Hari-Hari Horas 7 2024
Sign in to follow5x5x5 Blindfolded podium
Winners
All resultsPhotos, videos & posts from Hari-Hari Horas 7 2024
Competition recap
A written summary of Hari-Hari Horas 7 2024, generated from the official results on this page.
Specialist Events Take Centre Stage at Hari-Hari Horas 7 2024 in MedanEnglish
A demanding 5x5x5 Blindfolded showdown delivered the most striking result of the day as Ng Jia Quan (黄佳铨) mastered the intricate memorisation and execution challenges to capture victory with a winning single time of 8:09.31. Conquering a big cube without sight requires immense mental endurance and precise execution, making the feat a standout highlight in North Sumatra. The one-day gathering assembled 12 competitors across four rounds and three distinct disciplines, shining a spotlight on specialised categories that test solvers beyond traditional speed formats.
Held on July 2, 2024 at Kopi Dari Hati Grand Jati Junction in Medan, North Sumatra, Indonesia, Hari-Hari Horas 7 2024 brought regional talent together for an intense schedule. While major tournaments often draw vast fields seeking standard Rubik's Cube glory, this focused WCA competition stripped the timetable down to niche disciplines. Without standard 3x3 results dominating the schedule, the gathering provided an ideal platform for big-cube technicians and puzzle specialists to showcase their craft in high-pressure rounds.
The 5x5x5 Blindfolded contest proved to be a punishing trial where only two competitors registered a successful solve out of seven entrants. Ng Jia Quan (黄佳铨) led the field with his decisive 8:09.31 single. Firstian Fushada (符逢城) of Indonesia took second place after successfully logging an 11:56.00 finish. The remaining five competitors, including Lim Hung (林弘), Bryan Gan Tze Yang (顏子洋), Eng Dickson (黄迪胜), Wong Chong Wen (黄崇文), and Lim Chun Yik (林峻毅), all recorded DNFs on their attempts, highlighting the unforgiving margin of error inherent in blindfolded big-cube solving.
The speedcubing action continued on the big stage with the 6x6x6 Cube, where Lim Hung (林弘) of Malaysia produced a masterclass across two rounds of play. Lim Hung topped the podium with a winning average of 1:19.55 alongside a best single of 1:16.21. Firstian Fushada (符逢城) earned the runner-up position with an average of 1:30.26, while Ng Jia Quan (黄佳铨) rounded out the top three by posting a 1:40.21 average to collect another podium finish.
In the Pyraminx division, the competition tempo accelerated dramatically as Ng Jia Quan (黄佳铨) completed a double-gold performance by taking first place with an average of 2.45 and a lightning-fast best single of 1.99 across 12 competitors. Lim Chun Yik (林峻毅) finished second with an average of 3.54, while Firstian Fushada (符逢城) claimed third place on a 3.97 average, cementing his presence across all three podium presentations during the event.
Beyond the podium battles, the character of any cubing competition emerges from dedicated solvers pushing their personal limits in specific disciplines. Justin Lawrence of Indonesia took on the Pyraminx, completing the event with a best finish of 8th place in the final standings. Meanwhile, Malaysian competitor Wang Junwen (王俊文) applied extensive experience across 142 career tournaments by entering the single discipline and securing an 11th-place finish in Pyraminx to add another solid chapter to his long tenure on the regional circuit.
The geographic distribution across the three events saw Malaysia claim 9 podium places, Indonesia secure 3 podium places, and Singapore take 1 podium place. The focused environment inside the venue pushed solvers to maintain concentration across fast-paced Pyraminx scrambles as well as the quiet, extended tension of blindfolded solving. The unique schedule demonstrated the deep appeal of alternative speed cubing formats that challenge competitors beyond conventional three-layered twists.
With all four rounds completed, Hari-Hari Horas 7 2024 wrapped up as a concise yet fiercely contested tournament in Medan. The performances delivered by Ng Jia Quan and Lim Hung set a high benchmark across both dexterity and blind solving disciplines. As the international circuit progresses through 2024, the focused achievements at this event stand as an exemplary showcase of specialist speedcubing discipline and mental resilience under pressure.
Dominasi Ng Jia Quan di Hari-Hari Horas 7 2024 MedanBahasa Indonesia
Dua kemenangan impresif diraih oleh Ng Jia Quan (黄佳铨) pada ajang Hari-Hari Horas 7 2024 yang berlangsung di Medan, North Sumatra, Indonesia pada 2 Juli 2024. Turnamen speedcubing satu hari ini menyajikan persaingan ketat dalam empat babak dari tiga cabang yang dipertandingkan. Di Kopi Dari Hati Grand Jati Junction, sebanyak 12 peserta berkumpul untuk menguji kemampuan memecahkan teka-teki rubik dalam kompetisi resmi World Cube Association tingkat internasional.
