SC.app
Competitions

Bali Speedcubing Open 2025

Sign in to follow
Results
October 25, 2025 – October 26, 2025Prama Sanur Beach Bali · Denpasar, Bali, ID27 people10 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.97 avg · 7.33 single
Silver
9.25 avg · 8.85 single
Bronze
10.14 avg · 8.24 single

Photos, videos & posts from Bali Speedcubing Open 2025

Competition recap

A written summary of Bali Speedcubing Open 2025, generated from the official results on this page.

International Showdowns and Host Victories at Bali Speedcubing Open 2025English

Inside the halls of the Prama Sanur Beach Bali, the rhythmic clack of plastic against plastic echoed toward the coastal horizon. Competitors sat hunched over timing mats, their hands poised in stillness before exploding into furious sequences of algorithms. As judges tracked every movement, the stage in Denpasar, Bali, Indonesia brought together twenty-seven puzzle solvers across two intense days of speedcubing. Running from October 25 to October 26, the meet turned a scenic resort into a fierce arena where regional pride was contested across ten official events.

The Bali Speedcubing Open 2025 delivered an electric international duel that defined the top tiers of the bracket. Competitors representing Indonesia, Taiwan, China, and Germany engaged in an ongoing back-and-forth across the weekend, trading podium spots as the rounds advanced. While the local Indonesian contingent defended home turf in the rotational and side events, visiting contenders from Taiwan and China established a powerful presence in the higher-order cubes, turning the tournament schedule into a classic battle of regional speed cubing styles.

Taiwan standout Yi-Fan Wu proved to be a dominant force throughout the three rounds of the classic Rubik's Cube. Wu captured first place with an impressive 7.97 winning average, posting a best single solve of 7.33 along the way. Indonesia's Sadriansyah mounted a spirited challenge on home soil, securing second place in the 3x3 results with a 9.25 average, while Christian Beemelmann of Germany earned the third spot on the podium at 10.14. Wu's control extended into 3x3x3 One-Handed, where his 13.60 mark led Indonesian finalists Yoganatha Parama Hudaya and Sadriansyah.

The multi-layered cubes showcased a head-to-head clash between Yi-Fan Wu and China's Anyu Zhang. In the 4x4x4 Cube, Wu claimed the title with an average of 28.29, keeping Zhang in the runner-up position at 31.64 while Indonesia's Ida Putu Sucita Danuartha took third. The 5x5x5 Cube followed an identical narrative, with Wu finishing first at 45.45 and Zhang taking second at 50.03. Together, their precision under pressure set the standard for the weekend in the big cube division.

Zhang seized command when the competition shifted to the largest puzzles on the schedule. In the 6x6x6 Cube, Zhang clocked a winning average of 1:24.26 and a best single of 1:19.91 to hold off Wu's 1:29.93 mark. Zhang then closed out the 7x7x7 Cube with a victory, posting a 1:54.47 average ahead of Wu's 2:25.42 and Ming Zheng's 4:04.79 effort. This sharp exchange across the larger puzzles underscored the intense rivalry between two of East Asia's elite puzzle talents in this WCA competition.

Beyond the top steps of the podium, several competitors achieved remarkable milestones away from the tournament spotlight. Farhan Ahsanul Khuluq delivered a massive leap forward across both of his events, dropping his 2x2x2 Cube personal best to 6.51 for a 54.7 percent improvement, while also lowering his 3x3x3 Cube personal best to 21.89, which was 46.9 percent faster than before. Muhammad Rafif Ardhani Athallah also produced significant breakthroughs, improving his 2x2x2 Cube best to 3.36, a 39.2 percent cut, alongside a 3x3x3 Cube best of 12.12 to earn an 8th-place finish in the 2x2x2 Cube.

Ketut Ghosananda Candra made a huge leap in the 2x2x2 Cube, logging a personal best of 3.20 that was 37.3 percent faster than previous marks, while also securing 11th place in the main event. Cenzo Marcello took on the 3x3x3 Cube and carved his personal best down to 22.39, improving by 21.6 percent. Liyan He entered three events and established a new 2x2x2 Cube personal best of 4.52 to finish 12th, while Australia's Lachlan Cooke focused on the one-handed challenge to secure 10th place in 3x3x3 One-Handed.

Indonesia found major success in the specialty puzzles, sweeping the Pyraminx podium behind Ida Putu Sucita Danuartha's winning average of 5.64. Gabriel Aiden Michael and Kevin Kaldera followed closely with averages of 5.70 and 6.16. Danuartha picked up another gold in Megaminx with a 45.89 mark, while Michael secured the Clock title with an average of 6.16. In the 2x2x2 Cube final, Cendy Cahyo Rahmat captured victory in 3.38, edging Sadriansyah at 3.41 and Yoganatha Parama Hudaya at 3.52.

With eighteen rounds completed across two demanding days, the cubing competition highlighted the technical depth of regional speedcubers and the thrill of international play. Indonesia collected fourteen podium spots, while China earned eight and Taiwan took six. As the timers were packed away at the Prama Sanur Beach Bali, the memorable battles of the Bali Speedcubing Open 2025 in the 2025 season set an exciting benchmark for every competitor preparing for the next round of regional tests.

