SC.app
Competitions

Balam Cubes Citywalk 2026

Sign in to follow
Results
September 12, 2026 – September 13, 2026Citywalk Gajah Mada · Jakarta, ID109 people9 events

3x3x3 Cube podium

Gold
6.95 avg · 6.38 single
Silver
7.32 avg · 5.63 single
Bronze
7.99 avg · 7.56 single

Photos, videos & posts from Balam Cubes Citywalk 2026

Competition recap

A written summary of Balam Cubes Citywalk 2026, generated from the official results on this page.

Wiranda and Alamanda Deliver High Drama at Balam Cubes Citywalk 2026English

A razor-thin margin in the premier event settled the weekend when William Arthur Wiranda delivered a decisive final turn in the 3x3x3 Cube to secure the title at Balam Cubes Citywalk 2026. Facing down fierce opposition in the decisive round, Wiranda locked in a 6.95 winning average to edge ahead of Leon Marcell Alamanda, who took second place with a mark of 7.32, while Kentaro Sasaki secured third on 7.99. The dramatic finish punctuated two packed days of elite speedcubing at Citywalk Gajah Mada as local contenders went head-to-head across nine separate official events.

Held across September 12 and September 13 in Jakarta, Indonesia, the competition brought together many of the region's standout competitors for a full schedule of puzzle action. Across the 2026 gathering, national standards tumbled repeatedly as competitors pushed the pace on both classic twisty puzzles and newer challenges. The high-stakes nature of the 3x3 results capped a weekend where Indonesian contenders claimed all 27 podium places up for grabs across the entire event programme.

Leon Marcell Alamanda proved to be a dominant presence across multiple disciplines throughout the cubing competition. In the 4x4x4 Cube, Alamanda captured first place with an average of 26.76, highlighted by a blistering national record single of 19.96. Wilson Alvis finished second in the event on 32.90, while Wiranda picked up another podium result in third with 35.40. Alamanda then carried that momentum into the 5x5x5 Cube, where he swept both national records with a 36.51 single and a 41.02 winning average, outpacing runner-up Mylo Rafael Kristianto at 54.16 and third-placed Nathaniel Lisandro Archie at 1:07.23.

Alamanda added a third title to his collection in 3x3x3 One-Handed, claiming victory with an average of 11.27. Abraham Joachim Hadiwijaya followed in second place with 12.67, and Darren Johan completed the podium on 12.84. Alamanda also factored heavily in several other events, securing second place in 2x2x2 Cube and third-place finishes in Clock and Skewb, confirming his status as one of the most versatile competitors of the tournament.

Kingston Dylan Karianto produced his own historic moments at Balam Cubes Citywalk 2026, setting benchmarks in two fast-paced events. In Clock, Karianto captured the victory with a 3.56 average, setting both the national record single at 3.04 and the national record average at 3.56, while Hadiwijaya took second with 4.37 and Alamanda third with 5.00. Karianto then demonstrated his speed in 2x2x2 Cube, taking top honours with a final average of 1.87 following a national record average of 1.39 earlier in the contest, leading Alamanda at 2.02 and Wiranda at 2.43.

Beyond the top steps of the podium, several participants made substantial progress in their official speed cubing journeys. Nathaniel Geraldyo Akoru entered four events and delivered a massive personal best in Square-1 of 18.33, shaving 74.7% off his previous mark of 1:12.57 on his way to 15th place, alongside a new 2x2x2 Cube best of 10.16 and a first official Clock attempt of 15.86. Haritsah Yasin took on five events and achieved a 3x3x3 Cube personal best of 23.20, an improvement of 53.8% from 50.23, while also logging initial career attempts in Clock at 17.48 and Pyraminx at 15.42 to finish 32nd.

Other competitors expanded their repertoires across a wide slate of events during this WCA competition. Mohammad Zidni Ilman took on seven disciplines, claiming 25th in Pyraminx with an initial attempt of 7.95 while also registering his first official marks in Clock at 16.48 and 4x4x4 Cube at 1:50.83. Jadon Chijaya contested six events, posting career-first times of 37.80 in 3x3x3 One-Handed, 4:28.59 in 5x5x5 Cube, and 16.21 in Clock, earning a 33rd-place finish in Pyraminx. Denzel Jonathan Widhyanto logged first-time marks in Skewb at 10.30, 4x4x4 Cube at 1:38.16, and 2x2x2 Cube at 6.54, while Samuel Vaswani chopped 51.3% off his 2x2x2 Cube mark down to 20.12 and established debut times in Clock at 17.90 and Skewb at 32.00.

