Hari-Hari Horas 3 2024
Sign in to follow4x4x4 Blindfolded podium
Winners
All resultsPhotos, videos & posts from Hari-Hari Horas 3 2024
Competition recap
A written summary of Hari-Hari Horas 3 2024, generated from the official results on this page.
Firstian Fushada Dominates Field at Hari-Hari Horas 3 2024 in MedanEnglish
Three events and four rounds produced a display of mastery at Hari-Hari Horas 3 2024 as 11 competitors gathered in Medan, North Sumatra, Indonesia on June 28, 2024. Staged at Kopi Dari Hati Grand Jati Junction, the action showcased intense multi-event ability. Across the board, Firstian Fushada (符逢城) commanded the weekend, capturing two event victories and reaching the podium in all three contested categories. It was a focused, high-stakes gathering where every solve shifted the final standings.
The 4x4x4 Blindfolded event served as the ultimate test of memory and precision at the competition. The puzzle requires complete memorisation of all piece placements before donning a blindfold, where a single misalignment causes an instant failure. In a dramatic final, six of the seven entrants recorded no successful times. Firstian Fushada (符逢城) stood alone, executing a single of 3:46.89 to seal a remarkable victory while every other challenger finished tied for second with a DNF result.
Eng Dickson (黄迪胜), Michael (謝富亦), Wilson Alvis (陈智胜), Lim Chun Yik (林峻毅), Ng Jia Quan (黄佳铨), and Wong Chong Wen (黄崇文) all fell victim to the unforgiving nature of the blind solve. Firstian Fushada (符逢城) held his nerve on the floor in Medan, North Sumatra, Indonesia, securing the only valid time recorded across the entire event roster. That singular performance underscored his dominance throughout the single-day WCA competition.
Firstian Fushada (符逢城) carried that momentum straight into the Square-1 competition, where nine competitors battled through a single round. Clocking a best single of 5.97 and finishing with a winning average of 7.29, he captured his second gold medal of the day. Ng Jia Quan (黄佳铨) pressed him hard, securing second place with an 8.77 average, while Angeline Wijaya (黃千儀) claimed third with a steady mark of 10.90.
Away from the top step of the podium, veteran competitor Ivan Lew Yi Wen (刘义文) took on two events at this cubing competition. With an extensive career spanning 182 competitions and 315 podium finishes entering the weekend, he brought deep experience to the venue. Ivan Lew Yi Wen (刘义文) delivered a best finish of 8th place in Square-1, continuing his long journey across the global circuit.
The Clock event provided a thrilling two-round battle among 11 competitors. In the opening round, Firstian Fushada (符逢城) set an average of 5.38 and a single of 3.93, while Michael (謝富亦) notched a 5.73 average and 5.02 single, and Ng Jia Quan (黄佳铨) recorded a 5.79 average and 3.87 single. In the final, Ng Jia Quan (黄佳铨) surged to victory with a winning average of 4.27, bolstered by the tournament best single of 3.15.
Michael (謝富亦) locked in second place in Clock with a 6.07 average, while Firstian Fushada (符逢城) capped his busy schedule by taking third place with a 7.16 average. Across the meet, host nation Indonesia earned 7 podium places, Malaysia secured 5, and Singapore claimed 1. Fans tracking speedcubing milestones and classic Rubik's Cube speed cubing disciplines were treated to exceptional specialist matchups.
The single-day event in Medan proved how exciting niche disciplines can be, leaving fans eagerly awaiting upcoming 3x3 results in future regional fixtures. With two titles and a podium sweep across three events, Firstian Fushada (符逢城) defined Hari-Hari Horas 3 2024 through total execution. The small field delivered high drama, setting a fierce standard for the rest of the 2024 competitive season.
Persaingan Ketat Generasi Muda Warnai Hari-Hari Horas 3 2024 di MedanBahasa Indonesia
11 peserta berkumpul untuk menguji ketangkasan dan kecepatan tangan dalam ajang speedcubing yang berlangsung di Medan, North Sumatra, Indonesia. Kejuaraan bertajuk Hari-Hari Horas 3 2024 tersebut terselenggara pada 28 Juni 2024 dengan menyajikan 3 cabang kompetisi resmi dan 4 babak pertandingan. Bertempat di Kopi Dari Hati Grand Jati Junction, para peserta muda memperlihatkan lonjakan performa yang sangat pesat. Pertarungan singkat satu hari penuh ini menjadi panggung adu ketangkasan puzzle mekanik Rubik's Cube dan variasi lainnya di tingkat regional.
