Hari-Hari Horas 10 2024
Sign in to follow3x3x3 Multi-Blind podium
Winners
All results- ClockNg Jia Quan (黄佳铨)4.32
- MegaminxFirstian Fushada (符逢城)41.23
- 3x3x3 Multi-BlindYucheng Chen (陈裕铖)48/59 in 59:45
Photos, videos & posts from Hari-Hari Horas 10 2024
Competition recap
A written summary of Hari-Hari Horas 10 2024, generated from the official results on this page.
Yucheng Chen Dominates Multi-Blind as Medan Hosts Hari-Hari Horas 10 2024English
Yucheng Chen delivered an extraordinary feat of memory and precision in Medan, North Sumatra, Indonesia, successfully solving 48 out of 59 puzzles blindfolded within 59 minutes and 45 seconds. That commanding performance at Hari-Hari Horas 10 2024 anchored an intense single-day meet where high-level specialists and ambitious newcomers tested their skills across niche disciplines. The gathering brought together 9 competitors on July 5, 2024, generating four rounds of fierce action across three challenging events.
Held at Kopi Dari Hati Grand Jati Junction, the gathering served as an intimate WCA competition tailored for endurance, pattern recognition, and dial control. Speedcubing tournaments often showcase standard puzzles, but this venue stripped away the ordinary to highlight specialized craft. Even without traditional three-by-three rounds on the schedule, enthusiasts following standard 3x3 results found plenty of drama across the dodecahedrons, multi-cube blindfolded attempts, and mechanical dials.
The 3x3x3 Multi-Blind event proved to be a masterclass in focus, as competitors spent an hour managing dozens of memorized sequences. Yucheng Chen claimed the top step of the podium with the 48/59 result, distancing the rest of the field. Malaysia's Ng Jia Quan took second place with a remarkably accurate 14 out of 15 cubes in 34:05. Indonesia's Firstian Fushada secured third place by solving 16 of 21 cubes in 54:17, demonstrating the mental stamina demanded by this grueling discipline.
In the Megaminx division, Firstian Fushada rose to the top of the standings through relentless turning on the twelve-faced puzzle. Fushada claimed victory with a winning average of 41.23 seconds, complemented by the event's best single solve of 32.87. Ng Jia Quan took second place with an average of 47.43 seconds, while Indonesia's Michael earned third place with a mark of 52.55. The single-round battle tested physical stamina and lookahead, giving fans at Hari-Hari Horas 10 2024 a thrilling demonstration of dodecahedral speed.
Beyond the podium battles, the floor provided fertile ground for seasoned speed cubing entrants to unlock major breakthroughs. Bryan Gan Tze Yang entered all three events and secured a 5th-place finish in Megaminx, lowering his personal best average to 52.79 seconds to mark an 11 percent improvement over his previous mark of 59.33, alongside a Clock personal best of 10.60 seconds that was 10.6 percent faster than his prior best. Lim Chun Yik also took on all three disciplines, finishing 4th in Megaminx with a personal best of 50.51 seconds, a 3.7 percent improvement, while recording a perfect 10 out of 10 in 56:18 during 3x3x3 Multi-Blind.
The Clock event featured two intense rounds where dial manipulation came down to razor-thin fractions of a second. Firstian Fushada electrified the room in the opening stage by logging an Indonesian national record single of 3.82 seconds. However, Ng Jia Quan maintained steady form throughout the final round, taking first place with a winning average of 4.32 seconds and a best single of 3.32. Fushada captured second place on the podium with an average of 4.85 seconds, and Michael locked down third place averaging 6.33.
By the close of Hari-Hari Horas 10 2024, host nation Indonesia collected a total of 5 podium places across the three events. Malaysia followed with 3 podium finishes, and China claimed 1 top-step finish through Chen's multi-cube masterclass. Every round offered a showcase of technique, from the rapid wrist motion of Clock to the intricate color schemes of the Megaminx and the silent concentration of blindfolded solving.
As the cubing competition wrapped up in Medan, the day highlighted how much variety exists beyond the standard Rubik's Cube. The athletes who traveled to Kopi Dari Hati Grand Jati Junction made every turn count, pushing their career bests and setting national milestones. Hari-Hari Horas 10 2024 concluded as a memorable showcase of discipline and speed, leaving participants ready to carry their momentum forward into the next season of tournament play.
Persaingan Talenta Muda di Hari-Hari Horas 10 2024Bahasa Indonesia
Meja-meja kompetisi tertata rapi di Kopi Dari Hati Grand Jati Junction saat para peserta mulai menyiapkan perangkat pengukur waktu dan melumasi teka-teki mekanik mereka. Suasana fokus terasa pekat di dalam ruangan ketika para peserta berkumpul di Medan, North Sumatra, Indonesia, pada 5 Juli 2024. Ajang ini menghadirkan panggung bagi bakat-bakat muda yang terus menunjukkan perkembangan pesat dalam menyelesaikan berbagai cabang teka-teki, membuktikan bahwa dedikasi latihan intensif mampu membuahkan eksekusi gerakan yang luar biasa cepat.
