SC.app
Competitions

Hublife Speedcubing 2024

Sign in to follow
Results
September 28, 2024 – September 29, 2024Hublife - Taman Anggrek Residence · Jakarta, ID97 people10 events

3x3x3 Cube podium

Gold
6.62 avg · 5.85 single
Silver
7.30 avg · 5.66 single
Bronze
8.36 avg · 7.36 single

Photos, videos & posts from Hublife Speedcubing 2024

Competition recap

A written summary of Hublife Speedcubing 2024, generated from the official results on this page.

Personal Bests and Multitiered Triumphs Lead the Action at Hublife Speedcubing 2024English

Ninety-seven competitors gathered in Jakarta, Indonesia on September 28 and 29, generating intense momentum across ten distinct events and seventeen total rounds. Hublife Speedcubing 2024 served as a prime showcase for personal development, where experienced contenders and developing solvers tested their limits. Across the two-day schedule at Hublife - Taman Anggrek Residence, the focus stayed squarely on incremental mastery, rapid turn speeds, and the drop of recorded solve times across the board.

The premier 3x3x3 Cube event drew 93 competitors through three intense rounds of speedcubing. Muhammad Faeyza Koda delivered the standout performance of the division, taking first place with an extraordinary winning average of 6.62 seconds alongside a tournament-best single of 5.85 seconds. Leon Marcell Alamanda claimed second place on the podium with an average of 7.30, while Nathan Aristotle Fan took third with an 8.36 mark. The 3x3 results demonstrated remarkable consistency from the front-runners in this classic Rubik's Cube contest.

Leon Marcell Alamanda orchestrated a massive weekend across multiple disciplines, claiming two individual titles and several podium placements. In the 4x4x4 Cube, which featured 48 competitors over two rounds, Alamanda took the top spot with a 24.93 average and a fast single of 20.31, finishing ahead of Muhammad Faeyza Koda at 30.66 and Steve Jourdane Saputra at 33.13. Alamanda repeated his gold-medal standard in the 5x5x5 Cube, winning with an average of 45.81 and a single of 42.67 across 30 competitors, outpacing Anyu Zhang (张安宇) at 50.44.

Anyu Zhang (张安宇) proved dominant in the heavyweight categories, capturing both the 6x6x6 Cube and 7x7x7 Cube crowns across two rounds each. In the 6x6x6 Cube, Zhang delivered a decisive winning average of 1:25.21 and a single of 1:22.53, leading Leon Marcell Alamanda and Fahmi Aulia Rachman. Zhang followed up in the 7x7x7 Cube with an average of 1:58.17 and a best single of 1:52.04 to finish ahead of Alamanda and Andrew Sebastian Sujanto, ensuring that China collected four podium spots over the weekend alongside Indonesia tallying twenty-six.

Beyond the top steps of the podium, significant strides emerged across the scoreboards. Darren Nathanael Oktalius (李忠華) entered four events and dropped his Skewb personal best down to 5.89 seconds, an improvement of 60.6 percent over his previous 14.94 mark, while also posting a 13.78 in the 3x3x3 Cube and logging a first ever attempt at the 4x4x4 Cube in 2:14.33. Frederick Rahmanto took on an extensive eight-event workload, trimming his Clock personal best by 41.7 percent down to 20.20 seconds, while recording his first official attempts in the 6x6x6 Cube at 4:40.36 and the 7x7x7 Cube at 7:59.55 alongside a 13th-place finish in 3x3x3 Cube.

The progress continued through diverse events as Brandon Valerius Saputra improved his 4x4x4 Cube personal record by 31.2 percent to 1:39.09, while adding first career attempts in Clock with a 23.33 and Skewb with a 12.28. Mateus Vincent Wijaya cut 22.2 percent from his 4x4x4 Cube best to reach 43.59 seconds, finished 12th in Square-1 with a debut mark of 32.45, and logged his first Skewb attempt in 7.21. Nadya Exaudi Sigalingging reduced her 3x3x3 Cube best by 17.9 percent to 12.93, while logging first career marks in Square-1 at 50.05 and 5x5x5 Cube at 2:40.76, finishing 12th in 3x3x3 Blindfolded. Syota Satria Yabuki tackled six events, placing 9th in Clock while recording first career marks in 4x4x4 Cube at 58.77, 5x5x5 Cube at 2:49.02, and Square-1 at 51.49.

