SC.app
Competitions

Bali Discovery Speedcubing Master 2026

Sign in to follow
Results
June 27, 2026 – June 28, 2026Discovery Mall · Denpasar, Bali, ID30 people9 events

3x3x3 Cube podium

Gold
4.25 avg · 3.69 single
Silver
4.68 avg · 4.31 single
Bronze
5.52 avg · 5.02 single

Photos, videos & posts from Bali Discovery Speedcubing Master 2026

Competition recap

A written summary of Bali Discovery Speedcubing Master 2026, generated from the official results on this page.

Championship Drama Peaks at Bali Discovery Speedcubing Master 2026 in DenpasarEnglish

Eighteen rounds of high-stakes racing defined the weekend at Discovery Mall as 30 competitors gathered for the Bali Discovery Speedcubing Master 2026. Across June 27 and June 28, 2026, the two-day cubing competition brought intense championship-level pressure to Denpasar, Bali, Indonesia. With nine separate events on the schedule, every solve carried heavy implications as contenders pushed through preliminary rounds to secure spots in the finals. The atmosphere favored precision and speed cubing excellence from the first turn.

The premier 3x3x3 Cube event drew 29 competitors across three grueling stages of competition. China's Yiheng Wang (王艺衡) delivered a masterclass under pressure, capturing the title with an exceptional winning average of 4.25 seconds and posting the weekend's best single solve of 3.69 seconds. The 3x3 results confirmed Wang's control of the Rubik's Cube main event. Xuanyi Geng (耿暄一) claimed second place with a 4.68 average, while Qixian Cao (曹岂娴) locked down the third spot on the podium at 5.52 seconds.

Yiheng Wang also demonstrated sharpness in the 2x2x2 Cube, topping a 19-competitor field in a single decisive round. Wang captured victory with a 1.32 winning average and a lightning-fast 0.89 single solve. Firstian Fushada (符逢城) of Indonesia secured second place with a 1.98 average, while fellow countryman Muhammad Faeyza Koda rounded out the top three with a mark of 2.16 seconds, continuing Indonesia's strong presence across the podiums.

Malaysia's Lim Hung (林弘) staged an overwhelming sweep across the larger puzzles throughout the WCA competition. In the 4x4x4 Cube, Lim Hung captured first place with a 25.23 average and a 21.31 single, besting Firstian Fushada's 27.35 and Yiheng Wang's 27.89. Lim Hung carried that championship momentum directly into the 5x5x5 Cube, where three rounds culminated in a winning 44.70 average and a 39.61 single, ahead of Fushada's 46.24 and Anyu Zhang (张安宇) with 51.90.

Lim Hung extended his domination through the marathon big-cube finals, securing two more victories. In the 6x6x6 Cube, Lim Hung posted a 1:12.57 winning average and a 1:06.67 best single across two rounds, followed by Anyu Zhang at 1:21.96 and Firstian Fushada at 1:27.00. In the 7x7x7 Cube, Lim Hung finished the four-cube sweep with a 1:41.99 average and a 1:36.09 single, completing one of the most comprehensive big-cube campaigns seen all season.

Away from the title clashes, several competitors achieved remarkable milestones across the tournament floor. Muhammad Rafif Ardhani Athallah tackled six events, making his first ever attempt at 5x5x5 Cube with a mark of 2:21.02, dropping his Clock best to 15.55 to go 45.1 percent faster, cutting his 4x4x4 Cube personal best to 1:00.05 to improve by 38.9 percent, and securing an 8th-place finish in Clock. Ketut Ghosananda Candra contested three events, finishing 12th in 2x2x2 Cube while cutting 16.5 percent on 4x4x4 Cube to reach 1:03.45, 11.1 percent on 3x3x3 Cube to 9.69, and 10 percent on 2x2x2 Cube down to 2.88. Ruben Jeremy Alamsjah entered six disciplines, placing 7th in Skewb while improving by 38.4 percent on Pyraminx to 2.23, 6.7 percent on 3x3x3 Cube to 6.55, and 3.5 percent on 4x4x4 Cube to 38.76. Eric Harianto took on two events, earning 17th in 4x4x4 Cube with a personal best of 58.93 alongside a 9.7 percent cut on 3x3x3 Cube to 9.48.