Ng Jia Quan (黄佳铨) membuka dominasinya lewat nomor Pyraminx yang langsung memasuki babak final dengan 12 peserta. Wakil asal Malaysia tersebut mencatatkan waktu rata-rata 2.45 detik serta single terbaik 1.99 detik untuk mengunci posisi pertama. Podium Pyraminx dilengkapi oleh rekan senegaranya Lim Chun Yik (林峻毅) di tempat kedua dengan rata-rata 3.54 detik, disusul oleh wakil tuan rumah Firstian Fushada (符逢城) yang mengamankan tempat ketiga berkat catatan rata-rata 3.97 detik.
Nomor menantang 5x5x5 Blindfolded menyajikan tontonan menegangkan di Kopi Dari Hati Grand Jati Junction. Dari tujuh peserta yang berpartisipasi dalam nomor tanpa melihat ini, hanya dua peserta yang sukses mencatatkan waktu resmi. Ng Jia Quan (黄佳铨) kembali keluar sebagai yang terbaik setelah membukukan single terbaik 8:09.31 kendati catatan rata-ratanya berakhir DNF. Firstian Fushada (符逢城) menyusul di peringkat kedua dengan catatan single 11:56.00 dan rata-rata DNF.
Persaingan 5x5x5 Blindfolded membuktikan tingginya tingkat kesulitan nomor memori tingkat lanjut ini. Di belakang dua posisi teratas, para peserta lain mencatatkan DNF baik pada catatan single maupun rata-rata. Lim Hung (林弘), Bryan Gan Tze Yang (顏子洋), Eng Dickson (黄迪胜), Wong Chong Wen (黄崇文), dan Lim Chun Yik (林峻毅) harus puas berbagi posisi ketiga setelah menghadapi tantangan berat menyelesaikan teka-teki kubus besar tanpa melihat susunan warna secara langsung.
Pada nomor 6x6x6 Cube, pertarungan berlangsung dalam dua babak yang melibatkan 10 peserta. Lim Hung (林弘) tampil sangat cepat untuk merebut gelar juara dengan rata-rata kemenangan 1:19.55 dan torehan single 1:16.21. Di babak final, Firstian Fushada (符逢城) menempati peringkat kedua dengan rata-rata 1:30.26, sementara Ng Jia Quan (黄佳铨) menambah raihan podiumnya di posisi ketiga dengan catatan rata-rata 1:40.21.
Babak kualifikasi 6x6x6 Cube juga menghadirkan perebutan posisi yang ketat sebelum penentuan pemenang. Lim Hung (林弘) melaju ke partai puncak setelah mencatatkan rata-rata 1:21.58 dan single 1:17.64. Firstian Fushada (符逢城) mengamankan tempat final dengan rata-rata 1:32.11 dan single 1:26.41, diikuti oleh Ng Jia Quan (黄佳铨) yang membukukan rata-rata 1:36.09 serta single 1:33.39 pada babak pertama.
Di balik persaingan podium teratas, sejumlah nama turut menunjukkan perjuangan penting sepanjang gelaran cubing competition ini. Wilson Alvis (陈智胜) tampil di dua nomor berbeda dan berhasil mencapai finis terbaik di posisi ke-6 pada cabang Pyraminx. Sementara itu, Leow Yi Jun (廖艺畯) yang juga bertanding dalam dua cabang sukses mengamankan posisi ke-7 pada nomor Pyraminx untuk menambah catatan perjalanannya di arena resmi.
Secara keseluruhan, kontingen Malaysia mengumpulkan total sembilan raihan podium sepanjang hari pertandingan, disusul oleh Indonesia dengan tiga raihan podium dan Singapura dengan satu raihan. Keberhasilan pelaksanaan Hari-Hari Horas 7 2024 menunjukkan daya tarik besar perlombaan kubus rubik di Sumatera Utara dengan persaingan regional yang dinamis.
Tirai kompetisi WCA competition tahun 2024 ini resmi ditutup dengan Ng Jia Quan (黄佳铨) sebagai bintang utama berkat dua medali emas dan satu perunggu. Perhelatan Hari-Hari Horas 7 2024 di Medan ini meninggalkan deretan torehan angka impresif serta menjadi panggung kompetitif berharga bagi para pegiat kubus sebelum menyongsong agenda kejuaraan berikutnya.