SC.app
Competitions

Balam Cubes Semarang Open 2026

Sign in to follow
Results
April 11, 2026Hetero Space Semarang · Semarang, Central Java, ID37 people7 events

3x3x3 Cube podium

Gold
8.96 avg · 8.32 single
Silver
9.13 avg · 7.04 single
Bronze
9.17 avg · 8.43 single

Photos, videos & posts from Balam Cubes Semarang Open 2026

Competition recap

A written summary of Balam Cubes Semarang Open 2026, generated from the official results on this page.

Depth and Tight Finals Define Balam Cubes Semarang Open 2026English

Thirty-seven competitors converged on Hetero Space Semarang for a packed day of speedcubing across seven distinct events. With eleven rounds squeezed into April 11, 2026, the battle for podium spots at Balam Cubes Semarang Open 2026 proved fiercely contested from the opening scrambles. Advancing through the brackets in Semarang, Central Java, Indonesia required absolute consistency, as large turnouts in the early heats left very little room for error. The high level of preparation across the roster ensured that reaching any final round was an achievement earned by mere tenths of a second.

The premier 3x3x3 Cube event drew thirty-six entrants, making it the most heavily contested discipline of the entire cubing competition. In a final round where the top three finishers were separated by less than a quarter of a second, Denzel A. J. Wahyudi secured the title with an 8.96-second winning average alongside a best single of 8.32 seconds. Steve Jourdane Saputra pushed closely behind to take second place with a 9.13 average, while Pedro Leonard Benedict clinched third on a 9.17 mark. These narrow 3x3 results highlighted how unforgiving the field was for anyone seeking the top step on the podium.

Denzel A. J. Wahyudi continued his winning form in the 2x2x2 Cube, topping a field of twenty-seven participants across two rounds. Wahyudi recorded a lightning-fast 2.03-second winning average, bolstered by a 1.25 single in the final stage. Benedict took runner-up honours with a 2.46 average, while Muhammad Aldrian Altansyah placed third with 2.80. Wahyudi also logged an earlier 2.08 single and a 3.80 average during the event, spearheading a long list of personal bests that fell throughout the day as competitors traded rapid turn times.

In the 4x4x4 Cube, twenty-four contenders lined up for a single, high-stakes final round. Steve Jourdane Saputra produced a clinical display to claim the gold, delivering a 31.29 winning average and the round best single of 27.49 seconds. Zaky Kurnia Falah took the silver medal with an average of 33.70, while Muhammad Zhafran Al-Allam secured the bronze on 38.79. Managing the parity algorithms and complex piece alignments on the larger Rubik's Cube variants proved critical, rewarding Saputra for his steady execution under direct pressure.

The results sheet only captures the podium finishes, but the spirit of this WCA competition was equally evident in the personal breakthroughs across the roster. Dzulfikar Abdul Fattah trimmed his 3x3x3 Cube personal best to 13.84 seconds from 23.63, a massive 41.4 percent improvement, while also lowering his 2x2x2 mark by 23.1 percent to 6.00 seconds across his two events. M. Nizar Dzulfiqar tackled six events, achieving a 39.1 percent drop in his 2x2x2 personal best to 2.68 seconds, placing sixth in Skewb, and logging his first official attempts in Pyraminx at 5.43 seconds and Square-1 at 31.64 seconds. Barra Vorsan Alfidai took on five events, finishing 14th in Square-1, cutting his Pyraminx best by 32.3 percent down to 6.19 seconds, and recording initial career marks in 4x4x4 at 47.11 and Square-1 at 30.36 seconds. Muhammad Ghufron Faqih contested four disciplines, placing 10th in the main event while lowering his Pyraminx single by 30.9 percent to 6.12 seconds and his 2x2x2 time to 3.60 seconds.

Other dedicated competitors similarly turned intense practice into significant milestone drops. Bagus Galang Pratama entered all seven events on the schedule, achieving a 30.1 percent improvement on Skewb with a 6.53 personal best, a 19.6 percent drop in 3x3x3 to 11.06 seconds, a 13th place finish in Square-1, and an initial Clock mark of 28.47 seconds. Refael Hiroki Daniel competed in three events, recording a first career attempt at 2x2x2 of 5.75 seconds alongside a 28.3 percent drop in 3x3x3 down to 20.54 seconds. Raffa Shalqie took on six events, securing 13th in Clock, dropping his 2x2x2 record by 23.3 percent to 4.95 seconds, and logging debut singles of 15.91 in Skewb and 22.89 in Clock. Melisa Tristie Angelina also made an impact across three events, earning 11th in Square-1 with a first-time mark of 33.07 seconds while lowering her 3x3x3 best by 9.7 percent to 14.50 seconds.