Specialist categories added further depth to this WCA competition. In the Megaminx, Muhammad Faeyza Koda secured another victory with a 47.16 average, finishing ahead of Anyu Zhang (张安宇) at 50.34 and Leon Marcell Alamanda at 52.06. Zaky Kurnia Falah captured the Skewb title among 44 competitors with a 3.10 average, while Hiroshi Yumeda (陆天龙) won Clock with a 6.99 average over Zein Yahya and Naufal Hadyan Mahardika. In Square-1, Hezekiah Jaden Susanto (叶奇安) led the field with a 9.69 average and a 7.94 single.

The test of memory in the 3x3x3 Blindfolded division concluded with Phillip Maxwell navigating the single-round event to victory, recording an average of 20.17 seconds and a best single of 19.83. Maxwell finished just ahead of Fahmi Aulia Rachman at 20.89 and Dhafin Rayhan Ahmad at 38.69. As speed cubing standards continue to rise in 2024, the weekend of Hublife Speedcubing 2024 highlighted both established mastery and widespread individual progression.

From opening scrambles to the final podium presentations, Hublife Speedcubing 2024 delivered an exceptional showcase of puzzle dexterity and focus. With ninety-seven participants logging dozens of personal benchmarks, this cubing competition in Jakarta reinforced how personal dedication consistently translates into tangible progress across every layer of the field.

Dominasi Kubus Besar dan Ketahanan Mental di Hublife Speedcubing 2024Bahasa Indonesia

Meja-meja kompetisi di Hublife - Taman Anggrek Residence dipadati puluhan peserta yang bersiap menyelesaikan barisan kubus dalam suasana penuh konsentrasi. Suara gesekan plastik dan ritme ketukan timer menyelimuti area turnamen sepanjang akhir pekan pada 28 hingga 29 September 2024. Gelaran WCA competition bertajuk Hublife Speedcubing 2024 di Jakarta, Indonesia ini mempertemukan sebanyak 97 peserta dalam perburuan waktu tercepat pada 10 nomor perlombaan yang menuntut ketelitian serta daya tahan fisik yang tinggi.

Kategori kubus besar menjadi ujian ketahanan paling berat di panggung utama, di mana peserta harus mempertahankan konsentrasi menyelesaikan lapisan-lapisan rumit tanpa jeda. Pada nomor 7x7x7 Cube yang menuntut kalkulasi visual panjang, Anyu Zhang tampil tak terbendung dengan meraih kemenangan setelah mencatatkan rata-rata 1:58.17 serta single terbaik 1:52.04. Leon Marcell Alamanda merebut tempat kedua dengan rata-rata 2:21.52, diikuti Andrew Sebastian Sujanto di posisi ketiga lewat catatan waktu 3:02.83.

Pertarungan ketat di kategori kubus berukuran masif berlanjut pada nomor 6x6x6 Cube yang mempertemukan 20 pesaing. Anyu Zhang kembali mengukuhkan dominasinya di peringkat pertama lewat rata-rata 1:25.21 dan single 1:22.53. Leon Marcell Alamanda menempel ketat di posisi kedua dengan raihan rata-rata 1:33.49, sementara Fahmi Aulia Rachman berhasil mengamankan tempat ketiga di podium berkat catatan waktu rata-rata 1:47.41.

Nomor 5x5x5 Cube menghadirkan pembalasan sengit ketika Leon Marcell Alamanda menunjukkan keunggulan eksekusinya untuk memuncaki klasemen. Lewat rata-rata 45.81 dan single 42.67, Leon berhasil mengungguli Anyu Zhang yang menempati posisi kedua dengan rata-rata 50.44. Tempat ketiga pada nomor ini diamankan oleh Steve Jourdane Saputra dengan raihan rata-rata 57.52 dari total 30 peserta yang bertanding melintasi 2 babak.

