark. Christabelle Nathania Koentjoro recorded a personal best of 2.85 in 2x2x2 Cube for a 47.6 percent improvement, set a 3x3x3 Cube best of 12.81, and completed her first 4x4x4 Cube attempt in 1:03.18 to finish 23rd.

That same adventurous spirit carried through the rest of the field. Abbad Nabahah Purnomo contested eight events, posting a 24.6 percent improvement to set a 9.30 best in the classic Rubik's Cube, finishing 11th in Megaminx, and logging debut attempts of 20.70 in Skewb and 1:39.54 in Megaminx. Argastya Dafandrian Wisuda improved his 3x3x3 Cube best by 20.5 percent to 16.05, while recording his first attempts in 2x2x2 Cube at 5.41 and 4x4x4 Cube at 1:47.10. Muhammad Hanif Nazmi Oktana completed an expansive 11-event slate, earning 8th place in 3x3x3 Blindfolded with a maiden time of 3:09.35 and logging debuts in Megaminx at 2:05.38 and Square-1 at 26.53. Muhammad Rafif Ardhani Athallah contested nine events, finishing 19th in Megaminx with first-ever attempts in Skewb at 24.72, Clock at 28.33, and Pyraminx at 10.46, while Aflah Zio Vano rounded out five events with a 20th-place Pyraminx result and debuts in Pyraminx at 5.32, Skewb at 24.40, and Clock at 26.18.

When the spotlight turned to the main stage, the standard of play remained remarkably sharp. In the 3x3x3 Cube, which gathered 63 competitors across three rounds, Muhammad Faeyza Koda secured victory with an impressive winning average of 7.22 seconds, highlighted by a rapid 5.99 single. The remaining spots on the podium went to Nathan Aristotle Fan in second place with an average of 7.48, and Steve Jourdane Saputra in third at 8.06, providing an electric set of 3x3 results to conclude the primary event.

Muhammad Faeyza Koda continued his exceptional run across other disciplines, claiming the title in 3x3x3 One-Handed with an average of 10.82 seconds and a single of 8.71 against 41 competitors. He also demonstrated remarkable precision in 3x3x3 Blindfolded, where solving requires complete memorisation of the puzzle prior to execution. He took first place among 12 competitors with a winning single time of 1:09.57, while Leon Marcell Alamanda claimed second in 1:27.54 and Elliott Yahya Sugondo secured third in 1:44.30.

Leon Marcell Alamanda proved to be a dominant presence across multiple formats throughout the weekend. Alamanda captured first place in the 2x2x2 Cube with an average of 1.76 seconds, leading Muhammad Faeyza Koda at 2.00 and Denzel A. J. Wahyudi at 2.40. In the big cubes, Alamanda swept the top spots, winning the 4x4x4 Cube with an average of 25.14 seconds ahead of Steve Jourdane Saputra at 27.79 and Nathan Aristotle Fan at 29.77, and taking the 5x5x5 Cube with a 45.60 average ahead of Saputra and Koda. He added another title in Megaminx with a 46.12 average, finishing ahead of Koda and Muhammad Fitzal Ashfa Muzakfar.

The diverse side events provided additional highlights as speed cubing specialists showed off their technical range. In Square-1, Muhammad Farhan Ardiapratama secured victory with an average of 11.84 seconds, edging Leon Marcell Alamanda at 12.06 and Nuriel Widyamurti at 12.96. Abraham Joachim Hadiwijaya captured the Clock title with a winning average of 4.66 seconds, finishing ahead of Krisna Arya Satria at 4.97 and Alamanda at 5.43. Meanwhile, Mark Louis Tan took the Pyraminx event with a 3.55 average, and Fauzan Rafi Amrullah won Skewb in 3.51 seconds.

Every podium placement across the entire event was captured by competitors representing Indonesia, accumulating 33 podium spots in total. From the lively discussions between rounds to the decisive turns on the competition stage, Jawa Timur Open 2025 delivered a weekend filled with mutual encouragement, deep fields, and standout performances across all 11 disciplines.

Persaingan Ketat Menghiasi Panggung Juara Jawa Timur Open 2025 di SurabayaBahasa Indonesia

Hanya terpaut selisih tipis 0,22 detik yang memisahkan posisi teratas, pertarungan Square-1 menjadi gambaran ketatnya kompetisi di panggung Pasar Atom Mall. Muhammad Farhan Ardiapratama berhasil mengamankan gelar juara dengan rata-rata 11.84 detik, menahan tekanan ketat dari Leon Marcell Alamanda yang mencatatkan 12.06 detik di peringkat kedua, disusul Nuriel Widyamurti di posisi ketiga dengan catatan 12.96 detik. Angka-angka tersebut menegaskan betapa tipisnya batas kemenangan di ajang speedcubing tingkat regional ini.

Digelar pada 5 hingga 6 Juli 2025, ajang Jawa Timur Open 2025 menghadirkan persaingan sengit para pemutar kubus rubik dari berbagai daerah. Bertempat di Surabaya, East Java, Indonesia, kompetisi resmi berstandar World Cube Association ini mempertemukan sebanyak 68 peserta. Sepanjang akhir pekan, para peserta bertarung melintasi 11 kategori lomba dalam total 14 babak yang memacu konsentrasi serta ketangkasan tangan.

