SC.app
Competitions

50th Anniversary in Indonesia 2024

Sign in to follow
Results
December 7, 2024Taman Ismail Marzuki · Jakarta, ID90 people6 events

3x3x3 Cube podium

Gold
7.17 avg · 6.17 single
Silver
7.67 avg · 6.55 single
Bronze
7.94 avg · 6.71 single

Photos, videos & posts from 50th Anniversary in Indonesia 2024

Competition recap

A written summary of 50th Anniversary in Indonesia 2024, generated from the official results on this page.

Specialist Events Take Centre Stage at 50th Anniversary in Indonesia 2024English

A blistering 16.81 single by Phillip Maxwell in 3x3x3 Blindfolded set the standard in Jakarta, Indonesia, as specialty disciplines commanded attention at 50th Anniversary in Indonesia 2024. Tackling the Rubik's Cube without visual aid requires complete memorisation and flawless execution, and Maxwell proved untouchable in the final, finishing well ahead of Dhafin Rayhan Ahmad at 47.37 and Winda Wardani at 1:02.57. Across the single-day gathering held on December 7, 2024, at Taman Ismail Marzuki, ninety solvers congregated across seven rounds of action, highlighting the immense depth of the regional speedcubing community.

The alternate puzzles offered thrilling battles beyond the classic events. In Skewb, Leon Marcell Alamanda led the pack of thirty-four competitors, clinching victory with a sharp 3.36 average and a 2.84 best single. Muhammad Fahri Rahman took the runner-up position on the podium with a 4.22 average, while Muhammad Faeyza Koda completed the top three with an average of 4.44. The corner-turning puzzle demanded rapid pattern recognition, setting the tone for an exciting day of speed cubing in the capital.

The Pyraminx final proved just as fierce, bringing forty-one contenders to the tables. Muhammad Faeyza Koda came out on top, securing gold with a 4.54 average and a best single of 3.35. Falinka Preramadinita pushed hard to take second place with an average of 4.66, narrowly ahead of Leon Marcell Alamanda, who secured bronze with 4.74. The compact tetrahedral puzzle once again showed how mere fractions of a second can separate the podium finishers in a major cubing competition.

Major records also tumbled on the shorter formats during the competition. In the 2x2x2 Cube, Leon Marcell Alamanda set a new national record average of 1.56, aided by a best single of 1.53, to top a massive field of sixty-three participants. Muhammad Faeyza Koda earned the second-place spot with an average of 1.93, backed by a rapid 1.25 single, while Azaeel Benaya Putra secured third place with an average of 2.68 and a 1.82 single, capping an extraordinary display of fast-paced turning.

Beyond the podium battles, several competitors achieved remarkable milestones across their events. Nikolas Carlens cut down his personal best in Pyraminx to 11.04, improving by 54% from 23.98, while also earning a best finish of 30th alongside personal bests of 5.73 in 2x2x2 Cube and 23.71 in 3x3x3 Cube. Andaru Haryo Prayoga tackled four events and recorded a top finish of 18th in Pyraminx, dropping his personal best by 48% to 10.60, setting a 5.14 mark in 2x2x2 Cube, and logging a first ever attempt at Skewb with an 11.78 single. Devano Aldriaska Pratama took on five events, registering a first ever attempt at Pyraminx with 8.43 for a 26th-place finish, and improved his 2x2x2 Cube best by 45.4% down to 6.73.

The progress continued through the ranks as athletes expanded their repertoires. Angelo Angkasa Adiningrat made a first ever attempt at Pyraminx with 13.46, finishing 28th, while improving his 2x2x2 Cube best by 44.8% to 3.58 and his 3x3x3 Cube best to 12.91. Misha Naima Aubrey recorded a 29th-place finish in Skewb with a 17.71 personal best, paired with a 7.69 in 2x2x2 Cube, 46% faster than before, and a 22.11 in 3x3x3 Cube. Kenarga Bhirawa logged an 11.98 in a first ever attempt at Skewb, placed 17th in Pyraminx, and improved their 3x3x3 Cube best by 32.5% to 15.94. Devansh Kirang Tanna took a first ever attempt at Pyraminx with 15.04 to place 33rd, alongside a 6.73 personal best in 2x2x2 Cube, while Aleysha Khairunisa completed a first ever attempt at 2x2x2 Cube with 6.85 to finish 49th, complemented by a 12.93 personal best in 3x3x3 Cube.

