Balam Cubes Jakarta Masters 2025
Sign in to follow3x3x3 Cube podium
Winners
All results- 3x3x3 CubeNathan Aristotle Fan7.09
- 2x2x2 CubeKingston Dylan Karianto1.86
- 4x4x4 CubeLeon Marcell Alamanda27.62
- 5x5x5 CubeLeon Marcell Alamanda47.08
- 3x3x3 BlindfoldedPhillip Maxwell20.13
- 3x3x3 One-HandedMuhammad Faeyza Koda11.42
- ClockAbraham Joachim Hadiwijaya5.01
- MegaminxLeon Marcell Alamanda46.84
- PyraminxMark Louis Tan (陈小龙)2.85
- SkewbWinda Wardani3.79
- Square-1Muhammad Adib10.15
- 3x3x3 Multi-BlindPhillip Maxwell8/9 in 26:51
Photos, videos & posts from Balam Cubes Jakarta Masters 2025
Competition recap
A written summary of Balam Cubes Jakarta Masters 2025, generated from the official results on this page.
Nathan Aristotle Fan and Kingston Dylan Karianto Lead Blistering Solves in JakartaEnglish
Inside the busy corridors of Gajah Mada Plaza, the distinct sound of clicking plastic echoed as 124 competitors gathered for a packed weekend of puzzles. The bustling venue in Jakarta, Indonesia hosted an intensive two-day gathering from August 2 to August 3, drawing contenders from across the region to test their preparation on the official stage. Across fifteen rounds of high-pressure turning, the atmosphere remained sharp and focused throughout the 2025 calendar fixture.
The fastest events of the weekend delivered electric moments, starting with the classic Rubik's Cube. In the final round of the 3x3x3 Cube, Nathan Aristotle Fan secured the title with an exceptional winning average of 7.09 seconds. His performance, which featured a best single of 6.28 seconds, allowed him to narrowly edge out Leon Marcell Alamanda, who took second place with a mark of 7.16 seconds. Erick Ethan Mula completed the podium in third place with a 7.84 average, concluding a thrilling set of 3x3 results from a massive field of 117 entrants.
Short-format speedcubing reached its peak in the 2x2x2 Cube, where split-second execution determined the standings. Kingston Dylan Karianto captured victory with a rapid average of 1.86 seconds and a best single solve of 1.59 seconds across two rounds of action. Kentaro Sasaki claimed the runner-up spot with an average of 2.15 seconds, finishing just ahead of Muhammad Faeyza Koda, who took third with a 2.16 mark. The event drew 89 competitors, making it one of the most hotly contested categories at Balam Cubes Jakarta Masters 2025.
Beyond the premier short-format disciplines, several competitors demonstrated remarkable range across larger twisty puzzles. Leon Marcell Alamanda put together a dominant showing, capturing victories in three separate categories. Alamanda took first place in the 4x4x4 Cube with a winning average of 27.62 seconds, topping Steve Jourdane Saputra who finished at 28.76 and Nathan Aristotle Fan at 32.36. Alamanda also conquered the 5x5x5 Cube with a 47.08 average ahead of Malaysia's Ivan Lew Yi Wen, and added a Megaminx triumph with an average of 46.84 seconds.
The one-handed and side events brought additional variety to this premier WCA competition. In the 3x3x3 One-Handed final, Muhammad Faeyza Koda prevailed with an average of 11.42 seconds and a best single solve of 8.57, besting Alamanda's 11.72 and Fan's 13.04. Mark Louis Tan won the Pyraminx division with a 2.85 average, while Abraham Joachim Hadiwijaya topped Clock with a 5.01 mark. In Square-1, Muhammad Adib finished first averaging 10.15 seconds, and Winda Wardani led Skewb with a 3.79 average. Phillip Maxwell claimed a blindfolded double, winning the 3x3x3 Blindfolded event in 20.13 seconds and solving 8 of 9 cubes in 26:51 during Multi-Blind.