Pada kategori utama kubus 3x3x3 yang melalui tiga putaran penuh dan diikuti 63 peserta, Muhammad Faeyza Koda membuktikan ketenangannya untuk keluar sebagai juara. Faeyza membukukan rata-rata kemenangan 7.22 detik di babak final dengan single terbaik 5.99 detik, mengungguli Nathan Aristotle Fan yang mencatat rata-rata 7.48 detik dan Steve Jourdane Saputra dengan 8.06 detik. Faeyza juga tampil gemilang di nomor 3x3x3 One-Handed dengan raihan rata-rata 10.82 detik, serta merebut posisi teratas 3x3x3 Blindfolded lewat single 1:09.57 di mana penyelesaian dilakukan sepenuhnya dengan hafalan tanpa melihat.

Leon Marcell Alamanda mencatatkan dominasi impresif di berbagai nomor puzzle lainnya sepanjang perhelatan. Di kategori 2x2x2 Cube, Leon finis terdepan dengan rata-rata 1.76 detik, mengungguli Faeyza Koda yang mencatat 2.00 detik dan Denzel A. J. Wahyudi di posisi ketiga dengan 2.40 detik. Leon juga mengamankan kemenangan pada nomor 4x4x4 Cube dengan catatan rata-rata 25.14 detik dan single 20.32 detik, berada di depan Steve Jourdane Saputra serta Nathan Aristotle Fan.

Prestasi Leon berlanjut di nomor puzzle besar dan bidang banyak, di mana ia menjuarai kategori 5x5x5 Cube berkat rata-rata 45.60 detik dan single 42.69 detik, jauh meninggalkan Steve Jourdane Saputra yang mencatat 1:00.75. Di nomor Megaminx, Leon kembali mengamankan podium pertama dengan raihan 46.12 detik, disusul Faeyza Koda di urutan kedua dengan 47.83 detik dan Muhammad Fitzal Ashfa Muzakfar di tempat ketiga dengan rata-rata 56.05 detik.

Di balik perburuan podium, barisan peserta menunjukkan lompatan capaian pribadi yang luar biasa di lantai kejuaraan. Yeremia Budi Santoso mencatat kemajuan signifikan dengan personal best Skewb 9.80 detik, melonjak 39.4 persen lebih cepat dari catatan sebelumnya, dan finis ke-26 di Clock dari 6 event yang ia ikuti. Deo Aryasatya Widyatmaja tampil cemerlang di 6 nomor dengan finis terbaik peringkat 11 di Pyraminx, seraya mempertajam rekor 2x2x2 menjadi 2.73 detik atau 37.2 persen lebih cepat, rekor 3x3x3 menjadi 16.28 detik yang 26.7 persen lebih tajam, serta Pyraminx menjadi 6.00 detik. Rudi Aditya yang tampil di 10 nomor melakukan percobaan perdana di Megaminx dengan 2:22.38, meraih finis ke-6 di Clock, dan memangkas waktu 2x2x2 menjadi 3.22 detik serta 3x3x3 menjadi 10.62 detik. Richard Ongkomihardjo yang turun di 5 kategori berhasil melakukan debut 4x4x4 Cube dengan catatan 2:27.30, menempati urutan ke-30 di 3x3x3 One-Handed, dan mempertajam waktu Pyraminx menjadi 13.57 detik serta 3x3x3 menjadi 14.13 detik.

Antusiasme debutan juga menjadi warna tersendiri bagi panggung perlombaan. Rayhan Hexsa Savero menjalani debut WCA competition perdananya dengan langsung bertanding di 10 event, mencatat hasil terbaik urutan 17 di Megaminx, dan melakoni debut 5x5x5 Cube dengan 2:38.12, 3x3x3 One-Handed dengan 22.05 detik, serta Megaminx dengan 2:22.62. Rafello Azril Abidin melakoni laga perdana di 3 event dengan membukukan single awal 4.96 detik di 2x2x2, 43.24 detik di 3x3x3 One-Handed dengan finis ke-40, dan 17.94 detik di 3x3x3. Adzkira Chairunnisa Prasetyo juga merasakan atmosfer kompetisi pertamanya di 3 kategori, finis terbaik urutan 34 Pyraminx dengan 10.62 detik, serta mencatatkan debut 8.92 detik di 2x2x2 dan 28.46 detik di 3x3x3. Melengkapi jajaran debutan, Yoanes Mikhael Rusdi menyelesaikan penampilan perdananya di 2 event dengan torehan awal 34.79 detik di 3x3x3 dan 9.59 detik di 2x2x2.

Persaingan kategori sampingan lainnya menyajikan aksi yang tak kalah menghibur bagi para penonton di arena. Pada kategori Pyraminx, Mark Louis Tan sukses merebut gelar juara berkat rata-rata 3.55 detik dan single 1.72 detik di antara 39 peserta. Sementara itu, Fauzan Rafi Amrullah membawa pulang gelar di nomor Skewb dengan rata-rata 3.51 detik, dan Abraham Joachim Hadiwijaya keluar sebagai yang tercepat di nomor Clock dengan rata-rata 4.66 detik, unggul tipis atas Krisna Arya Satria dengan 4.97 detik serta Leon Marcell Alamanda dengan 5.43 detik.

Seluruh 33 tempat podium yang diperebutkan berhasil disapu bersih oleh para delegasi tuan rumah Indonesia. Kemeriahan cubing competition di Pasar Atom Mall ini menjadi penanda kuatnya regenerasi dan kualitas para speedcuber di tanah air. Berakhirnya perhelatan Jawa Timur Open 2025 meninggalkan catatan waktu gemilang serta deretan rekor personal yang memperkaya dinamika komunitas menyongsong kalender kompetisi mendatang.