The larger puzzles featured dominant displays at the venue. Leon Marcell Alamanda captured another victory in the 4x4x4 Cube, outpacing thirty-five participants with a 25.23 winning average and a single of 22.47. Muhammad Faeyza Koda followed with a 31.04 average for silver, holding off Wilson Alvis, who posted a 31.09 average for bronze. The technical control required on the four-layered mechanism highlighted Alamanda's versatility across multiple categories.

The weekend concluded with the flagship 3x3x3 Cube, where eighty-four competitors battled through two rounds. Muhammad Faeyza Koda claimed the championship title with a winning average of 7.17 and a single of 6.17. Leon Marcell Alamanda took second with 7.67, and Nathan Aristotle Fan finished third with 7.94. The 3x3 results brought an emphatic finish to 50th Anniversary in Indonesia 2024, leaving all eighteen podium places in the hands of domestic solvers at a memorable WCA competition.

Rekor Nasional dan Persaingan Ketat di 50th Anniversary in Indonesia 2024Bahasa Indonesia

Pencapaian luar biasa terjadi ketika Leon Marcell Alamanda mencatatkan rekor nasional baru untuk rata-rata 2x2x2 Cube dengan waktu 1.56 detik di ajang 50th Anniversary in Indonesia 2024. Bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indonesia pada tanggal 7 Desember 2024, para peserta rela menempuh perjalanan jauh melintasi berbagai wilayah demi berkumpul di ibu kota. Sebanyak 90 peserta memadati arena untuk menguji ketangkasan dalam kompetisi Rubik yang mempertandingkan 6 nomor perlombaan dengan total 7 babak sepanjang hari.

Perjalanan panjang para peserta terbayar lunas dengan ketatnya persaingan di panggung utama speedcubing nasional ini. Leon Marcell Alamanda tampil sangat dominan sepanjang kompetisi dengan memborong tiga gelar juara. Selain meraih rekor nasional di kategori 2x2x2 Cube dengan catatan single 1.53 detik, ia juga berhasil memuncaki kategori 4x4x4 Cube dengan rata-rata 25.23 detik serta single terbaik 22.47 detik. Keberhasilan tersebut diperlengkap dengan kemenangan di nomor Skewb lewat catatan rata-rata 3.36 detik.

Persaingan di nomor paling bergengsi 3x3x3 Cube berlangsung sangat sengit di antara 84 peserta yang berpartisipasi dalam dua babak penyisihan dan final. Muhammad Faeyza Koda membuktikan ketangguhannya dengan merebut posisi pertama setelah mencatatkan rata-rata 7.17 detik dan single tercepat 6.17 detik. Di nomor ini, Leon Marcell Alamanda membuntuti di tempat kedua dengan rata-rata 7.67 detik, sementara Nathan Aristotle Fan menempati posisi ketiga berkat catatan rata-rata 7.94 detik.

Dominasi Muhammad Faeyza Koda berlanjut di cabang Pyraminx yang diikuti oleh 41 peserta. Ia keluar sebagai pemenang dengan rata-rata 4.54 detik dan single terbaik 3.35 detik, mengungguli Falinka Preramadinita yang mencatat rata-rata 4.66 detik serta Leon Marcell Alamanda dengan rata-rata 4.74 detik. Pertarungan antara kedua atlet papan atas ini menjadi sajian utama yang memukau penonton sepanjang jalannya 50th Anniversary in Indonesia 2024.

