SC.app
Competitions

FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024

Sign in to follow
Results
June 14, 2024Favehotel Sunset Seminyak · Badung Regency, Bali, ID16 people1 events

3x3x3 Fewest Moves podium

Gold
22.33 avg · 22 single
Silver
22.67 avg · 20 single
Bronze
25.33 avg · 22 single

Photos, videos & posts from FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024

Competition recap

A written summary of FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024, generated from the official results on this page.

Wong Chong Wen Sets Singapore Record at FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024English

An 18-move solution stood as the crowning achievement of FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024, setting a new national record for Singapore in 3x3x3 Fewest Moves. The specialized speedcubing tournament drew 16 competitors to Badung Regency, Bali, Indonesia on June 14, 2024. Staged at the Favehotel Sunset Seminyak, the single-day gathering focused entirely on FMC, giving competitors across two rounds the deliberate challenge of breaking down scrambles with the fewest possible turns rather than racing against an active timer.

The 3x3x3 Fewest Moves discipline departs from traditional speed cubing by awarding triumph to the most efficient mind. Instead of high-speed turning, solvers spend sixty minutes per attempt studying the Rubik's Cube state to write down an exact move sequence. Across two rounds of play, Wong Chong Wen of Singapore proved unbeatable, combining creative blockbuilding and precise insertions to secure first place with a winning average of 22.33 turns alongside a best single of 22 in the final round.

Wong Chong Wen was not alone in putting up elite efficiency figures during the weekend. Firstian Fushada of Indonesia pushed the pace right to the wire, earning the runner-up spot on the podium with an average of 22.67 moves. Fellow countryman Vincent Hartanto Utomo completed the top tier by capturing third place with a 25.33 average, giving Indonesia two podium places alongside Singapore's one in a closely fought final round.

Beyond the podium finishes, the competition delivered standout individual results across the field. Wong Chong Wen posted a 20.33 average during the tournament, complementing his record single. Firstian Fushada assembled an average of 22.00 moves and a single of 21, while Vincent Hartanto Utomo logged marks of 22 for a single and 24.33 for an average. Glen Goh Wee Zhuan recorded a single of 26 and an average of 37.67, and Nieh Zee Ernn Ryan marked a single of 35 and an average of 38.33.

Further down the 3x3 results sheet, competitors maintained the pressure across the tables. Michael achieved a 40 single and a 40.67 average, Carmen Teo Bin Jie registered a 37 single alongside a 42.33 average, and Cendy Cahyo Rahmat locked in a 40 single and a 43.67 average. Ang An-Sel produced a 38 single and a 44.33 average, while Wilson Alvis contributed a single of 33 amid an uncompleted average in the challenging format.

Away from the top positions on the leaderboard, individual breakthroughs shaped the character of the cubing competition. Ang An-Sel delivered a notable milestone by lowering his personal best in 3x3x3 Fewest Moves to 34, an improvement of 10.5 percent from his prior mark of 38, while securing a 5th place finish. Nieh Zee Ernn Ryan achieved a personal best of 35 moves, marking a 10.3 percent improvement over his previous 39, and took 4th place. Giovanni Tanaka also found new ground, taking 9th place while improving his personal best by 7.9 percent to 35 moves from 38.

The event also provided a stage for new experiences and solid representations in the discipline. Varrell Michael Angelo took on the format for the first time in his career, recording his first ever attempt at 3x3x3 Fewest Moves with a solution of 57. Meanwhile, Michael completed his single event on the schedule by placing 9th overall in 3x3x3 Fewest Moves, underscoring the deep engagement shown throughout the entire roster.

As the final scorecards were signed at Favehotel Sunset Seminyak, FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024 demonstrated how focused single-event fixtures bring out tactical mastery. The WCA competition offered an intense showcase of deliberate problem-solving against the standard Rubik's Cube scramble. With a national record etched into the books and numerous personal bests recorded, the solvers departed Badung Regency having set a high bar for the remainder of the 2024 speedcubing calendar.

Perjalanan Jauh Menuju Solusi Tersingkat di Seminyak BaliBahasa Indonesia

Ruang pertemuan di Favehotel Sunset Seminyak tampak tenang dan penuh konsentrasi saat para peserta menatap kubus Rubik di atas meja mereka. Di ruangan yang terletak di Badung Regency, Bali, Indonesia tersebut, keheningan hanya terpecah oleh gesekan langkah kaki pengawas serta ketukan halus saat peserta merancang setiap langkah penyelesaian. Kompetisi speedcubing khusus cabang strategi ini menyatukan peserta yang telah menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer melintasi perbatasan negara demi menguji ketelitian mereka pada tanggal 14 Juni 2024.

