SC.app
Competitions

Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026

Sign in to follow
Results
May 2, 2026 – May 3, 2026Food Centrum Sunter · Jakarta, ID130 people12 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.20 avg · 6.20 single
Silver
7.61 avg · 7.20 single
Bronze
7.87 avg · 7.46 single

Photos, videos & posts from Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026

Competition recap

A written summary of Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026, generated from the official results on this page.

Fresh Talent Shines at Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026English

Inside Food Centrum Sunter, tables were filled with timers, mats, and puzzles of every shape as the bustling Jakarta, Indonesia venue hummed with focused energy. Across May 2 to May 3, 2026, competitors gathered across 23 rounds of action, creating an atmosphere charged with intensity and shared ambition. The tournament proved to be a major showcase for the community, drawing 130 competitors eager to test their skills in 12 different official disciplines.

For dozens of participants, this cubing competition served as a vital proving ground. The weekend featured an influx of fresh faces and developing solvers stepping onto the stage to log their first official results in brand-new categories. This expansive participation brought tremendous vitality to the venue, as newcomers stood side by side with seasoned veterans, each determined to push their personal limits across standard cubes, big cubes, and side events.

The spotlight shone brightly on the marquee 3x3x3 Cube event, which brought 121 competitors together over three intense rounds. When the final 3x3 results were tallied, William Arthur Wiranda captured the title with a stellar winning average of 7.20 seconds, anchored by a best single solve of 6.20. Leon Marcell Alamanda secured second place on the podium with a 7.61 average, while Kentaro Sasaki finished third at 7.87 in a fiercely contested Rubik's Cube final.

Leon Marcell Alamanda put together an extraordinary campaign across the weekend, claiming four individual victories. In the 2x2x2 Cube, Alamanda took top honors with a 2.05 average ahead of Qingze Li at 2.24 and Muhammad Aldrian Altansyah at 3.14. Alamanda continued his dominant run in the 4x4x4 Cube with a winning mark of 26.79, and then claimed the 5x5x5 Cube title averaging 46.08. To complete his collection of gold, Alamanda secured the Skewb crown with a 2.97 average.

The competition in big cubes reached higher gears as China's Anyu Zhang demonstrated commanding speed. Zhang took first place in the 6x6x6 Cube with a winning average of 1:19.28, outpacing Alamanda's 1:30.66 and Li's 1:39.85. Zhang doubled up by capturing the 7x7x7 Cube with a 1:52.84 average. In that same 7x7x7 final, runner-up Alamanda achieved an Indonesian national record average of 1:56.72, marking one of the finest highlights of the entire WCA competition.

Beyond the championship trophies, the heart of the speed cubing weekend was defined by remarkable individual progress. Raynar Kalandra Haqi took on 6 events and expanded his repertoire by logging his first ever official attempts in the 4x4x4 Cube at 1:02.76, the Pyraminx at 9.01, and the 5x5x5 Cube at 1:50.17. Owen Farna entered 8 events, registering a first Pyraminx attempt of 9.71, cutting his Skewb best by 12.9 percent to 8.69, and dropping his Square-1 personal best to 15.90, which was 70.6 percent faster than his earlier 54.03 mark on the way to a 6th place finish.

The surge of new milestones continued across the field. Pranaya Zadya entered 5 events, recording a first Pyraminx attempt of 7.98, a debut 3x3x3 One-Handed mark of 29.54, and lowering his 2x2x2 Cube personal best by 48.7 percent to 2.72. Muhammad Vadel Satrio Pratama logged debuts in Skewb with 30.68, Clock with 14.37, and Pyraminx with 8.63 across 5 events. Muhammad Omar Faiz completed 5 events, posting his first 4x4x4 Cube solve at 1:43.68, his first One-Handed time at 1:03.25, and dropping his 2x2x2 best by 45.9 percent to 3.26. Aleysha Khairunisa tackled 4 events, earning debut marks of 12.42 in Clock and 5.84 in Pyraminx while trimming her Skewb best by 49.6 percent down to 4.38.