Mark Louis Tan (陈小龙) set the benchmark in the Pyraminx, taking top honours among twenty-two competitors across two rounds with an average of 2.04 seconds and a single of 1.45. Hopi Fattan Prabasukma claimed second place on 2.96 seconds, while Zaky Kurnia Falah added another medal to his tally with a 3.87 average in third. Falah soon found his way to the summit in the Skewb event, taking first place with a 3.70 average and a single of 2.82, narrowly edging Fayad Hafiz Attaqi at 3.77 and Muhammad Aldrian Altansyah at 4.37.

The side events wrapped up the day with specialized tests of dexterity. In the Square-1, Muhammad Adib delivered the only sub-ten average of the event, winning with 9.99 seconds ahead of Vie'an Huzair Majalawa at 17.04 and Gregory Anggito Damarjati at 20.34. The Clock tournament saw Glenn Kendrew post a 7.68-second winning average with a 4.85 single, finishing ahead of Lintang Mohenjodaro Chevalier on 8.32 and Majalawa on 9.01. Every single podium place throughout the day went to an athlete representing Indonesia.

The high turnout and narrow finish margins at Balam Cubes Semarang Open 2026 reflected a vibrant speed cubing community in the region. Across eleven demanding rounds, veteran winners and rising solvers demonstrated tremendous depth on the competition floor, setting an impressive standard as they look forward to the upcoming competitive season.

Ajang Balam Cubes Semarang Open 2026 Menghadirkan Variasi Puzzle di Jawa TengahBahasa Indonesia

Meja-meja kompetisi di Hetero Space Semarang tertata rapi sejak pagi dengan tumpukan berbagai bentuk teka-teki mekanik. Para peserta tampak sibuk memeriksa susunan putaran pada kubus klasik, mengutak-atik mekanisme roda gigi Clock yang unik, hingga mempersiapkan bentuk piramida dan geometri miring sebelum giliran mereka dipanggil ke meja inspeksi. Suasana ruang lomba menghadirkan konsentrasi tinggi saat para pegiat olahraga ketangkasan ini mulai mencatatkan waktu terbaik mereka di atas matras pencatat waktu resmi.

Kompetisi bertajuk Balam Cubes Semarang Open 2026 yang berlangsung pada 11 April 2026 di Semarang, Central Java, Indonesia ini menyuguhkan keragaman kategori yang menguji adaptasi peserta. Sebanyak 37 peserta berkumpul untuk menaklukkan total 7 cabang perlombaan dalam 11 babak penyisihan dan final. Variasi puzzle yang dipertandingkan membentang dari kubus standar hingga bentuk asimetris seperti Square-1, menuntut keahlian teknis serta pemahaman algoritma yang sangat berbeda di setiap mejanya.

Di kategori utama Rubik's Cube 3x3x3, Denzel A. J. Wahyudi tampil solid mengamankan gelar juara setelah membukukan rata-rata 8.96 detik dan single terbaik 8.32 detik dari total 36 peserta yang bertarung dalam dua babak. Steve Jourdane Saputra menempati posisi kedua dengan rata-rata 9.13 detik, disusul Pedro Leonard Benedict di posisi ketiga dengan catatan rata-rata 9.17 detik. Persaingan di babak puncak cabang ini berlangsung sangat ketat dengan selisih waktu antarpeserta di podium yang sangat tipis.

Denzel A. J. Wahyudi kembali menambah koleksi gelarnya di kategori 2x2x2 Cube dengan mencatat rata-rata kemenangan 2.03 detik serta single 1.25 detik. Di posisi kedua, Pedro Leonard Benedict membuntuti dengan rata-rata 2.46 detik, diikuti oleh Muhammad Aldrian Altansyah yang merebut peringkat ketiga lewat rata-rata 2.80 detik. Dominasi dua gelar tersebut menegaskan ketajaman eksekusi pada kategori berukuran mini di tengah persaingan 27 peserta yang turun pada cabang dua babak ini.