Ayu Novita Wijana took part in two events, finishing 16th in 2x2x2 Cube and recording an 11 percent improvement in the 3x3x3 Cube down to 16.75. Rafael Koroh competed in three disciplines, reaching an 18th-place result in the 2x2x2 Cube. Bryan Gan Tze Yang (顏子洋) tackled eight events across the schedule, earning his top placement of 5th in the 7x7x7 Cube. Nathaniel Kristanto also entered eight events, placing 4th in the 7x7x7 Cube while securing personal bests of 1:26.12 in 6x6x6 Cube, 2:12.07 in 7x7x7 Cube, and 53.14 in 5x5x5 Cube.

Side events brought additional hardware to host-nation competitors across intense finals. Firstian Fushada earned double gold by winning Clock with a 5.10 average and a 4.72 single, ahead of Gabriel Aiden Michael at 5.45 and Giovanni Tanaka (陈华安) at 7.18. Fushada also took the Skewb crown with a 2.34 average, edging China's Coral Yuxin Cai (蔡羽欣) at 2.60 and Mikha Loedewijk at 3.10. In Pyraminx, Mark Louis Tan (陈小龙) claimed top honors with a 2.06 average, ahead of Fushada's 2.37 and Muhammad Faeyza Koda's 4.03.

The action at Bali Discovery Speedcubing Master 2026 concluded with Indonesia securing 14 total podium placements, China earning nine, and Malaysia claiming four. High standards and tight margins proved that speedcubing excellence remains vibrant in Southeast Asia as competitors look ahead to the next phase of the competitive season.

Persaingan Ketat dan Deretan Gelar di Bali Discovery Speedcubing Master 2026Bahasa Indonesia

Lantai kompetisi di Discovery Mall dipenuhi konsentrasi tinggi saat para peserta mempersiapkan diri di meja tanding. Di tengah atmosfer pusat perbelanjaan tepi pantai Denpasar, Bali, Indonesia, kejuaraan resmi berskala besar ini menyuguhkan pertaruhan gelar yang sangat penting bagi setiap peserta. Sebanyak 30 peserta hadir untuk membuktikan kecepatan tangan dan ketajaman strategi mereka pada ajang Bali Discovery Speedcubing Master 2026 yang berlangsung pada 27 hingga 28 Juni 2026.

Dalam format kejuaraan yang padat sepanjang 18 babak dan 9 cabang perlombaan, setiap putaran menjadi penentu langkah menuju tangga juara. Cabang utama Rubik 3x3x3 menghadirkan persaingan papan atas yang melibatkan 29 peserta melalui 3 babak penyisihan dan final. Yiheng Wang (王艺衡) tampil dominan dengan mengamankan gelar juara setelah membukukan rata-rata waktu 4.25 detik serta catatan tunggal terbaik 3.69 detik. Posisi kedua diraih Xuanyi Geng (耿暄一) dengan rata-rata 4.68 detik, disusul Qixian Cao (曹岂娴) di peringkat ketiga dengan catatan 5.52 detik.

Yiheng Wang (王艺衡) juga membuktikan keunggulannya pada kategori kubus 2x2x2. Lewat performa luar biasa dalam satu babak penentuan, ia mencatatkan rata-rata 1.32 detik dan raihan single 0.89 detik untuk merebut medali emas. Podium kategori ini turut diisi oleh Firstian Fushada (符逢城) dari Indonesia di posisi kedua dengan rata-rata 1.98 detik, serta Muhammad Faeyza Koda yang mengamankan tempat ketiga dengan rata-rata 2.16 detik.

Persaingan kategori kubus besar sepenuhnya dikuasai oleh Lim Hung (林弘) asal Malaysia yang menyapu bersih empat gelar juara sekaligus. Pada nomor 4x4x4 Cube, Lim Hung (林弘) menang dengan rata-rata 25.23 detik, mengungguli Firstian Fushada (符逢城) dengan 27.35 detik dan Yiheng Wang (王艺衡) dengan 27.89 detik. Tren kemenangan berlanjut pada 5x5x5 Cube, di mana Lim Hung (林弘) memuncaki babak final lewat rata-rata 44.70 detik di depan Firstian Fushada (符逢城) dengan 46.24 detik dan Anyu Zhang (张安宇) dengan 51.90 detik.