Specialist categories added further excitement to the schedule. In 3x3x3 One-Handed, Qingze Li took first place with an 11.32 average, edging Alamanda's 12.75 and Abraham Joachim Hadiwijaya's 13.37. Mark Louis Tan won Pyraminx with a 2.34 average, while Hadiwijaya claimed the Clock event with a 4.40 average. Muhammad Adib secured the Square-1 victory with a 12.02 average, and Phillip Maxwell delivered a winning 20.31 average in 3x3x3 Blindfolded, leading Muhammad Rafi Hilmy Permana and Winda Wardani on the podium.

Overall, Indonesian competitors captured 28 podium places while visiting competitors from China earned 8. The gathering proved that the regional speedcubing community is thriving, bolstered by an enthusiastic wave of solvers stepping forward to try new events and set personal benchmarks. With records falling and fresh talent rising to the challenge, Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026 concluded as a memorable festival of speed, dedication, and sportsmanship.

Ketahanan Kubus Besar Menjadi Sorotan di Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026Bahasa Indonesia

Suasana Food Centrum Sunter dipenuhi deru putaran puzzle mekanik dan fokus tinggi dari para peserta yang berkumpul di Jakarta, Indonesia pada tanggal 2 hingga 3 Mei 2026. Meja-meja pertandingan ditata rapi menyambut kedatangan 130 peserta dari berbagai kalangan yang siap beradu kecepatan. Dari kategori standar hingga susunan puzzle berukuran masif, atmosfer kompetisi resmi WCA competition ini langsung terasa hidup sejak sesi pembuka digelar. Ajang Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026 menghadirkan total 12 cabang perlombaan yang menguji ketangkasan tangan serta ketahanan konsentrasi.

Sorotan utama akhir pekan ini tertuju pada cabang kubus besar seperti 5x5x5 Cube, 6x6x6 Cube, dan 7x7x7 Cube yang menuntut stamina fisik serta kalkulasi langkah mendalam. Anyu Zhang tampil sangat dominan pada dua kategori terbesar dengan menyapu bersih podium tertinggi. Pada nomor 6x6x6 Cube, Anyu Zhang mencatatkan rata-rata kemenangan 1:19.28 serta single terbaik 1:17.93 setelah melewati 2 babak penyisihan melawan 26 peserta. Keunggulan tersebut berlanjut di nomor 7x7x7 Cube, di mana ia mengamankan posisi pertama lewat catatan rata-rata 1:52.84 dan single 1:45.62 di hadapan 23 pesaing.

Pertarungan sengit di kategori kubus besar juga melahirkan torehan rekor nasional bagi tuan rumah. Leon Marcell Alamanda merebut medali perak pada nomor 7x7x7 Cube dengan mencatatkan rekor nasional rata-rata untuk Indonesia sebesar 1:56.72. Di nomor 6x6x6 Cube, Leon Marcell Alamanda juga menempati urutan kedua dengan catatan 1:30.66, mengungguli Qingze Li yang berada di posisi ketiga dengan 1:39.85. Sementara itu pada nomor 5x5x5 Cube yang diikuti 38 peserta, Leon Marcell Alamanda sukses merebut gelar juara berkat catatan rata-rata 46.08, mengungguli Anyu Zhang yang mencatat 50.08 dan Vincent Hartanto Utomo dengan 50.12.

Di luar nomor kubus besar, persaingan kategori utama 3x3x3 Cube berlangsung sangat ketat dan menjadi magnet terbesar dengan total 121 peserta dalam 3 babak penyisihan. William Arthur Wiranda keluar sebagai kampiun utama cabang rubik ini setelah membukukan rata-rata kemenangan 7.20 dan single tercepat 6.20 di babak final. Leon Marcell Alamanda menyusul di posisi kedua dengan rata-rata 7.61, disusul oleh Kentaro Sasaki yang meraih posisi ketiga lewat torehan 7.87. Kecepatan eksekusi para finalis di kategori klasik ini menunjukkan standar permainan speedcubing yang terus meningkat.