Away from the top steps of the podium, several competitors achieved outstanding personal milestones across diverse events. Begawan Tirta Adibrata completed eight events, cutting 44.8 percent off their Skewb personal best with a time of 13.64 seconds, lowering their Clock best by 20.6 percent to 15.79, and completing a first ever attempt in the 5x5x5 Cube at 3:08.19. Mark Jurgen Steinly took on seven events and registered a Pyraminx personal best of 7.26 seconds, an improvement of 39.5 percent, while recording first attempts in 3x3x3 One-Handed at 37.45 and Skewb at 25.32.
Kshatriya Arkadyan Syailendra trimmed 33.2 percent from their Pyraminx mark with a 9.12 single, alongside debut attempts in 2x2x2 Cube at 8.39 and Skewb at 16.42. Adolph Nielson Alam Subiru posted an impressive 12th-place finish in 3x3x3 Cube with a personal best of 8.71 seconds, 17.4 percent faster than before, while logging debuts in 3x3x3 One-Handed at 37.27 and 2x2x2 Cube at 3.60. Tyler Jordannio Krisanto tackled ten events, highlighted by a fourth-place Megaminx finish and debuts in Clock at 11.32, Square-1 at 21.79, and Skewb at 6.16. Adalardo Hardianlangit Harahap completed eight disciplines, placing 13th in 3x3x3 Blindfolded with a first official time of 4:27.98, while also making first appearances in Clock at 10.56 and 4x4x4 Cube at 1:14.75.
The weekend concluded having showcased twelve official events across two full days of speed cubing excellence. With Indonesian competitors securing 33 total podium places, supported by podium appearances from Malaysian and Chinese entrants, the gathering highlighted the incredible depth of regional talent. As the tables were cleared at Gajah Mada Plaza, Balam Cubes Jakarta Masters 2025 wrapped up as a memorable celebration of dedication, precision, and speed on the global cubing circuit.
Nathan Aristotle Fan dan Leon Marcell Alamanda Berjaya di Balam Cubes Jakarta Masters 2025Bahasa Indonesia
124 peserta berkumpul memenuhi arena di Gajah Mada Plaza saat Balam Cubes Jakarta Masters 2025 bergulir pada 2 hingga 3 Agustus 2025 di Jakarta, Indonesia. Turnamen speedcubing bergengsi ini menghadirkan total 12 cabang lomba dan 15 babak penyisihan hingga final yang sangat ketat. Di tengah persaingan sengit para pemain kawakan, kompetisi kubus Rubik ini menjadi panggung unjuk kematangan teknik serta ketenangan mental bagi para pemain berpengalaman tanah air.
Nomor utama 3x3x3 Cube menyajikan pertarungan puncak yang luar biasa mendebarkan di hadapan 117 peserta. Nathan Aristotle Fan sukses mengamankan gelar juara setelah membukukan rata-rata 7.09 detik di partai final, dilengkapi dengan catatan waktu single terbaik 6.28 detik. Ia berhasil menahan perlawanan sengit dari Leon Marcell Alamanda yang menempati posisi kedua dengan catatan rata-rata 7.16 detik, sementara Erick Ethan Mula mengamankan podium ketiga lewat catatan rata-rata 7.84 detik.
Leon Marcell Alamanda tetap menjadi sosok paling dominan sepanjang akhir pekan dengan memborong tiga gelar juara sekaligus. Pada nomor 4x4x4 Cube, Leon keluar sebagai juara pertama dengan rata-rata 27.62 detik dan catatan single 26.16 detik, unggul atas Steve Jourdane Saputra yang mencatat 28.76 detik serta Nathan Aristotle Fan di peringkat ketiga dengan 32.36 detik. Leon membuktikan kelasnya sebagai pemain serbabisa yang kembali ke performa terbaik di turnamen ini.
Dominasi Leon berlanjut pada kategori kubus besar dan bentuk lainnya. Ia merebut gelar juara 5x5x5 Cube melalui catatan waktu rata-rata 47.08 detik, mengatasi pesaing asal Malaysia, Ivan Lew Yi Wen (刘义文), yang finis kedua dengan 51.53 detik, serta Andrew Sebastian Sujanto di tempat ketiga. Pada kategori Megaminx, Leon kembali mengamankan posisi teratas dengan rata-rata 46.84 detik. Sementara di nomor Square-1, Muhammad Adib menyabet juara dengan rata-rata 10.15 detik, disusul Hezekiah Jaden Susanto (叶奇安) dengan 10.48 detik dan Leon di podium ketiga dengan 12.96 detik.
