Balam Cubes Jakarta New Year 2026
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeWilliam Arthur Wiranda6.85
- 2x2x2 CubeLeon Marcell Alamanda2.25
- 4x4x4 CubeLeon Marcell Alamanda28.80
- 5x5x5 CubeLeon Marcell Alamanda48.51
- 3x3x3 BlindfoldedPhillip Maxwell19.45
- 3x3x3 One-HandedMuhammad Faeyza Koda10.27
- ClockAbraham Joachim Hadiwijaya4.13
- PyraminxDavelno Danish Raziq2.57
- SkewbMuhammad Fahri Rahman4.12
- Square-1Hezekiah Jaden Susanto (叶奇安)10.35
Photos, videos & posts from Balam Cubes Jakarta New Year 2026
Competition recap
A written summary of Balam Cubes Jakarta New Year 2026, generated from the official results on this page.
Massive Fields and Hard-Fought Rounds at Balam Cubes Jakarta New Year 2026English
The competition floor inside Citywalk Gajah Mada was packed with focused energy across the weekend of January 10 to 11. Tables were filled with timers, mats, and scramblers working through round after round under bright venue lights. With 130 competitors registered in Jakarta, Indonesia, every single advancement to the next stage had to be earned across a dense schedule spanning 10 events and 19 total rounds. The 2026 calendar opened in the capital with unmatched intensity.
The sheer depth of talent made reaching any final a monumental task throughout Balam Cubes Jakarta New Year 2026. A massive bracket of 121 solvers lined up for the standard 3x3x3 Cube, where competitors had to survive four rigorous rounds to reach the podium. In the final, William Arthur Wiranda delivered a clinical series of solves to capture first place with a 6.85 winning average and a best single of 6.10. Muhammad Faeyza Koda followed closely in second place at 7.42, while Nathan Aristotle Fan locked down third place with a 7.54 average in the official 3x3 results.
Leon Marcell Alamanda put on a dominant multi-event clinic over the two days of competition. Alamanda seized the title in the 2x2x2 Cube from a field of 95 entrants, posting a 2.25 winning average to edge out Kingston Dylan Karianto at 2.28 and Phillip Maxwell at 2.42. Alamanda also conquered both big cube categories, securing the 4x4x4 Cube victory with a 28.80 average ahead of Steve Jourdane Saputra and adding the 5x5x5 Cube gold with a 48.51 mark, over ten seconds clear of runner-up Mylo Rafael Kristianto.
Specialist events proved just as demanding throughout the cubing competition. In 3x3x3 One-Handed, Muhammad Faeyza Koda rose above 69 competitors to take top honours with a 10.27 average, holding off Alamanda at 12.09 and Fan at 12.94. The 3x3x3 Blindfolded discipline demanded immense memorisation and nerve, where Phillip Maxwell claimed victory with a 19.45 average, finishing ahead of Australia Jack Cai who registered a 20.48 average, alongside Muhammad Rafi Hilmy Permana in third with 25.82.
Beyond the top steps of the podium, the weekend was defined by immense personal milestones for competitors tackling deep brackets. Nathan Chislon Alexander took on four events, setting a 2x2x2 Cube personal best of 4.03 that improved his previous mark by 48 percent, dropping his 3x3x3 Rubik's Cube best by 7.4 percent to 15.44, and completing his first ever attempt at Clock with a time of 30.51. Stanley Jovian Chang Fushi tackled eight separate events, logging a 7th place finish in Square-1 with a debut mark of 22.06, while dropping his 2x2x2 Cube mark by 41.9 percent to 2.62 and his Pyraminx best by 29.8 percent to 7.22.
Other dedicated solvers achieved breakthrough performances in their respective events during the meet. Kenzie Ishmael Al-Rashied posted a 4.25 personal best in 2x2x2 Cube to go 47.5 percent faster than before, lowered his 3x3x3 best by 28.6 percent to 16.10, and completed his first 4x4x4 Cube attempt at 1:34.32. Najwa Sovia Zulhijjah took on seven events, achieving a 9th place finish in Pyraminx, logging debut attempts in Clock at 11.68 and One-Handed at 30.53, and cutting her Skewb best by 36.5 percent to 7.11. Bastian Khawarizmi tackled eight events, setting debut times in Skewb at 4.90 and 5x5x5 Cube at 1:20.16 alongside a 12.6 percent Pyraminx improvement to 5.11. Louis Alexander Tio recorded an impressive 37.5 percent improvement in 3x3x3 to reach 9.83 and logged his first Clock solve at 12.42.