The specialty events rounded out the weekend with sharp turnarounds and close battles. In Square-1, Hezekiah Jaden Susanto secured victory with an average of 9.09, staying ahead of Muhammad Aldrian Altansyah at 13.45 and Karianto at 15.80. Meanwhile, Skewb came down to tenths of a second, with Fauzan Rafi Amrullah capturing first place in 3.31, narrowly ahead of Altansyah on 3.46 and Alamanda on 3.50.

With fast solving across both short formats and big cubes, the standard for Rubik's Cube solving in the capital region continues to climb. Balam Cubes Citywalk 2026 proved that every turn counts in the final stages, leaving competitors with a suite of fresh national marks and personal milestones to carry forward into the rest of the competitive calendar.

Ragam Teka-Teki Menguji Kecepatan di Balam Cubes Citywalk 2026Bahasa Indonesia

Suasana semarak menyelimuti Citywalk Gajah Mada ketika puluhan pegiat rubik berkumpul di meja-meja pertandingan. Meja perlombaan dipenuhi susunan kubus beraneka dimensi, bentuk geometris yang berputar cepat, serta mekanisme tombol yang berderak berirama. Ajang Balam Cubes Citywalk 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026 menghadirkan panggung terbuka bagi komunitas di Jakarta, Indonesia, untuk menguji batas kemampuan motorik dan penyelesaian logika tingkat tinggi.

Jadwal kompetisi menyajikan keanekaragaman teka-teki yang luar biasa sepanjang dua hari penuh tantangan. Dari kubus standar, nomor kubus mini dua kali dua, putaran presisi mekanis jam, bentuk asimetris Square-1, hingga dimensi besar lima kali lima, setiap peserta dituntut memiliki adaptasi teknik yang luas. Sebanyak sembilan nomor perlombaan diselesaikan, memperlihatkan spektrum ketangkasan tangan dan strategi pemecahan yang amat bervariasi dalam sebuah kompetisi kubing resmi.

Persaingan kategori utama kubus 3x3x3 menghadirkan penyelesaian berkecepatan tinggi dengan hasil yang sangat ketat. William Arthur Wiranda berhasil mengamankan posisi puncak setelah mencatatkan rata-rata waktu terbaik 6.95 detik. Di posisi kedua, Leon Marcell Alamanda membuntuti dengan raihan rata-rata 7.32 detik, disusul oleh Kentaro Sasaki yang meraih podium ketiga lewat rata-rata 7.99 detik dalam pertarungan puncak kubus klasik tersebut.

Leon Marcell Alamanda mencatatkan performa gemilang di berbagai kategori kubus berdimensi besar dan nomor teknis. Pada nomor kubus 4x4x4, Leon meraih juara pertama dengan rata-rata 26.76 detik, unggul atas Wilson Alvis (陈智胜) di posisi kedua dengan 32.90 detik dan William Arthur Wiranda di tempat ketiga dengan 35.40 detik, serta memecahkan rekor nasional single 19.96 detik. Leon juga memenangi 5x5x5 Cube dengan rata-rata rekor nasional 41.02 detik dan single rekor nasional 36.51 detik, mengungguli Mylo Rafael Kristianto di posisi kedua dengan 54.16 detik dan Nathaniel Lisandro Archie dengan 1:07.23, ditambah gelar juara 3x3x3 One-Handed melalui rata-rata 11.27 detik di depan Abraham Joachim Hadiwijaya dengan 12.67 detik dan Darren Johan dengan 12.84 detik.