Kompetisi bertajuk Hari-Hari Horas 10 2024 ini resmi menggelar 3 cabang perlombaan dengan total 4 babak yang diikuti oleh 9 peserta terdaftar. Turnamen ini menyajikan persaingan ketat di kategori khusus yang menuntut ketangkasan tingkat tinggi dan memori tajam. Dari perputaran cepat pada teka-teki 12 sisi hingga ketelitian menghafal belasan kubus tanpa melihat, para peserta menunjukkan standar kemahiran modern yang terus berkembang di kancah speedcubing regional.
Cabang Clock menjadi salah satu nomor paling menarik dengan 2 babak penuh aksi yang melibatkan 9 peserta. Ng Jia Quan (黄佳铨) dari Malaysia tampil impresif untuk merebut posisi juara pertama dengan catatan rata-rata 4.32 di babak final. Ng Jia Quan (黄佳铨) juga mencatatkan waktu single terbaik 3.32 sepanjang kompetisi, serta membukukan single 3.68 dan rata-rata 5.22 di babak sebelumnya. Firstian Fushada (符逢城) dari Indonesia menempel ketat di posisi kedua dengan rata-rata 4.85.
Firstian Fushada (符逢城) menorehkan pencapaian membanggakan bagi tuan rumah di nomor Clock dengan memecahkan rekor nasional berkat single 3.82, melengkapi catatan rata-rata 4.61 miliknya. Performa solid tersebut membuktikan peningkatan pesat kemampuan para peserta di nomor mekanik jarum jam ini. Posisi ketiga di podium Clock ditempati oleh delegasi Indonesia lainnya, Michael (謝富亦), yang finis dengan rata-rata 6.33 setelah sebelumnya menorehkan single 5.35 dan rata-rata 6.28.
Persaingan beralih ke nomor Megaminx yang menguji ketahanan memutar teka-teki dodekahedron dalam 1 babak final yang diikuti 9 peserta. Firstian Fushada (符逢城) kembali menunjukkan kepiawaiannya dengan merebut podium tertinggi melalui perolehan rata-rata 41.23 dan single terbaik 32.87. Ng Jia Quan (黄佳铨) mengamankan tempat kedua dengan rata-rata 47.43, sementara Michael (謝富亦) sukses mengunci posisi ketiga di podium setelah mencatatkan rata-rata 52.55.
Di balik persaingan podium utama, terdapat dedikasi luar biasa dari para peserta yang tampil konsisten di setiap babak. Eng Dickson (黄迪胜) dari Malaysia mencatatkan penampilan pada kompetisi ke-107 dalam kariernya, di mana ia turun pada 3 nomor perlombaan dan mengamankan pencapaian terbaik di posisi kelima pada nomor 3x3x3 Multi-Blind. Selain itu, Wilson Alvis (陈智胜) dari Indonesia menjalani turnamen ke-159 dalam kariernya dengan mengikuti 2 nomor, meraih hasil finis terbaik di peringkat kelima pada nomor Clock.
Nomor paling ekstrem yang menuntut daya ingat luar biasa adalah 3x3x3 Multi-Blind, di mana para peserta harus menghafal sejumlah kubus Rubiks Cube sebelum menyelesaikannya dengan mata tertutup dalam batas waktu 60 menit. Cabang ini diikuti oleh 7 peserta dan dimenangkan secara gemilang oleh Yucheng Chen (陈裕铖) dari China. Yucheng Chen (陈裕铖) berhasil menyelesaikan 48 dari 59 kubus dalam waktu 59 menit 45 detik untuk mengamankan podium pertama.
Podium 3x3x3 Multi-Blind juga diwarnai performa impresif dari Ng Jia Quan (黄佳铨) yang menempati peringkat kedua berkat keberhasilan menuntaskan 14 dari 15 kubus dalam tempo 34 menit 5 detik. Firstian Fushada (符逢城) merebut posisi ketiga dengan menyelesaikan 16 dari 21 kubus dalam waktu 54 menit 17 detik. Di nomor ini, Lim Chun Yik (林峻毅) membukukan hasil sempurna 10 dari 10 kubus dalam 56 menit 18 detik, Eng Dickson (黄迪胜) meraih 9 dari 11 kubus dalam 59 menit 27 detik, dan Wong Chong Wen (黄崇文) mengemas 9 dari 11 kubus tepat di batas 1 jam, sedangkan Bryan Gan Tze Yang (顏子洋) mencatat DNF.
Secara keseluruhan, distribusi podium dalam ajang WCA competition ini didominasi oleh Indonesia dengan 5 posisi podium, disusul Malaysia dengan 3 podium dan China dengan 1 podium. Berakhirnya Hari-Hari Horas 10 2024 menjadi bukti nyata pesatnya perkembangan ketangkasan peserta dalam cubing competition tingkat internasional, sekaligus menandai keberhasilan Medan dalam menyelenggarakan turnamen yang kompetitif di tahun 2024.