The side events continued to produce sharp finishes across the board. In Pyraminx, Davelno Danish Raziq won a competitive 55-person event with an average of 2.57, besting Mark Louis Tan and Dave Thiessen. The Skewb crown went to Muhammad Fahri Rahman on a 4.12 average, while Abraham Joachim Hadiwijaya topped the Clock event with 4.13. In Square-1, Hezekiah Jaden Susanto posted a winning average of 10.35, leading Alamanda and Karianto on the podium.
The gathering in the capital highlighted the relentless growth of speed cubing across the region. Across ten events, competitors demonstrated sharp execution under the pressure of knockout brackets and crowded stages. With hundreds of solves completed, Balam Cubes Jakarta New Year 2026 set a high standard of speedcubing excellence that will resonate through the upcoming season.
As the final timers were packed away, the successful execution of this major WCA competition reinforced Jakarta as a powerhouse hub for the sport. Solvers left Citywalk Gajah Mada with fresh personal records, hard-won experience across multiple rounds, and renewed momentum for the challenges ahead.
Aksi Cepat dan Dominasi Balam Cubes Jakarta New Year 2026Bahasa Indonesia
Sebanyak 130 peserta berkumpul di Citywalk Gajah Mada dalam ajang Balam Cubes Jakarta New Year 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 11 Januari 2026. Dari total 10 cabang yang dipertandingkan dalam 19 babak, dinamika kompetisi menghadirkan kontras tajam antara nomor kecepatan murni dan nomor analisis taktis. Jakarta, Indonesia menjadi saksi bagaimana setiap putaran kubus Rubik menuntut konsentrasi tinggi serta ketangkasan jari tangan yang luar biasa sepanjang dua hari gelaran awal tahun.
Kompetisi kubus Rubik ini menghadirkan persaingan sengit di kategori utama 3x3x3 Cube yang diikuti oleh 121 peserta dalam empat babak penyisihan hingga final. William Arthur Wiranda berhasil keluar sebagai pemenang utama setelah mencatatkan rata-rata waktu 6.85 detik dengan catatan tunggal terbaik 6.10 detik. Di posisi kedua, Muhammad Faeyza Koda membuntuti dengan rata-rata 7.42 detik, diikuti oleh Nathan Aristotle Fan yang mengamankan peringkat ketiga lewat rata-rata 7.54 detik.
Leon Marcell Alamanda tampil dominan sepanjang akhir pekan dengan memborong tiga gelar juara pertama dari berbagai nomor kubus besar dan kubus mini. Pada cabang 4x4x4 Cube yang diikuti 66 peserta, ia merebut posisi puncak dengan rata-rata 28.80 detik dan tunggal terbaik 24.46 detik, mengungguli Steve Jourdane Saputra yang mencatat rata-rata 30.80 detik serta Muhammad Faeyza Koda dengan rata-rata 31.66 detik.
Keunggulan Leon Marcell Alamanda berlanjut pada kategori 5x5x5 Cube, di mana ia mencatatkan rata-rata kemenangan 48.51 detik dengan tunggal 45.83 detik, finis di depan Mylo Rafael Kristianto yang membukukan 59.69 detik dan Steve Jourdane Saputra dengan 1:00.78. Tidak berhenti di situ, Leon Marcell Alamanda juga mengamankan podium teratas pada 2x2x2 Cube lewat rata-rata 2.25 detik, tipis di depan Kingston Dylan Karianto dengan 2.28 detik dan Phillip Maxwell dengan 2.42 detik.