Nomor mekanis Clock dan kubus mini 2x2x2 menjadi panggung pembuktian bagi Kingston Dylan Karianto yang tampil sangat tajam. Pada nomor Clock, Kingston merebut juara pertama dengan rekor nasional rata-rata 3.56 detik serta mencetak rekor nasional single 3.04 detik, melampaui Abraham Joachim Hadiwijaya dengan rata-rata 4.37 detik dan Leon Marcell Alamanda dengan 5.00 detik. Di kategori 2x2x2 Cube, Kingston kembali meraih kemenangan dengan rata-rata 1.87 detik, mencatatkan rekor nasional rata-rata 1.39 detik, unggul tipis dari Leon Marcell Alamanda di posisi kedua dengan 2.02 detik dan William Arthur Wiranda dengan 2.43 detik.

Di balik perburuan podium teratas, sejumlah peserta mencatatkan lompatan prestasi individu yang sangat mengesankan di lembar kompetisi resmi. Kastarayasya Anindyayodha mencatat kemajuan pesat lewat catatan terbaik personal 2x2x2 Cube berwaktu 1.30 detik yang 71.2 persen lebih cepat dari rekor lamanya, membukukan waktu terbaik 3x3x3 Cube 9.68 detik yang 13.7 persen lebih cepat, mencoba nomor 3x3x3 One-Handed untuk pertama kalinya dengan waktu 33.59 detik, dan finis di posisi ke-12 pada 2x2x2 Cube dari 4 nomor yang diikutinya. Owen Farna tampil pada 6 nomor dan menuntaskan upaya perdana di nomor Clock dengan waktu 11.22 detik, meraih rekor personal 2x2x2 Cube 1.59 detik yang 56 persen lebih cepat, rekor personal Square-1 11.05 detik yang 8.8 persen lebih cepat, serta mencapai finis terbaik di posisi ke-7 pada Square-1. Jiwoo Won bersaing di 5 kategori dengan catatan debut di Square-1 berwaktu 49.18 detik, debut Clock dengan 15.42 detik, rekor personal 3x3x3 Cube 18.09 detik yang 6.1 persen lebih cepat, dan finis ke-22 di Square-1.

Deretan catatan impresif lainnya berlanjut lewat penampilan Arkana Jordi Takaya yang menyelesaikan 4 cabang, mencetak rekor personal 2x2x2 Cube 2.90 detik yang 31.9 persen lebih cepat, serta menjalani upaya perdana di nomor Pyraminx dengan 5.22 detik untuk meraih posisi ke-15. Donald Larry Joanda berpartisipasi dalam 3 nomor dengan membukukan upaya pertama di Pyraminx berwaktu 9.37 detik di peringkat ke-28 serta memangkas rekor personal 3x3x3 Cube menjadi 13.69 detik yang 29.8 persen lebih cepat dari torehan sebelumnya. Martinus Edward Clay Untung menangani jadwal padat di 8 nomor perlombaan, mencetak rekor personal 2x2x2 Cube 1.47 detik yang 49.8 persen lebih cepat, rekor personal 3x3x3 One-Handed 31.15 detik yang 5.7 persen lebih cepat, rekor personal 4x4x4 Cube 45.66 detik yang 3 persen lebih cepat, dan finis ke-26 di Pyraminx.

Kejuaraan ini juga merampungkan persaingan sengit pada nomor-nomor bentuk non-kubik lainnya. Hezekiah Jaden Susanto (叶奇安) merebut gelar juara pada Square-1 dengan rata-rata 9.09 detik, mengungguli Muhammad Aldrian Altansyah yang finis di posisi kedua dengan 13.45 detik dan Kingston Dylan Karianto di posisi ketiga dengan 15.80 detik. Pada kategori Skewb, Fauzan Rafi Amrullah keluar sebagai pemenang dengan rata-rata 3.31 detik, menahan perlawanan Muhammad Aldrian Altansyah di urutan kedua dengan 3.46 detik dan Leon Marcell Alamanda di peringkat ketiga dengan 3.50 detik.

Ajang Balam Cubes Citywalk 2026 secara menyeluruh menegaskan kekayaan disiplin dan ketangkasan dalam kancah speedcubing di tanah air. Dengan 27 raihan posisi podium yang seluruhnya diamankan oleh para atlet Indonesia, gelaran dua hari ini memperlihatkan kedalaman bakat di berbagai nomor pertandingan. Keberhasilan pelaksanaan kompetisi WCA ini meninggalkan catatan rekor berharga dan tolok ukur ketat untuk kejuaraan-kejuaraan berikutnya.