Indonesia Masters 2023
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeJustin Lawrence9.35
- 2x2x2 CubeHongyuan Fu (傅泓源)3.16
- 4x4x4 CubeAnyu Zhang (张安宇)36.31
- 5x5x5 CubeAnyu Zhang (张安宇)54.49
- 6x6x6 CubeAnyu Zhang (张安宇)1:26.37
- 7x7x7 CubeAnyu Zhang (张安宇)2:02.52
- 3x3x3 BlindfoldedMichael (謝富亦)1:41.65
- 3x3x3 One-HandedBoying Li (李博莹)19.64
- ClockMichael (謝富亦)6.22
- MegaminxAnyu Zhang (张安宇)54.07
- PyraminxMuhammad Syahmi4.26
- SkewbBoying Li (李博莹)6.83
- Square-1Angeline Wijaya (黃千儀)13.34
Photos, videos & posts from Indonesia Masters 2023
Competition recap
A written summary of Indonesia Masters 2023, generated from the official results on this page.
New Milestones and Fast Finishes Highlight Indonesia Masters 2023English
Fifteen competitors gathered at the UCM Campus on January 14–15 to test their speed across 13 events, marking an energetic start to the 2023 calendar in Medan, North Sumatra, Indonesia. For everyone present at Indonesia Masters 2023, the 24 rounds of action offered a dynamic mix of high-stakes racing and fresh personal breakthroughs. Stepping up to the solving stations at a sanctioned cubing competition brings a blend of focus and nerves, especially as each attempt requires quick inspection and precise finger movements under the watchful eyes of official judges.
The premier 3x3x3 Cube event drew a full field of 15 hopefuls, progressing through two rounds of classic speedcubing. Indonesia's own Justin Lawrence captured the top spot on the podium, locking down the gold medal with a winning average of 9.35 seconds alongside a tournament-best single solve of 8.07 seconds. Boying Li of China claimed second place with a final average of 10.29 seconds, while Anyu Zhang secured third place with an average of 10.33 seconds. These decisive 3x3 results anchored a weekend filled with varied puzzles and standout individual efforts.
Anyu Zhang delivered a remarkable performance across the broader puzzle lineup, accumulating five separate gold medals during the weekend. In the 4x4x4 Cube, Zhang won with a 36.31-second average, followed closely by Indonesia's Angeline Wijaya at 37.73 seconds and Michael at 38.65 seconds. Moving to the larger hardware, Zhang swept the 5x5x5 Cube in 54.49 seconds, the 6x6x6 Cube in 1:26.37, and the 7x7x7 Cube in 2:02.52. Zhang also topped the Megaminx podium with a 54.07 average, besting Michael's 55.08 and Li's 1:01.58 in a tightly contested final.
Boying Li also enjoyed a prolific run across multiple disciplines, earning twin victories in specialized categories. In 3x3x3 One-Handed, Li averaged 19.64 seconds to lead the pack over Michael's 20.70 and Zhang's 20.88. Li returned to the top tier in the Skewb event, posting a 6.83 average to edge past Michael, who finished at 6.92 seconds, and Malaysia's Muhammad Syahmi, who earned third with a 6.99 average. Syahmi secured a title of his own earlier in the schedule, prevailing in Pyraminx with a sharp 4.26 winning average.
Beyond the top steps of the podium, personal growth defined the atmosphere at this WCA competition. Zahra Khairina took on 7 events across the weekend, logging a first ever attempt at 3x3x3 One-Handed with a time of 1:08.21, while delivering huge improvements with a Pyraminx personal best of 5.57 seconds, which was 41.2 percent faster than before, and a 4x4x4 Cube personal best of 1:21.71, cutting 27.4 percent off her previous mark on the way to a 9th-place finish in 3x3x3. Sutrisno tackled a demanding slate of 10 events, logging a 6th-place finish in 3x3x3 Blindfolded while recording official first ever attempts in Pyraminx at 11.59, Megaminx at 3:15.09, and 7x7x7 Cube at 5:56.05.
Short-format puzzles brought rapid turnarounds and high excitement as Hongyuan Fu earned victory in the 2x2x2 Cube with an average of 3.16 seconds, powered by a 2.22 single solve. In Clock, Michael posted a winning average of 6.22 seconds with a 4.56 single to capture the gold medal. Angeline Wijaya delivered a masterclass in the single-round Square-1 event, solving with consistency to secure first place with a 13.34 average and an 11.36 single.
The mental challenge of the 3x3x3 Blindfolded event rounded out the individual triumphs, requiring total memorisation before athletes donned blindfolds to solve the puzzle unseen. Michael earned first place in the discipline with a single solve of 1:41.65, leading an international podium that featured Indonesia's Sandra Devi in second place at 3:06.84 and China's Hongyuan Fu in third at 3:48.00.
By the close of Indonesia Masters 2023, the medal distribution highlighted strong showings from several nations, with Indonesian competitors claiming 19 podium places, Chinese entrants earning 17, and Malaysian cubers securing 3. Whether conquering a standard Rubik's Cube or branching out into multi-layered puzzles, every speed cubing enthusiast departed Medan with verified times and valuable stage experience to build upon for the future.