Dominasi Lim Hung (林弘) semakin tak terbendung pada kategori kubus raksasa. Pada nomor 6x6x6 Cube, ia mencatat waktu rata-rata 1:12.57 untuk mengalahkan Anyu Zhang (张安宇) yang mencatat 1:21.96 dan Firstian Fushada (符逢城) dengan 1:27.00. Gelar keempat dipastikan Lim Hung (林弘) pada ajang 7x7x7 Cube dengan raihan rata-rata 1:41.99 dan catatan single 1:36.09, menegaskan dominasi mutlaknya di nomor-nomor berdimensi besar sepanjang akhir pekan.

Keberhasilan juga diraih oleh para wakil tuan rumah pada cabang non-kubus. Firstian Fushada (符逢城) merebut dua medali emas individu, yakni pada Clock dengan rata-rata 5.10 detik serta Skewb dengan rata-rata 2.34 detik. Sementara itu, nomor Pyraminx dimenangkan oleh Mark Louis Tan (陈小龙) yang mencatatkan rata-rata 2.06 detik, disusul Firstian Fushada (符逢城) dengan 2.37 detik dan Muhammad Faeyza Koda dengan 4.03 detik, melengkapi dominasi Indonesia yang secara keseluruhan mengumpulkan 14 podium, diikuti China dengan 9 podium dan Malaysia dengan 4 podium.

Di balik persaingan podium utama, panggung WCA competition ini memuat pencapaian luar biasa dari para peserta yang melampaui rekor pribadi mereka. Ida Putu Sucita Danuartha turun di 6 cabang dan berhasil memangkas rekor pribadinya di 7x7x7 Cube sebesar 11.7 persen menjadi 2:56.82, memperbaiki catatan 6x6x6 Cube sebesar 11.3 persen menjadi 1:46.93, sekaligus mencatat rekor personal 8.53 detik di 3x3x3 Cube serta finis ke-5 pada 6x6x6 Cube. Elliott Yahya Sugondo yang turun di 6 cabang memangkas rekor pribadinya di Pyraminx sebesar 5.7 persen menjadi 2.17 detik untuk finis ke-4. Kevin Kaldera mengikuti 7 cabang dengan torehan rekor pribadi 1:04.01 di 4x4x4 Cube dan menempati posisi ke-6 pada Clock, sementara Yoganatha Parama Hudaya berkompetisi di 4 cabang dengan finis terbaik posisi ke-7 di 2x2x2 Cube.

Langkah awal dalam dunia speedcubing juga diukir oleh deretan peserta yang menjalani debut resmi mereka di turnamen ini. Dastan Abyasa Sudirman turun di 5 cabang dan mencatatkan waktu resmi perdana 7.48 detik di 2x2x2 Cube, 29.29 detik di 3x3x3 Cube, serta 9.22 detik di Skewb dengan raihan terbaik peringkat ke-19 pada 2x2x2 Cube. Tiga debutan lainnya mencatatkan waktu perdana di kategori Rubiks Cube utama, yakni Urip Gunawan dengan 20.54 detik, Ibnu Battuta dengan 27.48 detik, dan Putu Rakyan Ajiwishaka yang membukukan 1:18.15.

Secara keseluruhan, gelaran Bali Discovery Speedcubing Master 2026 di Discovery Mall menjadi ajang pembuktian bergengsi yang memadukan kecepatan kelas dunia dan perkembangan atlet lokal. Melalui 18 babak perlombaan yang menuntut ketahanan mental dan akurasi tinggi, setiap peserta telah menunjukkan kapasitas terbaik mereka. Panggung kompetisi Denpasar ini pun resmi ditutup dengan deretan torehan impresif yang menjadi modal penting untuk agenda kompetisi berikutnya.