Di balik persaingan papan atas kejuaraan speedcubing ini, deretan peserta menunjukkan lonjakan performa pribadi yang sangat signifikan di berbagai nomor perlombaan. Harvey Emmanuel Setiawijaya mencatat rekor pribadi 3x3x3 Cube di angka 34.29 detik, memangkas 63.8 persen dari rekor sebelumnya 1:34.65. Rafael Verrell Lim Hudono yang turun di lima cabang berhasil mempertajam rekor Pyraminx miliknya menjadi 6.74 detik dari 14.12 detik atau 52.3 persen lebih cepat, serta rekor Skewb 11.94 detik yang 48.5 persen lebih cepat dari 23.19 detik, di samping capaian 2x2x2 Cube 6.48 detik.
Perkembangan pesat juga ditunjukkan oleh para peserta yang mencoba tantangan baru di arena resmi WCA competition ini. Erlangga Kean Wijaya mencatatkan penampilan perdana di nomor Pyraminx dengan hasil 8.38 detik, sekaligus memotong waktu rekor pribadi 3x3x3 Cube menjadi 16.58 detik yang 31 persen lebih cepat dari catatan 24.04 detik, serta raihan 2x2x2 Cube 3.99 detik. Kenzo Simanjaya yang turun di empat cabang sukses menyelesaikan percobaan pertamanya di 3x3x3 One-Handed dengan waktu 26.95 detik, meraih finis terbaik ke-15 di Pyraminx, memperbaiki rekor 2x2x2 Cube menjadi 2.97 detik atau 25.6 persen lebih cepat, dan membukukan rekor 3x3x3 Cube 11.09 detik yang 15.9 persen lebih cepat.
Perjalanan luar biasa turut diukir oleh Muhammad Aqil Arvabisma yang menjalani penampilan pertama di nomor 4x4x4 Cube dengan catatan 1:39.34 dan 3x3x3 One-Handed dengan 40.87 detik, sambil mencetak rekor pribadi 3x3x3 Cube 15.64 detik atau 10.9 persen lebih cepat dari 17.55 detik. Sementara itu, Alika Adistya Cahyadi melakoni langkah perdana di Pyraminx dengan 6.54 detik dan 2x2x2 Cube dengan 5.36 detik, di samping membarui rekor 3x3x3 Cube menjadi 21.65 detik yang 8.9 persen lebih cepat dari 23.76 detik.
Pada nomor satu tangan 3x3x3 One-Handed, Muhammad Faeyza Koda tampil sebagai juara dengan catatan rata-rata 10.27 detik dan tunggal 8.86 detik, mengungguli Leon Marcell Alamanda di posisi kedua dengan 12.09 detik dan Nathan Aristotle Fan di urutan ketiga dengan 12.94 detik. Sementara itu, kategori Square-1 dimenangkan oleh Hezekiah Jaden Susanto yang menorehkan rata-rata 10.35 detik dan tunggal 8.36 detik, berada di depan Leon Marcell Alamanda dengan 12.17 detik serta Kingston Dylan Karianto dengan 13.58 detik.
Kejuaraan Balam Cubes Jakarta New Year 2026 juga menyajikan aksi memukau pada kategori 3x3x3 Blindfolded, di mana Phillip Maxwell keluar sebagai pemenang dengan rata-rata 19.45 detik dan tunggal 16.67 detik, mengungguli Jack Cai asal Australia yang mencatat 20.48 detik dan Muhammad Rafi Hilmy Permana dengan 25.82 detik. Pada nomor Pyraminx, Davelno Danish Raziq meraih kemenangan dengan rata-rata 2.57 detik, disusul Mark Louis Tan dengan 3.70 detik dan Dave Thiessen dengan 4.20 detik.
Melengkapi rangkaian sepuluh cabang, Muhammad Fahri Rahman menjadi yang tercepat di nomor Skewb dengan rata-rata 4.12 detik dan single 3.57 detik, sedangkan Abraham Joachim Hadiwijaya memenangi Clock lewat torehan rata-rata 4.13 detik dan single 3.89 detik. Dari total perolehan podium, delegasi Indonesia meraih 28 tempat, sementara Australia dan Malaysia masing-masing mengamankan 1 podium di gelaran pembuka musim ini.