Justin Lawrence Menjuarai 3x3x3 di Indonesia Masters 2023 MedanBahasa Indonesia
Kemenangan impresif Justin Lawrence di kategori utama 3x3x3 Cube menjadi sorotan utama dalam persaingan ketat di Medan, North Sumatra, Indonesia. Menghadapi putaran final yang penuh tekanan, Lawrence berhasil mengamankan gelar juara setelah mencatatkan rata-rata 9.35 detik serta catatan tunggal terbaik 8.07 detik. Hasil solid ini menempatkannya di puncak podium mengungguli Boying Li yang mencatat rata-rata 10.29 detik dan Anyu Zhang dengan rata-rata 10.33 detik.
Ajang Indonesia Masters 2023 yang diselenggarakan di UCM Campus berlangsung selama dua hari penuh pada 14 hingga 15 Januari 2023. Sebanyak 15 peserta berkumpul untuk bersaing dalam total 13 cabang perlombaan Rubik's Cube resmi dengan 24 babak penyisihan dan final. Sepanjang akhir pekan tersebut, para peserta saling beradu ketangkasan dan fokus memperebutkan gelar terbaik di setiap kategori kubus yang dipertandingkan.
Rangkaian kompetisi hari pertama langsung menyajikan pertarungan sengit di kategori kubus besar dan disiplin khusus. Anyu Zhang tampil sangat dominan dengan memborong kemenangan di berbagai nomor teka-teki berukuran besar. Zhang menunjukkan konsistensi luar biasa di kategori 5x5x5 Cube lewat catatan rata-rata 54.49 detik, menempati posisi teratas di depan Angeline Wijaya yang menorehkan rata-rata 1:07.02 dan Michael yang mencatat rata-rata 1:10.46.
Dominasi Anyu Zhang berlanjut ke nomor 6x6x6 Cube dan 7x7x7 Cube melalui serangkaian penyelesaian yang sangat terukur. Pada final 6x6x6 Cube, Zhang membukukan rata-rata 1:26.37 untuk merebut tempat pertama di atas Michael dengan 1:56.58 dan Angeline Wijaya dengan 2:15.01. Tidak berhenti di situ, Zhang juga menyapu bersih kemenangan di nomor 7x7x7 Cube dengan rata-rata 2:02.52 serta kategori Megaminx dengan rata-rata kemenangan 54.07 detik.
Selain kubus besar, hari pembuka dan pertengahan turnamen turut menghadirkan duel seru pada kategori rotasi alternatif. Boying Li menunjukkan keunggulannya di nomor 3x3x3 One-Handed dengan menyelesaikan rata-rata dalam 19.64 detik, unggul tipis dari Michael yang finis kedua dengan 20.70 detik dan Anyu Zhang di posisi ketiga dengan 20.88 detik. Li kembali merebut medali emas pada cabang Skewb setelah membukukan rata-rata 6.83 detik di atas Michael dan Muhammad Syahmi.
Di balik persaingan papan atas, lembar hasil kompetisi speedcubing ini memuat banyak pencapaian penting dari peserta lain yang unjuk kebolehan. Nigel Loy See Hwee yang turun dalam dua cabang mencatatkan penampilan perdana di nomor 3x3x3 Cube dengan waktu 34.26 detik sekaligus mempertajam catatan terbaik pribadinya di 2x2x2 Cube menjadi 9.28 detik, meningkat 36.7 persen lebih cepat dari catatan lamanya 14.66 detik. Sementara itu, Sausan Talita Raif yang melakoni WCA competition perdananya langsung turun di empat cabang dan membukukan waktu awal 1:13.44 pada 3x3x3 One-Handed, 9.01 detik pada Pyraminx, serta 16.54 detik pada 3x3x3 Cube.
Memasuki hari kedua, panggung perlombaan bergeser ke cabang dengan format unik dan nomor cepat. Michael tampil luar biasa di nomor 3x3x3 Blindfolded dengan menyabet gelar juara lewat torehan waktu tunggal terbaik 1:41.65, memimpin atas Sandra Devi yang mencatatkan 3:06.84 dan Hongyuan Fu dengan 3:48.00. Michael juga membawa pulang kemenangan di nomor Clock dengan rata-rata 6.22 detik, melengkapi performa mengesankannya di berbagai disiplin kubus sepanjang kejuaraan.
Persaingan kategori sampingan lainnya turut dimenangkan oleh sejumlah nama tangguh sebelum babak puncak berlangsung. Hongyuan Fu sukses mengamankan tempat pertama pada kategori 2x2x2 Cube lewat rata-rata 3.16 detik, sedangkan Muhammad Syahmi keluar sebagai kampiun Pyraminx dengan raihan rata-rata 4.26 detik. Pada cabang Square-1 yang menuntut ketelitian tinggi, Angeline Wijaya sukses merebut posisi pertama dengan torehan rata-rata 13.34 detik.
Kejuaraan resmi Indonesia Masters 2023 akhirnya tuntas dengan menempatkan tuan rumah Indonesia di posisi teratas perolehan podium sebanyak 19 kali, disusul delegasi China dengan 17 podium dan Malaysia dengan 3 podium. Penyelenggaraan cubing competition dua hari di Medan ini sukses memperlihatkan standar kompetitif yang tinggi sekaligus menyajikan beragam catatan waktu gemilang di setiap ronde perlombaan.