SC.app
Competitions

Intermoda BSD Sides Day 2025

Sign in to follow

Clock podium

Gold
4.44 avg · 3.91 single
Silver
6.98 avg · 4.54 single
Bronze
7.36 avg · 6.60 single

Photos, videos & posts from Intermoda BSD Sides Day 2025

Competition recap

A written summary of Intermoda BSD Sides Day 2025, generated from the official results on this page.

Leon Marcell Alamanda Sweeps Podiums at Intermoda BSD Sides Day 2025English

Leon Marcell Alamanda turned in a commanding 6.89 winning average in the 3x3x3 Cube final, capping a remarkable day where he reached the podium in all six contested events. The one-day competition unfolded on April 12, 2025, bringing 47 competitors together in Tangerang Regency, Banten, Indonesia. Hosted at Pasar Modern Intermoda BSD, the event featured a stacked schedule of 12 rounds spanning both traditional formats and specialized side puzzles.

Across six disciplines, every event featured a two-round format that tested speed, endurance, and consistency. From the opening qualifying heats to the decisive finals, the bracket structure placed a premium on dependable execution. Leon Marcell Alamanda led the way in the premier 3x3x3 Cube event, posting a sharp single solve of 6.47 along with his sub-seven winning mark, while Muhammad Faeyza Koda secured second place on a 7.04 average and Kentaro Sasaki claimed third with 7.32.

Big cubes delivered high drama in the afternoon as Anyu Zhang took command of the larger hardware. In the 6x6x6 Cube, Zhang claimed top honors with a 1:22.98 winning average, powered by an exceptional single solve of 1:13.58. Alamanda finished as runner-up on a 1:38.14 average, while Nathaniel Kristanto rounded out the top three with 1:47.40. Zhang then completed a double victory on the 7x7x7 Cube, recording a winning mark of 1:59.67 and a best single of 1:55.57, followed again by Alamanda in second at 2:17.35 and Kristanto in third at 2:44.31.

The specialized side events saw fast turnarounds and tightly contested finishes. Abraham Joachim Hadiwijaya won Clock with a swift 4.44 average and a 3.91 best single, finishing ahead of Alamanda at 6.98 and Aidan Ibrahim Bakota at 7.36. In Square-1, Hezekiah Jaden Susanto captured first place averaging 10.07, featuring a 7.15 single, while Alamanda took second with 11.74 and Hadiwijaya secured third at 15.72. Megaminx went to Ida Putu Sucita Danuartha with a 43.48 average and a 37.70 single, as Koda earned second in 47.75 and Alamanda picked up his sixth podium finish with 49.86.

Away from the top steps of the podium, several competitors made substantial progress on the national stage. Farrel Kiano Andryan took on three events, delivering a 33.4 percent improvement on his 3x3x3 Cube personal best by dropping his mark from 19.52 down to 13.00, while also logging a first ever attempt at Clock with a time of 21.26. Aldrich Jacob Nicodemus entered three disciplines, recording an eighth-place finish in Square-1 on a debut 17.66 solve, dropping his Clock best by 20.5 percent down to 16.02, and trimming his 3x3x3 Cube record to 9.05. Ruben Jeremy Alamsjah tackled three events and cut his Megaminx mark by 37.9 percent from 3:39.96 down to 2:16.60, alongside a first Clock attempt of 20.15. Mikael Lerins Christian took on two categories, posting a first Clock run of 33.67 and shaving 8.4 percent off his 3x3x3 Cube best to reach 14.04.

The wave of milestones continued through the afternoon heats as more participants advanced their personal bests. Dirga Pramudya Susanto competed in two events, cutting his Clock personal best by 30.6 percent from 16.90 down to 11.73. Tristan Fadhil Kautsar entered two disciplines and registered a first official Clock attempt of 12.86. Owen Farna tackled two events and improved his 3x3x3 Cube record by 21.2 percent, reducing his prior mark of 9.67 to 7.62. Lyonell Clementeus Dhani also took on two disciplines, sharpening his Clock best by 10 percent to 15.43 while posting a new 3x3x3 Cube personal single of 14.18.

The overall medal tally reflected broad local strength, with Indonesian solvers earning 16 of the 18 podium positions available, alongside two titles secured by China. For participants tracking their individual progression, the 3x3 results brought an extensive batch of official entries, illustrating the steady development happening across all experience tiers in the region. The depth of the 46-competitor main bracket gave emerging solvers an ideal arena to benchmark their times under tournament conditions.

With all 12 rounds completed in a single packed day of speedcubing, Intermoda BSD Sides Day 2025 delivered a thorough test of versatility across standard puzzles and complex mechanical variations. Whether mastering the precision of Clock, tackling the layers of big cubes, or pushing the pace on the classic Rubik's Cube, competitors proved their stamina across demanding formats. The official speed cubing schedule offered a balanced showcase for both seasoned front-runners and rising talents alike at this memorable WCA competition in Banten.

Konsistensi Rata-Rata Jadi Kunci Kemenangan di Intermoda BSD Sides Day 2025Bahasa Indonesia

Suasana di Pasar Modern Intermoda BSD berlangsung semarak saat para peserta berkumpul di meja pertandingan sejak pagi hari. Berbagai putaran kompetisi rubik berjalan berdampingan dengan fokus tinggi di setiap meja, di mana para peserta bersiap mencatatkan waktu terbaik mereka di bawah pantauan para juri. Turnamen speedcubing resmi ini mempertemukan puluhan talenta dari berbagai daerah untuk menguji ketenangan, ketangkasan tangan, dan kemampuan menjaga ritme penyelesaian di bawah tekanan waktu kompetisi yang ketat.