Nomor tanpa melihat atau 3x3x3 Blindfolded menyajikan tontonan memikat yang membutuhkan daya ingat serta konsentrasi tingkat tinggi dari 15 peserta. Phillip Maxwell keluar sebagai kampiun dengan torehan single luar biasa berdurasi 16.81 detik. Di posisi kedua, Dhafin Rayhan Ahmad mencatatkan waktu 47.37 detik, disusul oleh Winda Wardani di peringkat ketiga dengan torehan waktu 1:02.57. Cabang ini kembali membuktikan kedalaman bakat para penyelesai kubus di tanah air.

Di balik deretan podium, ajang 50th Anniversary in Indonesia 2024 menjadi saksi perkembangan signifikan para peserta yang terus mengasah kemampuan mereka. Raden Prasetyo Aryo Nugroho tampil pada 4 nomor dan mencatatkan peningkatan tajam pada 2x2x2 Cube dengan personal best 3.30 detik, memangkas 45.3 persen dari rekor sebelumnya, serta meraih posisi ke-20 di Skewb. Reagan Sanjaya menorehkan lompatan besar pada 3x3x3 Cube dengan personal best 23.78 detik atau 41.1 persen lebih cepat. Rahsa Anaqie yang tampil di 4 nomor mencoba Pyraminx untuk pertama kali dengan torehan 6.06 detik dan finis di posisi ke-9, sembari memangkas waktu 3x3x3 Cube sebesar 18.3 persen menjadi 12.57 detik. Ken Enrico Arilito juga menuntaskan debut Pyraminx dengan waktu 8.53 detik di peringkat ke-21, serta mencetak personal best 22.30 detik pada 3x3x3 Cube dan 7.10 detik pada 2x2x2 Cube.

Semangat yang sama ditunjukkan para pendatang baru yang melakoni debut kompetisi resmi pertama mereka di ibu kota. Wayne Jon Tamblin turun di 4 nomor dengan catatan resmi perdana 13.70 detik di 2x2x2 Cube, 2:49.01 di 4x4x4 Cube dengan finis ke-35, dan 13.72 detik di Pyraminx. Raphael Jayden Wijaya menandai ajang perdananya di 4 nomor dengan catatan 40.07 detik di 3x3x3 Cube, 17.22 detik di Pyraminx, 10.71 detik di 2x2x2 Cube, serta finis ke-33 di Skewb. Andi Izaz Zhafran mengawali langkahnya di 3 nomor dengan waktu 7.78 detik di 2x2x2 Cube, 13.82 detik di Pyraminx, dan 34.71 detik di 3x3x3 Cube. Sementara itu, Elriver Philosophy Ferialdy mencatatkan hasil 7.89 detik di 2x2x2 Cube, 10.11 detik di Pyraminx dengan finis ke-31, serta 29.33 detik di 3x3x3 Cube.

Seluruh 18 posisi podium pada kompetisi ini disapu bersih oleh para wakil tuan rumah Indonesia yang tampil sangat solid. Di nomor 2x2x2 Cube, podium dilengkapi oleh Muhammad Faeyza Koda di tempat kedua dengan rata-rata 1.93 detik dan Azaeel Benaya Putra di posisi ketiga dengan 2.68 detik. Sementara pada 4x4x4 Cube, Wilson Alvis melengkapi podium di peringkat ketiga dengan rata-rata 31.09 detik di belakang Leon dan Faeyza.

Persaingan di nomor Skewb juga memperlihatkan kedalaman talenta di mana Muhammad Fahri Rahman mengamankan posisi kedua dengan rata-rata 4.22 detik, disusul Muhammad Faeyza Koda di posisi ketiga dengan rata-rata 4.44 detik. Penyelenggaraan 50th Anniversary in Indonesia 2024 di Jakarta membuktikan bahwa antusiasme kompetisi kubus terus berkembang pesat seiring bertambahnya pengalaman dan jam terbang para peserta menuju rangkaian kejuaraan berikutnya.