Dominasi Kubus Besar dan Ketegangan Tanpa Ampun di Bali Speedcubing Open 2025Bahasa Indonesia

Di panggung kubus besar, format mean-of-3 menuntut presisi mutlak tanpa ruang untuk satu kesalahan pun, dan Anyu Zhang (张安宇) membuktikannya lewat kemenangan meyakinkan di nomor 6x6x6 Cube dengan rata-rata 1:24.26 serta 7x7x7 Cube dengan rata-rata 1:54.47. Ketegangan tiga putaran tanpa sistem pemotongan waktu terburuk ini menjadi puncak drama teknis sepanjang akhir pekan di Denpasar, Bali, Indonesia. Turnamen Bali Speedcubing Open 2025 yang berlangsung pada 25 hingga 26 Oktober 2025 di Prama Sanur Beach Bali mempertemukan para pemecah teka-teki terbaik dalam persaingan ketat.

Ajang kompetisi rubik bergengsi ini menghadirkan total 27 peserta yang bertarung melintasi 10 cabang perlombaan dan 18 babak kompetitif. Di nomor utama 3x3x3 Cube, Yi-Fan Wu (吳亦凡) tampil luar biasa di babak final dengan mencatatkan rata-rata kemenangan 7.97 dan single terbaik 7.33 untuk mengamankan medali emas. Sadriansyah menempati posisi kedua dengan rata-rata 9.25, disusul oleh Christian Beemelmann di peringkat ketiga dengan torehan waktu 10.14 dari total 25 peserta yang bersaing.

Yi-Fan Wu (吳亦凡) melanjutkan dominasinya dengan memborong berbagai gelar juara lainnya sepanjang kejuaraan cubing competition ini. Pada cabang 4x4x4 Cube, Yi-Fan Wu (吳亦凡) merebut posisi pertama dengan rata-rata 28.29, mengungguli Anyu Zhang (张安宇) yang mencatat waktu 31.64 dan Ida Putu Sucita Danuartha dengan 38.48. Konsistensi tersebut berlanjut di nomor 5x5x5 Cube, di mana Yi-Fan Wu (吳亦凡) finis teratas dengan rata-rata 45.45 di depan Anyu Zhang (张安宇) dengan 50.03 dan Ida Putu Sucita Danuartha dengan 1:16.79.

Performa gemilang Yi-Fan Wu (吳亦凡) juga terlihat jelas pada nomor 3x3x3 One-Handed dengan raihan rata-rata kemenangan 13.60 untuk memastikan posisi puncak podium. Di nomor satu tangan ini, perwakilan tuan rumah Yoganatha Parama Hudaya menempati peringkat kedua dengan rata-rata 14.56, sementara Sadriansyah melengkapi podium di peringkat ketiga dengan waktu 16.54. Keberhasilan ini menegaskan ketangguhan teknik dan konsistensi tinggi dalam mengendalikan putaran rubik menggunakan satu tangan.

Kompetisi ini juga menampilkan aksi memukau dari talenta lokal Indonesia di nomor-nomor lainnya. Cendy Cahyo Rahmat memenangi kategori 2x2x2 Cube dengan rata-rata 3.38, unggul sangat tipis dari Sadriansyah yang mencatatkan 3.41 dan Yoganatha Parama Hudaya dengan 3.52. Sementara itu, Ida Putu Sucita Danuartha sukses merebut dua gelar juara sekaligus, yakni di nomor Pyraminx dengan rata-rata 5.64 serta Megaminx dengan rata-rata 45.89. Pada kategori Clock, Gabriel Aiden Michael keluar sebagai pemenang dengan catatan rata-rata 6.16.

Di balik daftar perolehan medali, panggung speedcubing menyuguhkan perjuangan impresif dari sejumlah peserta yang tampil luar biasa sepanjang akhir pekan. Ge Shi (石歌) yang turun di 10 cabang perlombaan berhasil mempertajam rekor personal best miliknya, mencatatkan waktu 48.14 di 3x3x3 One-Handed yang 5.6 persen lebih cepat dari catatan sebelumnya 51.01, serta memangkas waktu 5x5x5 Cube menjadi 2:33.40 atau 4.2 persen lebih cepat dari 2:40.20, di samping finis di peringkat ke-7 Megaminx. Sementara itu, Hongyuan Fu (傅泓源) menunjukkan performa stabil di 3 cabang dan mengamankan posisi ke-6 pada nomor 2x2x2 Cube, serta Giovanni Tanaka (陈华安) yang bertanding di 4 nomor berhasil meraih posisi ke-4 di Megaminx.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pendatang baru yang melakoni debut WCA competition resmi pertama mereka pada ajang Bali Speedcubing Open 2025. I Gusti Agung Ari Surya Darma Putra menjalani kompetisi perdananya dengan meraih peringkat ke-8 di Pyraminx berbekal catatan waktu 5.90 pada percobaan pertamanya serta mencetak 17.92 pada percobaan awal 3x3x3 Cube. Alie Rizky Putra Mulyana juga menjalani debut manis dengan mengamankan peringkat ke-5 di 2x2x2 Cube berkat percobaan awal 3.83 dan menyelesaikan 3x3x3 Cube perdananya dalam 11.70. Di sisi lain, Stefhani Ayang Sakti mengawali langkahnya di dunia kompetitif lewat catatan 16.54 di 3x3x3 Cube dan 11.52 di Pyraminx.

Secara keseluruhan, perolehan podium akhir pekan ini mencerminkan keberagaman peserta internasional dengan Indonesia mengoleksi 14 podium, disusul China dengan 8 podium, Taiwan dengan 6 podium, serta Jerman dengan 1 podium. Seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar hingga babak pamungkas di Prama Sanur Beach Bali. Penyelenggaraan Bali Speedcubing Open 2025 sukses memperlihatkan standar ketangkasan tinggi dan menjadi panggung pembuktian bagi para pemecah rekor maupun generasi baru yang siap menatap musim kompetisi berikutnya.