Ajang bertajuk Intermoda BSD Sides Day 2025 yang digelar di Tangerang Regency, Banten, Indonesia pada 12 April 2025 ini secara keseluruhan menghadirkan 47 peserta. Sepanjang rangkaian acara tahun 2025 tersebut, sebanyak 6 cabang diperlombakan dalam total 12 putaran. Konsistensi dalam menjaga rata-rata waktu terbukti menjadi faktor penentu utama di atas meja, mengungguli raihan waktu tunggal yang cepat tetapi tidak stabil di babak penentuan.

Pada kategori utama 3x3x3 Cube yang diikuti oleh 46 peserta dalam dua putaran, Leon Marcell Alamanda keluar sebagai juara pertama setelah membukukan rata-rata 6.89 dengan single terbaik 6.47. Raihan rata-rata yang sangat solid tersebut memastikan keunggulannya di partai final, mengungguli Muhammad Faeyza Koda yang meraih posisi kedua dengan rata-rata 7.04 dan Kentaro Sasaki di tempat ketiga dengan catatan 7.32.

Leon Marcell Alamanda juga menunjukkan performa stabil di berbagai cabang sampingan dengan merebut tempat di seluruh podium yang tersedia. Pada cabang Megaminx yang diikuti 18 peserta, Ida Putu Sucita Danuartha tampil sebagai juara dengan catatan rata-rata 43.48 dan single 37.70. Posisi kedua diraih oleh Muhammad Faeyza Koda dengan rata-rata 47.75, sementara Leon Marcell Alamanda menempati podium ketiga dengan catatan waktu 49.86.

Dominasi kubus besar dikuasai oleh peserta asal China, Anyu Zhang, yang menyapu bersih kemenangan di dua nomor berbeda. Pada cabang 6x6x6 Cube dengan 16 peserta, Anyu Zhang menang lewat rata-rata 1:22.98 dan single 1:13.58, diikuti Leon Marcell Alamanda dengan rata-rata 1:38.14 serta Nathaniel Kristanto dengan 1:47.40. Anyu Zhang kembali merebut posisi puncak pada 7x7x7 Cube dengan rata-rata 1:59.67 dan single 1:55.57, kembali unggul atas Leon Marcell Alamanda yang mencatatkan 2:17.35 dan Nathaniel Kristanto di posisi ketiga dengan 2:44.31.

Persaingan pada cabang puzzle mekanik lainnya turut berlangsung ketat dan membutuhkan akurasi tinggi. Di cabang Clock yang diikuti 26 peserta, Abraham Joachim Hadiwijaya tampil sebagai juara dengan catatan rata-rata 4.44 dan single 3.91, disusul Leon Marcell Alamanda dengan 6.98 dan Aidan Ibrahim Bakota dengan 7.36. Sementara itu, pada nomor Square-1 dengan 14 peserta, Hezekiah Jaden Susanto merebut gelar juara berkat rata-rata 10.07 dan single 7.15, mengungguli Leon Marcell Alamanda dengan rata-rata 11.74 dan Abraham Joachim Hadiwijaya dengan 15.72.

Di balik persaingan perebutan podium teratas, kemajuan pribadi yang signifikan ditunjukkan oleh sejumlah peserta dalam kompetisi resmi ini. Nicholas Vigo Wardhana yang turun di 5 cabang berhasil meraih posisi terbaik ke-4 pada Square-1, sekaligus mencatat rekor personal 4:53.33 di 7x7x7 Cube yang 12.4% lebih cepat dari waktu sebelumnya serta 8.89 di Clock yang meningkat 12.3%. Rudi Aditya yang mengikuti 2 cabang meraih posisi ke-4 di Clock dengan personal best 6.46 yang 12% lebih cepat serta mencatat 11.84 di 3x3x3 Cube yang meningkat 7.6%. Tertia Anadare Samiya Merdiaz membukukan rekor personal 23.47 di 3x3x3 Cube yang 11.9% lebih cepat dari catatan sebelumnya, dan Ephraim Caleb Hadiwijaya mencatat 37.34 pada nomor yang sama dengan peningkatan 9.1%.

Panggung kompetisi ini juga menjadi saksi debut resmi bagi beberapa peserta yang tampil untuk pertama kalinya. Lukas Ilyas Ezra menyelesaikan penampilan perdananya pada cabang 3x3x3 Cube dengan catatan 24.44. Muhammad Daffa Al Ghifari juga merampungkan laga pertamanya di 3x3x3 Cube dengan waktu 23.73. Selain itu, Tristan Raphael Portilha membukukan waktu 35.02 dalam debutnya di cabang 3x3x3 Cube, sementara Tengku Ehan Razqasyah mencatatkan waktu resmi pertamanya di ajang ini dengan raihan 38.01.

Secara keseluruhan perolehan medali, perwakilan Indonesia mengumpulkan 16 posisi podium berbanding 2 posisi podium untuk China. Penyelenggaraan Intermoda BSD Sides Day 2025 berhasil menampilkan standar eksekusi yang tinggi dan membuktikan bahwa ketenangan menjaga rata-rata putaran adalah modal utama keberhasilan dalam kompetisi kubus tingkat nasional.