SC.app
Competitions

Hari-Hari Horas 11 2024

Sign in to follow

3x3x3 Fewest Moves podium

Gold
21.00 avg · 20 single
Silver
24.00 avg · 20 single
Bronze
25.00 avg · 23 single

Photos, videos & posts from Hari-Hari Horas 11 2024

Competition recap

A written summary of Hari-Hari Horas 11 2024, generated from the official results on this page.

Wong Chong Wen Claims Victory at Hari-Hari Horas 11 2024English

Eight competitors assembled at Kopi Dari Hati Grand Jati Junction as the organizing team and dedicated officials brought Hari-Hari Horas 11 2024 to life. Managing a specialized schedule requires careful coordination from the venue staff and event volunteers, who kept the tables running smoothly from the initial scramble to the final verification. Staged in Medan, North Sumatra, Indonesia on July 6, 2024, the gathering provided an efficient environment for solvers to focus entirely on their attempts.

The tournament focused exclusively on a single discipline across one comprehensive round, tasking participants with finding the shortest possible route to solve the standard Rubik's Cube. Unlike rapid-turning events, this branch of speedcubing demands deep spatial reasoning, paper notation, and patience. The organizers ensured every station had standard writing equipment and regulation cube covers ready on time, maintaining strict standards for this official WCA competition.

Wong Chong Wen (黄崇文) of Singapore delivered a masterclass in tactical calculation, topping the rankings with an impressive mean of 21.00 moves. His campaign included a remarkable single solve of 20 moves, demonstrating precision under strict time limits. That consistency placed him at the summit of the standings and secured the title for Singapore in a tightly contested international field.

Takumi Tamura (田村匠) of Japan mounted a relentless challenge, claiming the second podium position with an average of 24.00 moves. Tamura matched Wong for the best single attempt of the entire tournament by turning in an identical low count of 20 moves during his attempts. His strong three-solve performance rewarded Japan with one podium spot in a display of high-level speed cubing technique.

Lim Chun Yik (林峻毅) of Malaysia rounded out the podium places by capturing third position overall. Lim registered a steady average of 25.00 moves to go along with a best single effort of 23 moves. His podium finish added to Malaysia's strong presence at Hari-Hari Horas 11 2024, proving how small variations in solution efficiency separate the medal positions at elite cubing competition tables.

Away from the top three spots, the day showcased impressive resilience and deep experience across the roster. Bryan Gan Tze Yang (顏子洋) of Malaysia, making his 66th career tournament appearance with only 5 career podium places entering the contest, took on 1 event entered here and earned a commendable best finish of 4th place with an average of 27.33 and a single of 25. Fellow Malaysian competitor Eng Dickson (黄迪胜), who counts 107 career competitions and 62 career podium places, took on 1 event entered here and posted a best finish of 5th place with a 39.67 average and a 38 single.

Other contenders found success in single attempts even when complete averages eluded them. Firstian Fushada (符逢城) of Indonesia managed a brilliant 22-move single despite a DNF average, while Ng Jia Quan (黄佳铨) of Malaysia logged a single of 27 moves. Indonesian representative Wilson Alvis (陈智胜) contributed a 31-move single, highlighting the unpredictable nature of analytical 3x3 results when every turn counts.

With podium awards distributed among Singapore, Japan, and Malaysia, Hari-Hari Horas 11 2024 delivered high drama in an intimate single-day format. The hard work of the local organizers, delegates, and supporting volunteers in Medan, North Sumatra, Indonesia ensured a seamless experience for every participant. As the 2024 calendar advances, the event stands as a model of successful execution for niche solving disciplines.

Wong Chong Wen Juara Fewest Moves di Hari-Hari Horas 11 2024Bahasa Indonesia

Wong Chong Wen (黄崇文) mencatatkan raihan luar biasa dengan rata-rata 21.00 langkah untuk merebut gelar juara 3x3x3 Fewest Moves di Medan, North Sumatra, Indonesia. Keberhasilan wakil Singapura tersebut menjadi sorotan utama dalam gelaran kompetisi Rubik tingkat resmi yang berlangsung singkat namun sangat kompetitif. Pertarungan strategi langkah efisien ini mempertemukan para spesialis penyelesaian kubus yang beradu ketelitian dalam satu babak penentuan yang berlangsung sengit sepanjang hari pelaksanaan.