Ajang FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024 mempertemukan 16 peserta dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Mereka rela menyeberangi lautan dan menempuh penerbangan panjang untuk hadir di pulau dewata. Fokus tunggal pada disiplin 3x3x3 Fewest Moves menjadikan kompetisi ini panggung istimewa bagi para pencinta analisis mendalam. Sebanyak dua babak digelar dalam satu hari penuh kompetisi untuk menyaring peserta dengan jumlah gerakan paling efisien dari berbagai penjuru wilayah Asia Tenggara.

Wong Chong Wen (黄崇文) asal Singapura berhasil tampil sebagai pemenang utama di nomor 3x3x3 Fewest Moves setelah mencatatkan rata-rata kemenangan sebesar 22.33 langkah dan torehan tunggal terbaik 22 langkah pada babak penentuan. Tidak hanya mengamankan posisi puncak di podium, Wong Chong Wen (黄崇文) juga sukses menorehkan rekor nasional Singapura dengan catatan tunggal 18 langkah di babak pembuka. Capaian impresif tersebut membuktikan bahwa perjalanan lintas negara yang ia tempuh membuahkan hasil luar biasa di meja perlombaan.

Persaingan di papan atas berlangsung sangat ketat dengan perlawanan sengit dari para atlet tuan rumah. Firstian Fushada (符逢城) dari Indonesia menempati peringkat kedua dengan perolehan rata-rata 22.67 langkah di babak final, terpaut sangat tipis di belakang sang juara. Melengkapi podium, wakil Indonesia lainnya yakni Vincent Hartanto Utomo mengamankan tempat ketiga dengan torehan rata-rata 25.33 langkah. Hasil ini menegaskan kedalaman talenta penyelesai kubus Rubik di tingkat regional.

Di balik persaingan perebutan podium teratas, sejumlah peserta mencatatkan pencapaian luar biasa yang menjadi cerita berharga tersendiri sepanjang hari pertandingan. Mark Louis Tan (陈小龙) asal Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dengan mencetak rekor pribadi baru 36 langkah di nomor 3x3x3 Fewest Moves, memangkas catatan lamanya dari 41 langkah atau 12.2% lebih cepat, sekaligus membawanya finis di peringkat ke-8. Sementara itu, Cendy Cahyo Rahmat yang mewakili Indonesia berhasil mengamankan posisi ke-6 dalam nomor yang sama melalui konsistensi permainannya.

Performa membanggakan juga diperlihatkan oleh peserta lainnya yang turut memaksimalkan keikutsertaan mereka dalam turnamen ini. Carmen Teo Bin Jie (张斌婕) dari Singapura meraih pencapaian terbaik dengan finis di posisi ke-7 pada nomor 3x3x3 Fewest Moves. Glen Goh Wee Zhuan (吴洧全), yang juga terbang dari Singapura untuk turun di satu nomor ini, berhasil mengamankan posisi ke-11 secara keseluruhan. Dari delegasi tuan rumah, Wilson Alvis (陈智胜) menunjukkan kerja kerasnya dengan meraih finis terbaik di peringkat ke-12.

Keberadaan peserta dari berbagai negara menunjukkan daya tarik besar turnamen bertema khusus ini bagi komunitas yang gemar menganalisis langkah. Dari total perolehan podium di nomor tunggal yang dilombakan, Indonesia memborong dua posisi podium berkat konsistensi Firstian Fushada (符逢城) dan Vincent Hartanto Utomo, sedangkan Singapura mengamankan satu tempat teratas melalui keunggulan Wong Chong Wen (黄崇文). Keseimbangan persaingan antarbangsa ini memberikan tontonan yang sangat bermutu.

Penyelenggaraan FMC in Bali: Pura-Pura Mencari Solusi 2024 membuktikan bahwa sebuah WCA competition dengan format terfokus mampu menghadirkan atmosfer kompetitif tingkat tinggi. Seluruh rangkaian dua babak diselesaikan dengan baik di Seminyak, meninggalkan catatan waktu dan rekor berharga bagi para peserta. Pertemuan para perancang strategi kubus dari berbagai wilayah ini menutup agenda resmi di Bali dengan penuh apresiasi atas dedikasi dan perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh setiap peserta.