Kejuaraan ini menjadi sorotan penting dalam kalender cubing competition tahun 2024 di kawasan Sumatra Utara. Bakat-bakat muda terus menunjukkan peningkatan teknik yang luar biasa dalam menyelesaikan setiap putaran puzzle. Dari total 3 cabang yang diperlombakan, dinamika persaingan berlangsung sangat ketat sejak babak penyisihan hingga putaran final. Penguasaan mekanik rubik dan fokus tinggi menjadi kunci utama bagi para peserta untuk mencatatkan waktu terbaik mereka di atas meja perlombaan.
Cabang Clock menjadi panggung pembuktian bagi Ng Jia Quan asal Malaysia yang berhasil mengamankan gelar juara pertama. Melalui dua babak penyisihan dan final yang melibatkan 11 peserta, Ng Jia Quan mencatatkan rata-rata kemenangan 4.27 serta torehan waktu single terbaik 3.15 di babak penyisihan. Di posisi kedua, Michael asal Indonesia membuntuti dengan catatan rata-rata 6.07 setelah sempat mencatatkan single 5.02. Firstian Fushada menyusul di peringkat ketiga dengan torehan rata-rata 7.16.
Pertarungan puzzle bentuk Square-1 menyajikan aksi yang tidak kalah mendebarkan bagi para penggemar rubik. Firstian Fushada tampil dominan mewakili Indonesia dengan meraih podium tertinggi setelah membukukan rata-rata kemenangan 7.29 dari 9 peserta yang bertanding. Dalam rangkaian penyelesaiannya, Firstian Fushada juga sukses mencatatkan single impresif 5.97. Ng Jia Quan menyusul di posisi kedua dengan rata-rata 8.77, sementara Angeline Wijaya berada di posisi ketiga podium dengan rata-rata 10.90.
Tantangan terbesar kompetisi ini hadir pada cabang 4x4x4 Blindfolded yang menuntut konsentrasi serta kemampuan memori tingkat tinggi tanpa melihat puzzle. Dari total 7 peserta yang turun berlaga di babak tunggal, Firstian Fushada menjadi satu-satunya peserta yang berhasil mencatatkan waktu penyelesaian sah. Ia membukukan single kemenangan 3:46.89, sementara enam peserta lainnya yaitu Eng Dickson, Michael, Wilson Alvis, Lim Chun Yik, Ng Jia Quan, dan Wong Chong Wen harus puas dengan status DNF.
Di balik daftar podium utama, semangat pantang menyerah tetap terpancar jelas dari seluruh peserta yang hadir di arena pertandingan. Ivan Lew Yi Wen asal Malaysia yang telah mencatatkan rekor keikutsertaan dalam 182 kompetisi sepanjang kariernya turun membuktikan dedikasi pada 2 cabang perlombaan di ajang ini. Hasil terbaik yang diraihnya adalah posisi ke-8 pada cabang Square-1, memperlihatkan komitmen kuat untuk terus berkompetisi mendampingi para talenta muda yang sedang bertumbuh.
Secara keseluruhan dalam perolehan tempat podium antarnegara, para delegasi Indonesia sukses mengumpulkan 7 posisi podium di hadapan pendukung lokal. Delegasi Malaysia berhasil membawa pulang 5 posisi podium, disusul oleh wakil Singapura yang mengamankan 1 raihan podium. Dominasi para atlet muda di setiap cabang mencerminkan regenerasi yang berjalan sangat positif di kancah speedcubing Asia Tenggara sepanjang tahun 2024 ini.
Rangkaian gelaran Hari-Hari Horas 3 2024 sukses ditutup dengan catatan prestasi yang membanggakan dari setiap delegasi. Keberhasilan pelaksanaan turnamen resmi World Cube Association atau WCA competition ini membuktikan bahwa Medan siap menjadi tuan rumah turnamen rubik berkualitas tinggi. Performa cepat para juara dan perkembangan pesat generasi muda menjadi sinyal positif menyambut kompetisi-kompetisi menarik pada musim berikutnya.