Kelancaran ajang Hari-Hari Horas 11 2024 terwujud berkat dedikasi penuh tim penyelenggara, delegasi resmi, dan para sukarelawan yang mengelola setiap detail teknis pertandingan. Mengambil tempat di Kopi Dari Hati Grand Jati Junction pada tanggal 6 Juli 2024, panitia bekerja cermat menyediakan lembar soal, memfasilitasi waktu pencarian solusi selama enam puluh menit, dan memastikan standar ketat World Cube Association berjalan tertib. Tanpa komitmen dari pihak penyelenggara di balik meja administrasi, kompetisi khusus ini tentu tidak dapat terlaksana dengan mulus.

Ajang Hari-Hari Horas 11 2024 menyajikan satu cabang disiplin murni yaitu 3x3x3 Fewest Moves yang diikuti oleh total 8 peserta dari berbagai negara. Format satu babak menuntut konsentrasi tinggi tanpa ruang untuk kesalahan, di mana setiap peserta berupaya menemukan jalur penyelesaian Rubik's Cube dengan jumlah putaran paling sedikit. Ruang kompetisi dipenuhi keheningan analitis saat para perancang solusi mencoretkan notasi demi notasi demi mengejar angka seminimal mungkin.

Kemenangan Wong Chong Wen (黄崇文) dipastikan lewat konsistensi impresif yang membuahkan catatan single terbaik 20 langkah dan rata-rata akhir 21.00. Performa tersebut menempatkannya di posisi puncak klasemen, unggul dari lawan-lawan tangguh di panggung internasional. Keberhasilan menorehkan single 20 langkah membuktikan kematangan taktik dalam membedah acakan kubus secara efisien dan tenang di bawah batasan waktu yang ketat.

Persaingan di podium berlangsung sangat ketat antara tiga negara berbeda. Takumi Tamura (田村匠) dari Jepang mengamankan posisi kedua dengan rata-rata 24.00 langkah serta sempat menyamai single terbaik turnamen berkat catatan 20 langkah. Sementara itu, Lim Chun Yik (林峻毅) dari Malaysia melengkapi jajaran tiga besar setelah mengukuhkan rata-rata 25.00 langkah dengan single terbaik 23 langkah, menegaskan dominasi para peserta internasional di papan atas.

Di balik perburuan gelar juara, kompetisi ini juga merekam perjuangan gigih para peserta berpengalaman yang terus menguji kemampuan teknis mereka. Ng Jia Quan (黄佳铨) dari Malaysia yang telah menjalani 166 kompetisi sepanjang kariernya berhasil menempati peringkat ke-7 dengan torehan single 27 langkah. Sementara itu, wakil tuan rumah Wilson Alvis (陈智胜) yang telah mencatatkan 159 kompetisi finis di posisi ke-8 dengan raihan single 31 langkah, membuktikan komitmen tanpa henti dalam mendalami cabang strategi ini.

Peserta lain asal Malaysia juga turut menyumbangkan hasil kompetitif yang solid di papan tengah. Bryan Gan Tze Yang (顏子洋) sukses menyelesaikan rangkaian putaran dengan rata-rata 27.33 langkah dan single terbaik 25 langkah, disusul oleh Eng Dickson (黄迪胜) yang membukukan rata-rata 39.67 langkah serta single terbaik 38 langkah. Di sisi lain, perwakilan Indonesia Firstian Fushada (符逢城) menunjukkan potensi besar dengan torehan single impresif 22 langkah meskipun belum berhasil menuntaskan rata-rata.

Rangkaian kompetisi speedcubing di Medan ini resmi berakhir dengan pembagian podium yang merata kepada tiga delegasi negara yaitu Singapura, Jepang, dan Malaysia. Kesuksesan penyelenggaraan Hari-Hari Horas 11 2024 menjadi bukti nyata semangat komunitas lokal dalam menyajikan panggung WCA competition yang berkualitas bagi para peminat rubik taktis, sekaligus menutup kalender pertemuan di tahun 2024 ini dengan catatan teknis yang sangat memuaskan.