Leon Marcell Alamanda melanjutkan akhir pekan yang luar biasa produktif dengan merebut sejumlah gelar juara lainnya di berbagai cabang. Ia menjuarai nomor 2x2x2 Cube dengan rata-rata 2.05, mengungguli Qingze Li dengan 2.24 dan Muhammad Aldrian Altansyah dengan 3.14 dari total 84 peserta. Pada nomor 4x4x4 Cube, Leon Marcell Alamanda kembali bertengger di puncak lewat catatan rata-rata 26.79 di atas Qingze Li dengan 27.88. Dominasinya bertambah saat ia memenangi cabang Skewb dengan rata-rata 2.97 setelah bersaing dengan 45 peserta dalam 2 babak perlombaan.

Perkembangan penting dan cerita menarik dari lantai kompetisi juga ditorehkan oleh para peserta yang terus mengasah kemampuan mereka di arena resmi. Arkan Alvaro Abimanyu Prasetyo mencatatkan peningkatan luar biasa pada 3x3x3 Cube dengan torehan waktu 21.33, memangkas catatan lamanya 37.85 hingga 43.6 persen lebih cepat, serta mencoba nomor 3x3x3 One-Handed untuk pertama kalinya dengan waktu 5:04.72. Agustinus Jati Pramudya juga mencatat kemajuan signifikan dengan waktu 10.50 pada 3x3x3 Cube yang 24 persen lebih cepat dari rekor sebelumnya 13.81, sembari menyelesaikan percobaan perdananya di 2x2x2 Cube dengan 3.56 dan Square-1 dengan 21.51 untuk finis di peringkat ke-18.

Catatan positif lainnya datang dari Zola Ruslan Husni yang tampil di 8 nomor dan mempertajam rekor pribadinya di 3x3x3 One-Handed menjadi 19.61 dari waktu lama 26.66 atau 26.4 persen lebih cepat, serta mencatatkan debut di Clock dengan 15.32 dan 5x5x5 Cube dengan 2:27.42. Louis Alexander Tio mencatat waktu 6.64 di Clock yang 27.4 persen lebih cepat dari torehan terbaiknya 9.14 untuk meraih posisi ke-11, selain melakukan percobaan pertama di Pyraminx dengan 6.00 dan 4x4x4 Cube dengan 44.83. Mateus Vincent Wijaya turun di 10 nomor dengan menyelesaikan percobaan pertama di 7x7x7 Cube dalam 5:10.46, 6x6x6 Cube dalam 2:59.36, serta memangkas waktu Clock menjadi 16.12. Sementara itu Muhammad Keanu Firdaus memanfaatkan panggung ini untuk mencatatkan debut di 2x2x2 Cube dengan 2.35, 3x3x3 One-Handed dengan 33.26, dan Skewb dengan 9.82.

Rangkaian pertandingan puzzle spesialisasi lainnya turut menyajikan aksi yang memukau penonton di Jakarta. Mark Louis Tan berhasil memenangi nomor Pyraminx dengan rata-rata 2.34 dan single 1.91 dari 58 peserta. Cabang 3x3x3 One-Handed dimenangkan oleh Qingze Li dengan rata-rata 11.32, sementara Abraham Joachim Hadiwijaya merebut gelar Clock lewat rata-rata 4.40. Muhammad Adib keluar sebagai yang terbaik di Square-1 dengan rata-rata 12.02 dan single 6.92. Pada nomor 3x3x3 Blindfolded yang menuntut daya ingat penuh tanpa melihat, Phillip Maxwell meraih juara pertama dengan catatan rata-rata 20.31 dan single 18.71.

Secara keseluruhan, gelaran cubing competition ini mencatatkan dominasi perolehan medali oleh atlet tuan rumah dengan raihan 28 podium untuk Indonesia dan 8 podium untuk China dari total 23 babak yang dipertandingkan. Keberhasilan pelaksanaan Balam Cubes Jakarta Cube Feast 2026 di Food Centrum Sunter membuktikan tingginya antusiasme komunitas terhadap ajang adu kecepatan puzzle ini. Seluruh capaian rekor nasional, gelar juara baru, dan peningkatan catatan waktu para peserta menjadi penutup manis dari turnamen penuh ketahanan fisik dan mental ini.