Persaingan nomor klasik 3x3x3 Cube yang mempertemukan 93 peserta berlangsung sangat ketat hingga putaran ketiga. Muhammad Faeyza Koda berhasil meraih gelar juara utama Rubik's Cube dengan membukukan rata-rata kemenangan 6.62 dan single terbaik 5.85. Leon Marcell Alamanda menempati posisi kedua dengan rata-rata 7.30, disusul Nathan Aristotle Fan di podium ketiga dengan rata-rata 8.36.

Di balik perburuan podium teratas, sejumlah peserta menunjukkan perkembangan performa yang sangat signifikan dalam catatan personal mereka. Ejane Sutjiadi turun di 4 cabang dan sukses memangkas rekor personal Skewb sebesar 59.7 persen menjadi 8.91, memperbaiki personal best 4x4x4 Cube menjadi 1:14.89, serta mencatatkan rekor Megaminx 4:05.99. Theo Evangelino Teng menyelesaikan penampilan perdananya di nomor 4x4x4 Cube dengan catatan 2:14.81 dan memangkas waktu 3x3x3 Cube miliknya hingga 33.2 persen menjadi 16.82. Sementara itu, Aldrich Warren Candra menuntaskan debut nomor Skewb lewat waktu 8.30 sekaligus memperbaiki catatan 3x3x3 Cube menjadi 17.97 yang 33.1 persen lebih cepat dari catatan terdahulu.

Antusiasme mencoba tantangan baru juga diperlihatkan oleh Muhammad Fahmy Chainurrifqy yang menjalani percobaan perdananya di nomor Clock dengan waktu 18.41 serta mempertajam catatan 4x4x4 Cube miliknya sebesar 30.1 persen menjadi 2:11.79. Zhafran Shahzada yang mengikuti 6 nomor perlombaan berhasil menyelesaikan percobaan pertamanya di Square-1 dengan waktu 44.64, percobaan perdana 6x6x6 Cube pada 2:54.64, dan memangkas rekor Megaminx sebesar 16.5 persen menjadi 1:01.68. Aidan Ibrahim Bakota yang turun di 7 nomor juga mencatatkan debut 6x6x6 Cube dengan waktu 3:56.28, debut 5x5x5 Cube dengan waktu 2:18.60, serta mempertajam rekor 4x4x4 Cube miliknya sebesar 18.7 persen menjadi 57.40.

Kategori lainnya dalam kejuaraan speedcubing ini menyajikan variasi teknik yang tak kalah memukau. Muhammad Faeyza Koda mengoleksi kemenangan keduanya di nomor Megaminx lewat rata-rata 47.16, mengungguli Anyu Zhang di posisi kedua dan Leon Marcell Alamanda di posisi ketiga. Leon Marcell Alamanda sendiri merebut podium teratas 4x4x4 Cube dengan rata-rata 24.93, di depan Muhammad Faeyza Koda dan Steve Jourdane Saputra.

Nomor-nomor spesialis turut melahirkan juara baru sepanjang akhir pekan di Jakarta Barat tersebut. Hiroshi Yumeda menguasai Clock dengan rata-rata 6.99, Zaky Kurnia Falah merebut gelar Skewb melalui rata-rata 3.10, dan Hezekiah Jaden Susanto memenangi Square-1 dengan rata-rata 9.69. Pada nomor 3x3x3 Blindfolded yang menguji memori dan konsentrasi tertutup, Phillip Maxwell menjadi yang tercepat dengan rata-rata 20.17.

Secara keseluruhan, perhelatan Hublife Speedcubing 2024 menyajikan 17 babak kompetisi yang penuh dengan pembuktian teknis dan ketahanan. Para peserta dari Indonesia sukses mengoleksi 26 penempatan podium, sementara 4 podium lainnya diraih oleh delegasi China. Rangkaian hasil ini menutup turnamen dengan catatan kompetitif yang solid di setiap cabang kubus.