Di kategori teka-teki berkecepatan tinggi lainnya, persaingan ketat terus tercipta dari babak ke babak. Kingston Dylan Karianto sukses menguasai nomor 2x2x2 Cube berkat raihan rata-rata 1.86 detik di final, mengungguli Kentaro Sasaki dengan 2.15 detik dan Muhammad Faeyza Koda dengan 2.16 detik. Muhammad Faeyza Koda kemudian membalas di kategori 3x3x3 One-Handed dengan meraih kemenangan berkat rata-rata 11.42 detik. Di nomor Clock, Abraham Joachim Hadiwijaya keluar sebagai yang tercepat dengan torehan 5.01 detik, di atas Leon Marcell Alamanda dengan 5.14 detik dan William Arthur Wiranda dengan 6.31 detik. Sementara itu, Mark Louis Tan (陈小龙) memenangi Pyraminx dengan catatan 2.85 detik, dan Winda Wardani menjuarai Skewb dengan 3.79 detik.
Keahlian konsentrasi tingkat tinggi turut ditampilkan dalam kategori memecahkan kubus dengan mata tertutup. Phillip Maxwell membuktikan ketangguhannya dengan menyapu bersih dua nomor blindfolded di ibu kota. Pada cabang 3x3x3 Blindfolded, ia mengamankan medali emas lewat rata-rata 20.13 detik dan single 18.89 detik. Phillip menyempurnakan penampilannya di 3x3x3 Multi-Blind dengan menyelesaikan 8 dari 9 kubus dalam waktu 26 menit 51 detik.
Di balik persaingan papan atas, lantai kompetisi menyimpan banyak kisah perjuangan luar biasa dari peserta yang menunjukkan lonjakan kemampuan mengagumkan. Kevin Jordan Fabianno menorehkan lompatan besar di nomor 2x2x2 Cube dengan rekor pribadi baru 4.20 detik yang 60 persen lebih cepat dari catatan terbaik lamanya, di samping rekor baru 10.56 detik pada Pyraminx dan 32.00 detik pada 3x3x3 Cube. Theodore Gabriel Salim yang turun di lima nomor memangkas rekor pribadinya di 3x3x3 One-Handed hingga 56.4 persen lebih cepat menjadi 31.42 detik, bersama perbaikan waktu di 2x2x2 Cube menjadi 3.82 detik dan Skewb menjadi 11.11 detik. Denzel Jonathan Widhyanto mencatat penampilan perdana di nomor Pyraminx dengan waktu 8.96 detik untuk finis ke-41, serta memperbaiki rekor 3x3x3 Cube miliknya hingga 41 persen lebih cepat ke angka 26.56 detik.
Langkah berani menaklukkan tantangan baru juga diperlihatkan peserta lainnya sepanjang perlombaan. Tertia Anadare Samiya Merdiaz melakoni percobaan pertamanya di nomor Clock dengan torehan 14.80 detik untuk finis di urutan ke-32, selain memangkas rekor personalnya di 2x2x2 Cube menjadi 5.27 detik dan 3x3x3 Cube menjadi 15.76 detik. Owen Farna menuntaskan debutnya di Square-1 lewat catatan 1:10.65 di peringkat ke-28, serta mempertajam rekor pribadi 4x4x4 Cube miliknya hingga 38.2 persen lebih cepat menjadi 50.14 detik. Jayden Eka Putra turut mencatatkan waktu 37.81 detik dalam penampilan pertamanya di Clock, sembari mempertajam rekor pribadi 2x2x2 Cube menjadi 7.80 detik dan 3x3x3 Cube menjadi 19.39 detik.
Secara keseluruhan, kontingen tuan rumah tampil mendominasi dengan mengamankan 33 posisi podium, disusul Malaysia dengan 2 podium dan China dengan 1 podium. Gelaran WCA competition ini ditutup dengan kesuksesan organisasi yang rapi dan standar kompetisi yang terus meningkat. Seluruh rangkaian hasil Balam Cubes Jakarta Masters 2025 menjadi bukti nyata kemajuan pesat komunitas speedcubing di tanah air yang kian siap bersaing menyambut musim-musim kejuaraan berikutnya.