Sementara itu pada cabang 4x4x4 Cube, Steve Jourdane Saputra merebut peringkat pertama melalui catatan rata-rata 31.29 detik dan single tercepat 27.49 detik. Posisi runner-up diraih oleh Zaky Kurnia Falah yang mencatatkan rata-rata 33.70 detik, disusul Muhammad Zhafran Al-Allam di tangga ketiga dengan catatan 38.79 detik. Dimensi kubus yang lebih besar menuntut ketelitian tinggi dalam pengelompokan senter dan penyelarasan tepi balok sebelum diselesaikan layaknya kubus biasa.

Keberagaman bentuk puzzle semakin terlihat pada kategori non-kubus standar yang menjadi sorotan penting sepanjang hari. Mark Louis Tan (陈小龙) menguasai nomor Pyraminx dengan raihan rata-rata 2.04 detik, mengungguli Hopi Fattan Prabasukma dengan rata-rata 2.96 detik dan Zaky Kurnia Falah dengan 3.87 detik. Zaky Kurnia Falah kemudian bangkit merebut gelar juara pada nomor Skewb lewat torehan rata-rata 3.70 detik, unggul tipis atas Fayad Hafiz Attaqi yang membukukan 3.77 detik dan Muhammad Aldrian Altansyah di posisi ketiga dengan 4.37 detik. Di cabang Clock yang mengandalkan jarum jam, Glenn Kendrew memimpin lewat rata-rata 7.68 detik di atas Lintang Mohenjodaro Chevalier dan Vie'an Huzair Majalawa, sedangkan Muhammad Adib memenangi Square-1 dengan rata-rata 9.99 detik.

Di balik daftar peraih trofi utama, ajang cubing competition ini menjadi panggung penting bagi banyak peserta yang mencatatkan kemajuan besar pada catatan waktu pribadi mereka. Vatara Lakrishna Winata Widiyanto yang mengikuti 5 nomor perlombaan berhasil mempertajam rekor personal Clock menjadi 22.43 detik atau 17 persen lebih cepat, serta memangkas waktu 2x2x2 Cube menjadi 5.11 detik atau 12.6 persen lebih cepat. Mas Isa Eliamasih yang turun di 3 cabang sukses mencatat rekor terbaik 4x4x4 Cube sebesar 53.38 detik yang 12.3 persen lebih cepat dari catatan lamanya, sekaligus menorehkan rekor personal 3x3x3 Cube 11.19 detik yang 11.5 persen lebih kencang. Akmal Isyam Huda membuktikan ketangguhannya dengan tampil di 6 nomor dan berhasil mengunci posisi ke-4 di Skewb serta menjalani debut Clock dengan waktu 20.43 detik, sementara Aliyah Noviyanti berhasil menempati peringkat ke-5 di nomor Clock dan mencatatkan waktu 49.37 detik pada penampilan perdananya di nomor 3x3x3 Cube.

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh para pendatang baru yang melakoni debut kompetisi resmi mereka di arena ini. Rashya Islami Satria Sadarma menandai langkah pertamanya dengan turun di tiga kategori sekaligus, mencatatkan waktu 3.96 detik di 2x2x2 Cube, 13.22 detik di 3x3x3 Cube, serta 1:45.88 di 4x4x4 Cube. Maulidino Dian Nabil menyelesaikan tiga nomor pertamanya dengan raihan 12.53 detik pada Skewb, 16.95 detik pada Pyraminx, dan 22.66 detik pada 3x3x3 Cube. Sultan Ganendra Ariateja melengkapi debutnya lewat catatan 5.72 detik di 2x2x2 Cube dan 19.03 detik di 3x3x3 Cube, sementara Fakhri Iqbal Priyadi menuntaskan dua cabangnya dengan mencatatkan 11.68 detik di nomor utama serta mengamankan finis ke-9 di 4x4x4 Cube lewat catatan waktu 39.06 detik.

Seluruh rangkaian nomor dalam perhelatan Balam Cubes Semarang Open 2026 menegaskan kekayaan ragam disiplin dalam dunia speedcubing modern di Tanah Air. Dari kubus cepat dua lapis hingga teka-teki mekanik berporos sudut dan jarum jam, setiap peserta menunjukkan dedikasi menyelesaikan tantangan geometris dengan ketepatan jari. Panggung kompetisi di Semarang pada tahun 2026 ini kembali membuktikan bahwa variasi puzzle selalu memberikan ruang bagi bakat-bakat baru untuk terus berkembang di setiap nomor perlombaan.